Sukses

Menko Puan: Pemerintah Siapkan 75 Ribu Beasiswa Mahasiswa Miskin

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyampaikan apresiasinya, kepada Lembaga Amil Zakat Perusahaan Listrik Negara (LAZ PLN).

Apresisasi tersebut disampikan dalam acara 'Penandatanganan MoU (nota kesepahaman) dan Penyerahan Beasiswa Cahaya Pintar' di Bangsal Kepatihan Yogyakarta hari ini.

Puan mengatakan, LAZ PLN telah berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, berkelanjutan dan tepat sasaran. Yakni, dengan memberikan bantuan beasiswa kepada 200 mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Puan, saat ini dunia pendidikan masih mengalami berbagai tantangan. Mulai permasalahan tingginya angka anak putus sekolah karena alasan ekonomi, masalah geografis, budaya, hingga permasalahan sarana dan prasarana pendidikan yang belum merata.

"Pemerintah telah menyusun berbagai langkah strategis, revitalisasi link and match pendidikan tinggi dengan industri dan revitalisasi pendidikan vokasional," kata Puan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/6/2016).

"Pemerintah juga telah menyiapkan beasiswa biaya pendidikan mahasiswa miskin berprestasi, yang diperuntukan bagi 75 ribu mahasiswa," sambung dia.

Puan menjelaskan, berdasarkan tingkat pendidikan, usia di atas 15 tahun saat ini tercatat sekitar 65 persen berpendidikan maksimal setara SMP, sekitar 25 persen berpendidikan setingkat SMA, dan hanya 10 persen hingga jenjang pendidikan tinggi.

Dari profil pendidikan itu, Puan menyatakan, pentingnya penguatan dan peningkatan pembangunan pendidikan menjadi agenda strategis nasional ke depan.

Puan menyinggung jumlah penerima beasiswa di DIY sebesar 200 orang. Pada 2017 mendatang, hendaknya jumlah tersebut dipertimbangkan kembali, sebab DIY merupakan Kota Pelajar.

Puan menyebutkan, jumlah dana dari LAZ PLN sebesar Rp 120 miliar jika dibagikan secara rata ke seluruh Indonesia tidak cukup. Namun, setidaknya ini dapat membantu pemerintah meringankan kesulitan pemerintah di dunia pendidikan.

"Rp 120 miliar itu bukan angka kecil, tapi bukan angka besar. Saya memahami jika ini dibagikan ke seluruh Indonesia, tentu saja angka yang tidak cukup. Tapi niat kita bagaimana bergotong-royong memperbaiki Indonesia ke depan," kata dia.

"Bukan besar kecilnya, namun berapa banyak yang bisa kita berikan sehingga mereka bisa menyelesaikan pendidikannya," sambung Puan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepekaan dan kepedulian pemerintah terhadap permasalahan yang dihadapi mahasiswa yang belum berkecukupan.

Bantuan ini diharapkan menjadi pendorong atau motivasi penerima bantuan, sehingga ke depan mereka bisa meraih prestasi.

Bantuan hendaknya tidak dimaknai sebagai charity, melainkan sebagai human investment. Bagaimana pun, modal atau bantuan peralatan tidak akan berjalan efektif dan efisien, apabila ke depan tidak diserta kesiapan keterampilan manusianya. Penyiapan sumber daya manusia itulah yang terus dilakukan pemerintah.

Pembayaran Zakat

Sementara itu Direktur Utama Human Capital PLN Muhammad Ali mengungkapkan, sumber dana bantuan yang diberikan kepada mahasiswa, pondok pesantren, dan keluarga harapan berasal dari zakat para pegawai muslim PLN seluruh masyarakat.

Pengumpulan zakat pegawai PLN ini merupakan kebijakan direksi, yang mewajibkan pegawai muslim membayar zakat secara otomatis dan terpusat.

Setiap tahunnya, zakat yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 120 miliar. Ali berharap bantuan beasiswa dapat membantu pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

LAZ PLN sejauh ini telah bekerja sama dengan 40 PTN dan PTS seluruh Indonesia, dengan penerima manfaat 2.000 mahasiswa. Secara keseluruhan, khusus untuk pendidikan dialokasikan Rp 40 miliar.

Selain bantuan beasiswa, LAZ PLN dalam acara ini juga memberikan bantuan kepada tiga pondok pesantren DIY, masing-masing Rp 50 juta. Selain itu juga bantuan bagi pemberdayaan masyarakat di Gunung Kidul sebesar Rp 175 juta.

Loading