Menanti Jurus Pemerintah Lawan Kekuatan Dolar

Langkah pemerintah hadapi menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat di Tanah Air.

Diterbitkan 31 Agustus 2015, 20:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Penguatan dolar AS berdampak negatif pada mata uang global, termasuk rupiah.
  • Pelemahan rupiah menyebabkan indeks saham anjlok, daya beli turun, dan PHK karyawan.
  • Mantan Deputi BI memperingatkan dampak inflasi, utang luar negeri, dan sektor riil.

Liputan6.com, Jakarta Menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS) berdampak negatif pada mata uang di seluruh dunia termasuk rupiah. Pelemahan mata uang Garuda ini berimbas ke berbagai sektor, seperti indeks saham anjlok, penurunan daya beli masyarakat, kenaikan harga, PHK karyawan, dan tentu saja sektor riil menjadi lesu.

Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution mengatakan, pelemahan kurs rupiah saat ini perlu diwaspadai karena akan berdampak pada kenaikan inflasi, pembengkakkan pembayaran bunga utang luar negeri sampai berpengaruh pada perbankan dan sektor riil, seperti dunia usaha.

Apa tindakan pemerintah untuk menghadapinya dan perekonomian tanah air menjadi membaik? Simak infografis di bawah ini!

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6