Sukses

Jokowi: Grasi 64 Terpidana Mati Narkoba Ditolak, Setuju?

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menilai, maraknya peredaran narkoba di Indonesia sudah pada tahap darurat dan sangat memprihatinkan. Sebab, obat-obatan terlarang itu telah banyak merenggut jiwa warga negara, khususnya generasi muda bangsa.

Karena peredaran barang haram itu, Jokowi menyebut ribuan orang meninggal karena ketergantungan 'barang haram' tersebut. Untuk itu, dia menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tak akan kompromi dengan pelaku peredaran narkoba.

"‎Posisinya baru darurat Narkoba. Darurat. Kenapa? Karena yang harus direhab sekarang ada 4,5 juta generasi muda kita, yang sudah tidak bisa direhab 1,2 juta. Yang meninggal, mati karena Narkoba setiap hari 50 orang per hari. Berarti setahun ada 18 ribu orang meninggal karena Narkoba," ujar Jokowi saat meresmikan Masjid Raya Mujahiddin di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (20/1/2015).

Oleh karena itu, Jokowi meminta bantuan kepada para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya untuk menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba bagi kehidupan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga perlu tahu bahwa setiap pengguna dan pengedar narkoba terancam hukuman mati tanpa ada toleransi.

"‎Semua, ulama, kiai, tokoh masyarakat harus bantu sadarkan semua lewat masjid-masjid, bahayanya narkoba itu luar biasa sekali," ucap Jokowi.

Presiden ke-7 RI itu juga menegaskan bahwa hukuman mati yang diberikan kepada pengedar narkoba sudah sangat tepat. Dia yakin walau masih menjadi pro dan kontra, hukuman mati mendapat dukungan yang penuh dari seluruh rakyat Indonesia.

"‎Bayangkan, 18 ribu meninggal setahun, setiap hari 50 orang, jadi kemarin ada yang dihukum mati enam orang. Semua setuju kan?," ucap Jokowi.

"Setuju......‎" ucap warga serentak.

"Saya yakin, semuanya setuju," ‎sambut Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menyampaikan, setelah 6 terpidana mati, ada 64 terpidana kasus narkoba lain yang menunggu giliran eksekusi mati. Jokowi kembali menegaskan tidak akan kompromi dengan menerima permohonan grasi yang diajukan oleh terpidana mati, termasuk lobi pemerintah Australia yang berharap vonis mati bagi warganya dibatalkan.

"‎‎Karena ada 64 yang sudah divonis hukuman mati pengadilan, 64 kemudian minta grasi, semuanya kita tolak. Setuju ndak semuanya!" tandas Jokowi.

"Setujuu..‎" jawab warga yang hadir.

Kejaksaan Agung mengeksekusi 6 terpidana mati pada Minggu 18 Januari dini hari. 5 Terpidana mati dieksekusi di Pulau Nusakambangan, Cilacap dan 1 lainnya dieksekusi di Boyolali, Jawa Tengah.

Berikut 6 terpidana mati tersebut‎.

1. Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brasil) dieksekusi di Nusakambangan.
2. Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI) dieksekusi di Nusakambangan.
3. Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam) dieksekusi di Boyolali.
4. Namaona Denis (WN Malawi) dieksekusi di Nusakambangan.
5. Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria) dieksekusi di Nusakambangan.
6. Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (Warga Belanda) ‎dieksekusi di Nusakambangan. (Riz/Ein)

  • Eksekusi Mati adalah salah satu hukuman yang diberikan pada pelaku tindak kriminal pidana khusus di Indonesia
    Eksekusi Mati adalah salah satu hukuman yang diberikan pada pelaku tindak kriminal pidana khusus di Indonesia
    Eksekusi Mati
  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi
Loading