Liputan6.com, Jakarta - Oleh: Lukman Rimadi, Andi Muttya Keteng, Silvanus Alvin
Kebakaran Pasar Senen menjadi ajang memperlihatkan kepedulian. Setidaknya itulah yang terlihat ketika dua tokoh datang ke lokasi kebakaran. Pasar Senen dilalap si jago merah Jumat dini hari. Dari 3.200 kios yang ada di blok III, 2.000 di antaranya ludes dimakan api.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, kebakaran itu sebagai musibah tak terduga. Dia meminta pedagang bersabar. "Sabar Bu yah, kita sedang berusaha memadamkan apinya. Sabar, ya Bu," kata Jokowi menenangkan seorang pedagang yang menghampirinya ketika calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu berkunjung ke lokasi kebakaran.
Advertisement
Jokowi datang ke lokasi sekitar jam 10.00 WIB, beberapa Jam setelah api berkobar. Menggunakan baju koko putih, peci hitam, dan sarung biru kotak-kotak yang menggantung di leher, mantan walikota Solo itu langsung menerobos kepulan asap, memasuki sekitar lokasi titik api. Tanpa menggunakan masker atau baju pelindung api lainnya, Jokowi yang masuk melalui pintu blok III, langsung memimpin pemadaman.
Saat Jokowi masuk, kepulan asap hitam dari pusat kebakaran masih sangat tebal. Kobaran api dari arah barat bangunan pasar pun masih terlihat jelas. Wartawan yang menyertai kedatangannya, tak diperbolehkan ikut karena kondisi yang dianggap membahayakan. "Jangan ada yang ikut, berbahaya!" tegasnya, Jumat (25/4/2014).
Kendati kedatangan Jokowi untuk membantu dan memberi semangat kepada petugas, namun tak urung kedatangannya itu dianggap sebagai pencitraan. "Ah, pencitraan itu. Sudah tahu bahaya dan banyak asap, ngapain dia ke situ. Mau cari perhatian," teriak salah seorang pedagang di lokasi. Kedatangan Jokowi memang sempat membuat pedagang kewalahan menyelamatkan barang dagangannya. Sebab, rombongan polisi berusaha mengawal Jokowi agar tak ada warga mendekat.
Ikon Jakarta
Pasar Senen, tepatnya blok III, dilalap api sejak Jumat (25/4/2014) dini hari. Seorang pedagang kue bernama Eman menuturkan, api pertama kali dilihat oleh seorang ibu yang hendak masuk ke dalam pasar untuk berbelanja. Saksi mata itu pun langsung berteriak.
"Awalnya tidak ada yang tahu. Sampai ibu-ibu itu melihat asap tebal dan berteriak kebakaran. Ternyata api sudah besar dekat tangga," tutur pria berumur 24 tahun itu.
Pasar Senen dikenal sebagai pusat perdagangan baju-baju second atau bekas. Di tempat ini bisa ditemukan baju-baju unik dan berkualitas dengan harga relatif murah. Tak heran jika pasar ini tak hanya menjadi surga bagi warga berpenghasilan pas-pasan.
Tapi juga favorit para pesohor yang ingin mencari pakaian unik. Sebut band Naif, mereka pernah mengaku mencari kostum panggung unik di pasar itu.
Dibangun pada 1974, pasar ini memiliki sejarah panjang. Bahkan, bisa disebut pasar ini menjadi salah satu ikon ibukota. Pada 1970an, pasar yang dibangun seorang tuan tanah keturunan Belanda, Justinus Vinck ini merupakan pasar paling modern.
Seiring perkembangan zaman, pamor Pasar Senen pun menyurut. Bahkan, pasar yang merupakan salah satu bagian dari Planet Senen ini tak pernah direnovasi sejak dibangun. Kepala Sub Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Rahmat Kristianto mengungkapkan, pasar ini bahkan tak memiliki sistem pengamanan darurat.
Usia yang sudah tua, membuat struktur bangunan pasar dinilai sudah tak layak. "Bangunan itu terlalu tua jadi gampang kebakar,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Karena umur yang sudah tua juga membuat perusahaan asuransi tak mau menanggung jika terjadi kebakaran. “Karena sudah tahu bahaya kebakarnya," ujar Basuki yang akrab disapa Ahok.
Sebenarnya, lanjut Ahok, pedagang sudah menyadari bahaya yang sewaktu-waktu bisa menimpa mereka. Baik itu bahaya kebakaran maupun gedung yang roboh. Maka itu mereka kooperatif dan bahkan mendorong Pemprov DKI merenovasi. Namun karena mendekati Puasa Ramadhan dan lebaran -- yang merupakan musim mengais untung bagi para pedagang, mereka meminta agar renovasi setelah lebaran. Permintaan ini disepakati Pemprov DKI.
Sayang, belum sampai direnovasi, pasar bersejarah itu ludes dilalap api. "Ini harus mengingatkan kita semua mengenai kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan baik di rumah kita sendiri, pasar dan semuanya," ujar Jokowi. Ia menyesalkan sikap pedagang yang dinilai ceroboh, padahal sudah tahu kondisi gedung sudah tua.
"Masa di pasar masih ada yang masak-masak pakai api. Berbahaya. Kabel berkeleweran bertahun-tahun dibiarkan, korsleting itu juga dibiarkan, berbahaya," ujar Jokowi.
