Sukses

Kebakaran Hutan, Rusia Umumkan Keadaan Darurat di Wilayah Amur

Liputan6.com, Rusia - Rusia umumkan keadaan darurat di sebagian wilayah Amur, menyusul terjadinya beberapa kebakaran hutan. Berita ini mengawali Jendela Dunia dalam Liputan6 Malam SCTV, Sabtu (14/4/2018).

Tim pemadam kebakaran Rusia harus bekerja keras mencegah api menyebar ke kawasan permukiman penduduk. Kebakaran diyakini disebabkan oleh aktivitas manusia, yaitu para petani yang membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar rumput kering dan sisa panen.

Sementara informasi lainnya, mengawasi ribuan ekor sapi dalam sebuah peternakan kini jadi lebih mudah, berkat bantuan teknologi.

Paduan sensor gerak dan kecerdasan buatan, membuat peternakan skala masal jadi lebih efisien. Alat yang bernama  i-d-a/ Intelligent Dairy Farmer's Assistants (IDA) akan memberi laporan apa yang dilakukan setiap ekor sapi yang memakai sensor ini di lehernya.

Peternak dapat mengetahui apakah sapi mereka sedang makan, minum, berdiri atau duduk, sakit, atau siap kawin. Ada pula moocall calving sensor, alat yang mendeteksi kontraksi pada induk sapi dan akan memberitahu peternak kapan sapi siap melahirkan, hingga bisa didampingi.

Selain itu, sebuah pusat kebugaran Terra Hale Gym di London, Inggris mendorong pengunjung mereka agar tidak saja mempedulikan kesehatan diri, namun juga kesehatan bumi. Salah satunya lewat sepeda statis, yang menghasilkan energi listrik.

Setiap pengunjung menggunakan alat ini, sebagai sebuah aplikasi akan memberi mereka informasi kecepatan dan jarak yang ditempuh, kalori yang dikeluarkan dan berapa banyak watt listrik yang dihasilkan.

Setiap kelas dengan 8 hingga 10 partisipan yang mengayuh sepeda ini selama 50 menit, akan menghasilkan 1.500 hingga 3.000 watt, yang kemudian dialirkan ke gardu listrik setempat.

Selain itu, pusat kebugaran ini juga menggunakan alat dari bahan daur ulang dan melarang para pengunjung membawa botol plastik, karena disediakan wadah stainless steel atau kayu untuk minum.