Kontak Tembak di Maybrat, 2 Diduga Anggota OPM Tewas

Personel gabungan TNI mengamankan senjata api, munisi, HT, dan bendera Bintang Kejora dari lokasi kontak di Maybrat.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 13:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dua anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Maybrat, Papua Barat Daya.
  • TNI mengamankan senjata, amunisi, HT, dan bendera Bintang Kejora sebagai bukti.
  • Panglima TNI Habema mengajak kelompok bersenjata untuk memilih jalan damai.

Liputan6.com, Jakarta - Dua orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Sorong Raya tewas dalam kontak dengan personel gabungan Koops TNI Habema di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kedua orang yang diduga anggota OPM tersebut yakni Arso Aisnak dan Yohanes Ky. Setelah kontak terjadi, personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok lainnya yang melarikan diri dari lokasi.

Operasi tersebut melibatkan Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, pergerakan kelompok bersenjata tersebut terdeteksi berdasarkan informasi lapangan dan dukungan teknologi.

Dari lokasi kejadian, personel mengamankan sejumlah barang yang disebut sebagai barang bukti. Di antaranya satu pucuk senjata api revolver, 10 butir munisi, alat komunikasi HT, bendera Bintang Kejora, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Riyanto mengatakan operasi dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian dan prosedur yang berlaku.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi. Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” kata Riyanto dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Saat ini, personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok yang melarikan diri.

 

 

Ajak Kelompok Bersenjata Pilih Jalan Damai

Riyanto juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan gunung untuk menghentikan aktivitas yang mengganggu keamanan masyarakat serta memilih jalan damai.

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan. Masa depan Papua adalah tanggung jawab kita bersama, dan pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan penuh kedamaian,” ujar Riyanto.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6