KAI Relokasi Warga Bantaran Rel ke Hunian Layak

Warga bantaran rel di Jakarta kini direlokasi ke Hunian Senen. KAI juga memberikan lapangan kerja serta akses sekolah gratis bagi anak-anak mereka.

Diterbitkan 12 Juli 2026, 15:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan merelokasi seluruh warga yang tinggal di bantaran rel kereta api di wilayah DKI Jakarta. Seluruh warga terdampak akan difasilitasi tempat tinggal baru di hunian layak yang dibangun oleh BUMN di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa saat ini baru 69 unit Hunian Senen yang terisi dari total kapasitas 324 unit. Sebagian di antaranya sudah diisi oleh warga eks bantaran rel Senen. Ke depan, ia berencana untuk turut merelokasi warga yang berada di bantaran rel kawasan Kampung Bandan hingga Palmerah.

"Sekarang kita mau pindahkan yang di Kampung Bandan. Yang ke arah Kampung Bandan itu kan banyak 'Rumah Tanpa Matahari', itu ada sekitar 100 keluarga yang akan dipindahkan," kata Bobby saat berbincang dengan awak media, dikutip Minggu (12/7/2026).

Bobby menegaskan bahwa pemindahan ini bukanlah langkah penggusuran semata. Langkah ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan hunian yang layak sekaligus kesempatan bekerja bagi warga bantaran rel.

"Ini perintah Presiden juga, 'Bob, kasih pekerjaan'. Kita kasih pekerjaan jadi petugas kebersihan, kita namakan mereka itu Pejuang Bersih," ucapnya.

Tidak berhenti di situ, Bobby mengaku bahwa Presiden Prabowo juga memberikan instruksi langsung agar anak-anak dari warga bantaran rel mendapatkan akses pendidikan yang layak.

"Selama ini mereka diusir, tetapi tanpa solusi. Sekarang kita berikan mereka solusi. Bahkan anak-anaknya disekolahkan oleh Pak Prabowo ke sekolah rakyat. Saya melapor kepada beliau, 'Pak, itu banyak anak-anak yang tidak sekolah'. Beliau bilang, 'Daftarkan ke sekolah rakyat'," jelas Bobby menceritakan kembali percakapannya dengan Kepala Negara.

 

Pembongkaran Bangunan Liar

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta telah membongkar bangunan liar yang berdiri di sepanjang petak jalan Stasiun Pasar Senen–Pasar Gaplok. Langkah ini merupakan bagian dari kegiatan bersih lintas dan penertiban kawasan yang digelar selama dua hari pada 27–28 Juni 2026.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa aksi bersih lintas ini merupakan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di area yang memiliki potensi gangguan operasional tinggi.

“Penertiban ini dilakukan untuk memastikan ruang manfaat dan ruang milik jalur kereta api kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Area di sekitar jalur harus tetap steril dari bangunan maupun aktivitas yang dapat membahayakan masyarakat dan mengganggu keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Franoto dalam keterangan resminya.

 

Total 57 Bangunan Ditertibkan

Franoto menyampaikan bahwa penertiban ini dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya. Dalam operasi tersebut, petugas menertibkan 38 lapak dan 57 bangunan tidak resmi. Petugas kemudian langsung membersihkan material sisa bongkaran agar kawasan jalur kereta api menjadi lebih steril, tertib, dan aman.

Dari kegiatan penertiban ini, sebanyak 183 jiwa dari 57 Kepala Keluarga (KK) yang sebelumnya bermukim di dekat rel langsung direlokasi ke Hunian Senen.

“Proses tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama berbagai pihak agar penataan kawasan dapat berjalan tertib, aman, dan tetap memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan,” kata Franoto.

Ia menambahkan, kegiatan bersih lintas ini tidak hanya berfokus pada penataan fisik, melainkan juga sebagai upaya preventif jangka panjang demi meminimalisasi potensi bahaya di sepanjang jalur kereta api.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6