Tiga Korban Ledakan Pipa Gas Dimakamkan

Tiga jenazah korban dalam peristiwa meledaknya pipa gas Pertamina di Sidoarjo, Jatim, hari ini dimakamkan. Sementara arus pengungsian warga Reno Kenongo terus berlangsung hingga tadi malam.

Diterbitkan 25 November 2006, 01:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sidoarjo: Kesedihan mewarnai pemakaman tiga korban ledakan pipa gas Pertamina di lokasi luapan lumpur PT Lapindo Brantas, Rabu silam. Tangis histeris menyambut kedatangan jenazah Hartawan Adi Prasetyo di rumah duka di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Jatim. Istri dan ibu kandung korban jatuh pingsan saat peti jenazah tiba, Jumat (24/11) siang. Jasad korban baru ditemukan di bawah timbunan lumpur tadi pagi [baca: Dua Jenazah Ditemukan Terbenam di Tol Porong].

Korban yang semasa hidupnya bekerja di CV Guna Bangun Pratama, Malang, saat kejadian sedang memantau keluar masuknya bahan material pembuat tanggul. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang putri, seorang di antaranya baru berusia 21 hari.

Suasana yang sama juga terlihat saat pemakaman jenazah Kapten Hendro, Komandan Rayon Militer Taman, Sidoarjo. Isak tangis anggota keluarga mengiringi acara pemakaman di Taman Makam Pahlawan Bojonegeoro, Jatim. Dalam penghormatan terakhirnya Kepala Staf Komando Daerah Militer V Brawijaya Brigadir Jenderal TNI Mudjiono menyatakan kenaikan pangkat istimewa bagi almarhum menjadi mayor anumerta.

Sedangkan di Jombang, Jatim, jenazah korban lainnya, Haryo Reza, dimakamkan di tanah kelahirannya Desa Jabon. Korban adalah karyawan PT Adhi Karya yang merupakan rekanan PT Lapindo Brantas [baca: Satu Jenazah Lagi Ditemukan]. Meski mengaku pasrah, pihak keluarga menyesalkan pihak Pertamina yang tidak tanggap saat mengetahui kondisi pipa gas yang sudah mengkhawatirkan sebelum meledak.

Sementara itu, arus pengungsian warga Desa Reno Kenongo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, masih terus berlangsung hingga tadi malam. Warga mengaku harus meninggalkan rumah untuk mencari selamat agar terhindar dari bencana yang lebih besar. Warga yang mengungsi sejak siang hari membawa harta benda yang sanggup mereka bawa untuk diangkut dengan truk. Selebihnya mereka tinggalkan begitu saja [baca: Evakuasi Korban Masih Berlanjut].

Pencarian korban ledakan pipa gas Pertamina yang diduga masih ada dan berjumlah dua orang dihentikan sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak ada penjelasan tentang alasan penghentian itu dan apakah ini bersifat sementara atau permanen/(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6