Diduga karena Korsleting
Hingga pukul 13.30 WIB api masih berkobar di blok III Pasar Senen. Api tidak hanya menghanguskan lantai I pasar, tapi sudah menjalar hingga lantai III. Bahkan, kobaran api juga menjilat kantor Bank BRI yang ada di dekat lokasi kebakaran. Beruntung uang nasabah berhasil diamankan.
"Kami datang, meja resepsionis dan lemari mereka sudah dievakuasi. Jadi saya duga mereka telah mengevakuasi uang banknya," ujar Kasudin Damkar Jakarta Pusat Rahmat Kristianto Rahmat di lokasi kejadian.
Diduga, material yang mudah terbakar dan angin yang berhembus kencang membuat petugas kewalahan memadamkan api. Semakin siang api semakin membesar. Kobaran api dan terik matahari membuat suhu udara di sekitar lokasi kebakaran memanas. Akibatnya, sejumlah petugas -- yang berjuang sejak subuh untuk memadamkan api -- tiba-tiba jatuh pingsan.
Upaya memadamkan api sempat terkendala pasokan air yang kurang di dekat lokasi kebakaran. Selain itu, saat terjadi kebakaran kios-kios masih tertutup rolling door. "Habis airnya dan arus lalu lintas padat. Sehingga penyebaran api cepat," kata kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Subejo.
Api baru mereda setelah petugas menurunkan 46 mobil unit kebakaran dan 1 water cannon. Water Cannon hitam itu datang pukul 13.30 WIB. Ia parkir tepat di titik api. Sejurus kemudian, semburan air kencang pun memadamkan api yang tersisa. Asap yang semula hitam pekat pun berubah putih.
Diduga, kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik atau korsleting. "Dugaan sementara paling karena korsleting listrik. Menurut info, sebagian lantai 1 menjual bahan tekstil dan sudah habis dilalap api," ujar Subejo.
Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa kebakaran akibat sabotase, mengingat keinginan Pemprov DKI merenovasi pasar. Jokowi tak menanggapi hal ini. Tapi dugaan itu dibantah Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis.
Djangga memastikan tidak ada unsur sabotase dalam peristiwa tersebut. Karena rencana renovasi telah disepakati kedua pihak, pedagang dan PD Pasar Jaya, setelah lebaran. " Tidak ada sabotase. Renovasi tinggal menunggu waktu sebenarnya," kata Djangga.
Polisi telah mengimbau para pedagang agar waspada terhadap barang dagangan mereka yang tersisa. Sebab saat-saat seperti ini ada saja orang yang berniat jahat.
Pasar Darurat
Pemprov DKI dan PD Pasar Jaya telah mengevakuasi 2.596 pedagang. Untuk menampung mereka agar cepat kembali berdagang, Jokowi memerintahkan PD Pasar Jaya secepatnya membangun pasar darurat. "Saya sudah perintah ke Pasar Jaya, hari Minggu, supaya segera buat pasar darurat," ujar Jokowi.
Djangga mengatakan, penampungan sementara akan dibuat di halaman pasar. “Sama di samping pasar ada taman. Terus di Blok V yang bisa menampung 500 pedagang," ujar Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis.
Karena sifatnya sementara, tempat penampungan akan dibangun menggunakan baja terlebih dulu. Djangga mengungkapkan, ada 3.096 tempat usaha atau kios pengganti yang harus disiapkan.
SBY Datang
Kebakaran di Pasar Senen tak hanya mengusik Jokowi yang langsung terjun ke lokasi. Jokowi datang sekitar pukul 10.00 WIB dan menghabiskan waktu selama 40 menit di lokasi kebakaran. Tak lama setelah kepergian Jokowi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun datang meninjau lokasi.
Rombongan orang nomor satu di republik ini tiba di sisi barat, Jalan Senen Raya. Tepatnya seberang lokasi kebakaran. Kedatangan SBY disambut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyono, dan Walikota Jakarta Pusat Saefulloh. Mengenakan safari hitam, SBY tampil necis lengkap dengan kacamata hitam. Disampingnya terlihat Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Juru Bicara Presiden Julian Pasha.
Berbeda dengan Jokowi, SBY hanya berdiri dan memantau dari kejauhan. Ia tampak serius ketika mendengar laporan dari Dwi Priyatno. Sejurus kemudian, SBY memberikan instruksi untuk memadamkan api sampai tuntas. Selain itu, ia juga menugaskan agar keamanan di sekitar bangunan diperketat. Penjagaan protokoler SBY tak begitu ketat. Meski demikian, arus lalu lintas menjadi macet karena sebagian pengendara berhenti untuk melihat SBY. Hanya 10 menit, SBY pun melanjutkan kegiatannya. (Rochmanuddin)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/668416/original/BmBjh-uCcAAOyHu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1216097/original/056335700_1500809346-Screen_Shot_2017-07-23_at_17.34.30.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9291227/original/040296500_1783508846-jd08-ijazah-jokowi-e9778c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8533766/original/020200500_1782467606-1001399186.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8955735/original/023506500_1782973452-tif7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8955727/original/010034400_1782973448-tif1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8950807/original/098200400_1782970782-a648e456-1582-4590-8b30-735f70bde805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8542656/original/061777600_1782481401-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_17.40.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8935814/original/018836700_1782963279-Sidang_Dakwaan_Dokter_Tifa_di_Pengadilan_Negeri_Jakarta_Timur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511727/original/032359700_1771916441-Dokter_Tifa_jadi_saksi_persidangan_CLS_ijazah_Jokowi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8812740/original/000964500_1782908150-IMG-20260701-WA0073.jpg)