Sukses

Top 3 News: 49 Kelurahan Terendam Banjir hingga Asal Usul Salam Pancasila

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini, hujan deras yang mengguyur Ibu Kota pada Minggu dini hari, 23 Februari kemarin membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Hingga Minggu malam, banjir bahkan tak kunjung surut.

Hingga malam hari, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat ada sekitar 49 keluarahan dengan 98 RW yang masih terendam banjir.

Ketinggian banjir di setiap wilayah bervariasi. Berkisar antara 5 hingga 120 sentimeter.

Berita tentang penggantian salam Assalamualaikum dengan Salam Pancasila juga banyak dibaca oleh pembaca Liputan6.com. Namun, belakangan hal ini telah diklarifikasi oleh Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Aris Heru Utomo.

Aris menyebut bahwa pihaknya tidak pernah mengusulkan penggantian Assalamualaikum dengan Salam Pancasila. Yang disampaikan adalah mengenai kesepakatan-kesepakatan nasional mengenai tanda dalam bentuk salam dalam pelayanan publik.

Aris juga menjelaskan bahwa Salam Pancasila sendiri diadopsi dari Salam Merdeka yang diperkenalkan Bung Karno melalui Maklumat Pemerintah 31 Agustus 1945 dan berlaku 1 September 1945. 

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Minggu, 23 Februari 2020:

2 dari 5 halaman

1. 49 Kelurahan di Jakarta Masih Terendam Banjir hingga Malam Ini

Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta membuat sebagian wilayah Jakarta terendam banjir. Air banjir yang mulai merendam sejak pagi hingga kini terpantau masih terjadi.

Kepala Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, M. Insaf, menyebutkan, data yang masuk ke pihaknya hingga hari ini ada 49 kelurahan yang masih terdampak banjir, dengan 98 RW.

Berikut detail 49 kelurahan yang terdampak banjir berdasarkan data Pukul 18.00 WIB. 

Untuk wilayah Jakarta Pusat. Kelurahan Kebon Melati terdampak banjir 1 RW, Kelurahan Bendungan Hilir terdampak 1 RW, Kelurahan Pasar Baru terdampak 1 RW, Kelurahan Kebon Sirih terdampak 2 RW, dan Kelurahan Kramat terdampak banjir 1 RW.

Lantas bagaimana kawasan Timur, Barat, Selatan dan Utara Ibu Kota?

 

Selengkapnya...

 

3 dari 5 halaman

2. Penjelasan BPIP soal Salam Pancasila Gantikan Assalamualaikum

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengklarifikasi mengenai pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang ditafsirkan berniat untuk mengganti salam Assalamualaikum dengan Salam Pancasila.

Menurut Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Aris Heru Utomo, maksud ucapan Kepala BPIP itu tidak sebagaimana yang diartikan banyak orang saat ini.

Melalui keterangan tertulis yang diterima pada, Sabtu (22/2/2020), Aris menyampaikan, BPIP tidak pernah mengusulkan penggantian Assalamualaikum dengan Salam Pancasila. Yang disampaikan adalah mengenai kesepakatan-kesepakatan nasional mengenai tanda dalam bentuk salam dalam pelayanan publik, dalam kaitan ini kesepakatannya adalah Salam Pancasila.

Dia menyebut, Salam Pancasila pertama kali dikenalkan oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah BPIP di hadapan peserta Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor tanggal 12 Agustus 2017.

Salam Pancasila dilakukan dengan mengangkat lima jari di atas pundak dengan lengan tegak lurus. Makna mengangkat kelima jari di atas pundak adalah sebagai simbol penghormatan seluruh elemen masyarakat terhadap lima sila Pancasila.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Operator Tol Ungkap Penyebab Banjir di Underpass Cawang Jaktim

Operator Jalan Tol Wiyoto Wiyono menyebutkan peristiwa penutupan Jalan Underpass Tol Cawang, Jakarta Timur, Minggu pagi, dipicu dinding saluran yang roboh hingga terendam banjir.

"Terowongan Cawang sempat ditutup karena adanya genangan air yang cukup tinggi akibat dinding saluran roboh dan menutup lobang utama pompa," kata Corporate Secretary PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, Indah Dahlia Lavie, di Jakarta, Minggu (23/2/2020). 

Menurut Indah, penutupan akses jalan menuju Tanjung Priok sekitar pukul 04.30 WIB terpaksa dilakukan demi keamanan pengguna jalan.

Selain itu, air muncul dari sela dinding terowongan yang jebol sehingga pengaliran pompa terhambat.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: