Gekrafs Tegaskan Arah Baru Bangun Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia

Wakil Ketua Harian DPP Gekrafs Noval Abuzarr menyampaikan, salah satu yang menjadi fokus periode baru ini adalah Meneguhkan Posisi Kreatif Indonesia di Panggung Global.

Diterbitkan 14 November 2025, 23:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gekrafs gelar Rapim perdana 2025-2030, umumkan susunan kepengurusan baru.
  • Rapim konsolidasi gerakan Gekrafs melalui Delapan Program Prioritas Asta Karya.
  • Fokus Gekrafs adalah meneguhkan posisi kreatif Indonesia di panggung global.

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) perdana periode 2025-2030 di Atria Sudirman, Jakarta pada Jumat (14/11/2025).

"Rapim ini menjadi momentum penting untuk menegaskan arah baru Gekrafs dalam membangun ekonomi kreatif masa depan Indonesia. Pada Rapim ini, Gekrafs juga mengumumkan susunan kepengurusan lengkap untuk periode 2025–2030," ujar Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian melalui keterangan tertulis, Jumat (14/11/2025).

Dia menyampaikan, Rapim menjadi awal konsolidasi untuk menyelaraskan gerakan Gekrafs melalui Delapan Program Prioritas dan Strategis yang disebut Asta Karya.

"Program ini sejalan dengan visi kemandirian ekonomi yang ditargetkan Presiden Prabowo dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045," jelas Kawendra.

Kemudian, Wakil Ketua Harian DPP Gekrafs Noval Abuzarr menyampaikan, salah satu yang menjadi fokus periode baru ini adalah Meneguhkan Posisi Kreatif Indonesia di Panggung Global, baik dari sisi pelaku, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan peran pemerintah.

Noval juga menyoroti langkah strategis pemerintah Indonesia yang kini menjadi perhatian banyak negara, yakni keberadaan Kementerian Ekonomi Kreatif di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menandai keseriusan Indonesia menempatkan kreativitas sebagai poros pembangunan ekonomi baru.

"Ini momentum untuk memperkuat arah kebijakan dan memastikan pelaku kreatif dan UMKM Indonesia di semua lapisan mendapat akses yang setara," ucap Noval.

 

Perluas Kolaborasi

Sebagai salah satu aktivis yang kompeten dan konsisten memperjuangkan pengembangan Ekonomi Kreatif dan UMKM di Indonesia, Noval menegaskan pentingnya memperluas ruang kolaborasi.

Menurutnya, masa depan ekonomi kreatif Indonesia bergantung pada kemampuan menciptakan sistem yang menyatukan pelaku dari berbagai latar, yakni pengrajin, seniman, perancang, pengembang teknologi, hingga produsen lokal.

"Ekonomi kreatif tidak boleh berhenti di pusat kota. Ia harus hidup di desa, di pasar tradisional, di ruang-ruang kecil tempat ide-ide lahir," ucap Noval.

"Ketika kreativitas menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, di situlah kekuatan bangsa dibangun," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6