Forum Indonesia Emas Dukung Program 3 Juta Rumah Subsidi untuk Rakyat

Forum Indonesia Emas menyelenggarakan forum terbuka bertema 'Ngobrol Bareng - Rumah Subsidi untuk Jurnalis, Buruh, dan Ojol Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional'.

Diperbarui 13 Mei 2025, 18:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepemilikan rumah yang layak adalah persyaratan mendasar yang penting bagi semua rakyat di Indonesia. Namun, realitanya menunjukkan, banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk jurnalis, buruh, dan pengemudi ojek online (ojol) masih kesulitan dalam memiliki rumah yang layak.

Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan Program 3 Juta Rumah yang diberikan dengan tujuan mengatasi masalah tersebut melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.

Program 3 Juta Rumah ini dimaksudkan tidak hanya sebagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tetapi juga untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menanggapi realita kebutuhan rumah subsidi untuk kalangan buruh, Forum Indonesia Emas menggunggah dalam akun Instagram @fie_indonesiaemas telah menyelenggarakan forum terbuka bertema 'Ngobrol Bareng - Rumah Subsidi untuk Jurnalis, Buruh, dan Ojol Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional'.

Acara tersebut menghadirkan Staf Ahli Bidang Sistem Pembiayaan, Pencegahan Korupsi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Budi Permana, Pakar Kebijakan Publik Trubus Rahardiansah, dan Senior Chief Economist Samuel Sekuritas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi, serta Dosen Ilmu Komunikasi Nofia Fitri sebagai Moderator.

"Presiden Prabowo Subianto inginkan Indonesia maju dan sejahtera. Program perumahan menjadi prioritas mengingat dampaknya dalam membantu mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Sebab, pembangunan perumahan akan mengundang bisnis dan UMKM di sekitarnya," ujar Staf Ahli Bidang Sistem Pembiayaan, Pencegahan Korupsi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Budi Permana melalui keterangan tertulis, Minggu (11/5/2025).

 

Berikan Kemudahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Menurut Budi, Program 3 Juta Rumah memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah termasuk dari kalangan buruh, ojol, dan jurnalis untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.

"Berdasarkan survei BPS pada tahun 2023, terdapat 9,9 juta keluarga tidak punya rumah dan ada 26,9 juta rumah tidak layak. Karena itu, melalui program 3 Juta Rumah, pemerintah berupaya membuka akses agar masyarakat bisa mudah membeli rumah dan dengan kredit yang murah, pembebasan BPHTB, hingga pembebasan retribusi," ucap dia.

"Kementerian PKP memberikan alokasi kepada buruh yang pada peringatan May Day kemarin sudah menyerahkan 100 unit, kepada mitra ojol, dan kepada jurnalis," sambung dia.

Kemudian, Senior Chief Economist Samuel Sekuritas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menyebut, Program 3 Juta Rumah bertujuan agar MBR tidak bertambah beban untuk membiayai rumah.

"Selain itu, untuk mencapai Indonesia Emas dan keluar dari jebakan pendapatan menengah dengan memenuhi target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen," kata dia.

"Adanya pembangunan perumahan akan membantu ekonomi sekitar, karena akan muncul bisnis bahan-bahan rumah, lapangan kerja, dan UMKM. Tugas kita adalah mendorong, menyemangati, menolong pemerintah untuk menyukseskan program ini," sambung Fithra.

 

Apresiasi Presiden Prabowo

Selain itu, Pakar Kebijakan Publik Trubus Rahardiansah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang memberi perhatian kepada masyarakat kelas buruh.

"Patut kita apresiasi bahwa Program 3 Juta Rumah adalah kebijakan yang tepat dan menjadi inovasi atau terobosan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu dan memerhatikan kelas buruh. Namun, perumusannya tetap harus transparan dan terbuka," ucap dia.

"Masih adanya kekurangan tentu hal yang wajar karena tidak bisa mengharapkan sempurna. Dukungan kita penting agar realisasinya dapat terwujud secara bertahap," sambung Trubus.

Selain itu, lanjut dia, jangan sampai pergantian kepemimpinan diikuti dengan pergantian kebijakan.

"Sehingga, kita juga perlu mendukung keberlanjutan pemerintahan yang sekarang," pungkas Trubus.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Depok Rusdy Nurdiansyah menyampaikan apresiasinya.

"PWI Depok tentunya sangat setuju dengan program Kementerian PKP yang telah menandatangani nota kerja sama dengan BTN, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) dan BP Tapera terkait program penyediaan rumah bersubsidi bagi kalangan wartawan," terang dia.

"Mengapresiasi langkah kebijakan publik Presiden Prabowo Subianto yang menyentuh langsung kebutuhan sangat mendasar rakyatnya dan saya mengajak semua pihak untuk mendukung dan mengawal Program 3 Juta Rumah demi Indonesia yang lebih adil dan sejahtera," tegas Rusdy.

Dukungan serupa terhadap Program Kementerian PKP, juga disampaikan peserta diskusi dari Kepala Keluarga Keluarga Gojek Merah Putih (KGMP) Teguh Widodo.

"Kami, para pengemudi ojek online, merasa sangat dihargai. Ini bukti bahwa pemerintah melihat dan memperhatikan perjuangan kami di jalan setiap hari, hujan-panas, demi menghidupi keluarga," tutur dia.

"Alhamdullilah, saya sebagai pekerja harian yang bekerja di Jakarta akhirnya bisa punya rumah sendiri dan berkualitas di Kelapa Manunggal, Primavera Residen, Cilengsi.Bogor. Dulu saya cuma bisa mimpi punya rumah, sekarang sudah jadi kenyataan," jelas Teguh.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6