Liputan6.com, Jakarta - Sup bukan sekadar hidangan berkuah yang cocok disantap saat cuaca dingin. Di berbagai negara, sup berkembang menjadi bagian penting dari tradisi kuliner lokal dengan bahan, rempah, teknik memasak, dan cara penyajian yang sangat beragam. Ada sup yang menggunakan kaldu bening, kuah santan, susu, hingga kaldu daging yang dimasak dalam waktu lama.
TasteAtlas melalui daftar Top 100 Soups in the World menampilkan berbagai hidangan sup dari banyak negara berdasarkan penilaian penggunanya. Halaman tersebut terakhir diperbarui pada 15 September 2026, dengan 59.185 rating tercatat dalam pemeringkatan tersebut, termasuk 33.446 rating yang menurut sistem TasteAtlas dikenali sebagai rating yang sah. TasteAtlas sendiri menegaskan bahwa daftar ini tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan final mengenai sup terbaik di dunia.
Menariknya, kuliner Indonesia berhasil menempati posisi tinggi melalui Soto Betawi, yang berada di peringkat ketiga dengan rating 4,4. Hidangan Indonesia tersebut bahkan berada di atas sejumlah hidangan Jepang yang juga masuk daftar, termasuk Yokohama-Style Ramen dan Tonkotsu Ramen. Lantas apa saja olahan sup terbaik di dunia versi TasteAtlas? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Vori-vori – Paraguay
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360608/original/058731000_1790657136-82c21f9b-300a-4bb1-b3d4-351b55e6d90f.jpg)
Vori-vori menempati posisi pertama dalam daftar Top 100 Soups in the World TasteAtlas dengan rating 4,7. Sup khas Paraguay ini memiliki ciri yang cukup berbeda dari sup pada umumnya karena berisi bola-bola kecil yang dibuat dari tepung jagung dan keju. Bola-bola tersebut kemudian dimasak dalam kaldu yang dapat berisi ayam, sayuran, dan berbagai rempah.
Salah satu daya tarik utama vori-vori adalah teksturnya. Adonan tepung jagung yang dicampur keju dibentuk menjadi bola kecil sebelum dimasukkan ke dalam kuah panas. Saat dimasak, bola-bola tersebut menjadi lebih lunak sekaligus menyerap sebagian rasa dari kaldu. TasteAtlas mencatat bahwa hidangan ini berkaitan dengan penggunaan jagung dan unggas dalam tradisi kuliner Guaranà serta perkembangan praktik memasak lokal Paraguay.
Vori-vori juga menunjukkan bagaimana bahan sederhana dapat menjadi hidangan yang mengenyangkan. Kuahnya biasanya dibumbui dengan bawang, bawang putih, peterseli, dan terkadang cabai. Dalam tradisi kuliner Paraguay, makanan ini dapat disantap di rumah maupun restoran dan kerap menjadi pilihan ketika cuaca lebih sejuk. Rating 4,7 yang tercantum di TasteAtlas menjadikannya hidangan dengan posisi tertinggi dalam daftar tersebut.
Advertisement
2. Beyran çorbası – Turki
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360484/original/010648100_1790649014-Beyran___orbas__.jpg)
Di posisi kedua terdapat Beyran çorbası, sup tradisional dari wilayah Gaziantep, Turki, dengan rating 4,5. Hidangan ini memiliki karakter yang cukup kuat karena menggunakan lemak domba, nasi, daging domba yang disuwir, bawang putih, pasta cabai, dan kaldu domba. Berbeda dari gambaran umum sup yang ringan, Beyran çorbası justru dikenal sebagai hidangan yang kaya rasa dan pedas.
Salah satu keunikan Beyran çorbası adalah cara penyajiannya. Menurut TasteAtlas, sup ini secara tradisional disantap sebagai menu sarapan di Gaziantep. Lemak domba yang telah dilelehkan menjadi salah satu komponen penting yang memberikan karakter gurih dan kaya pada hidangan. Campuran tersebut kemudian dipadukan dengan nasi, daging, bawang putih, pasta cabai, dan kaldu domba.
Rasa pedas menjadi bagian yang menonjol dari hidangan ini. Untuk menyeimbangkan cita rasanya, Beyran çorbası dapat disajikan bersama irisan lemon dan roti Turki. Perpaduan daging domba, kaldu, nasi, lemak, dan bumbu pedas membuatnya memiliki karakter yang jauh lebih kuat dibandingkan beberapa sup bening yang umum dikenal. Dalam daftar TasteAtlas terbaru, rating 4,5 menempatkannya tepat di bawah Vori-vori.
3. Soto Betawi – Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360485/original/058739300_1790649015-Soto_Betawi.jpg)
Soto Betawi menjadi wakil Indonesia yang berada di posisi ketiga dengan rating 4,4. Hidangan yang berasal dari Jakarta ini merupakan sup berkuah kaya yang umumnya menggunakan potongan daging sapi dan jeroan. Kuahnya memiliki karakter gurih karena menggunakan santan dan berbagai rempah, sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih pekat dibandingkan soto dengan kuah bening.
TasteAtlas mencatat sejumlah rempah yang biasa digunakan dalam Soto Betawi, antara lain serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk, dan ketumbar. Daging dan jeroan dimasak dalam kuah berbumbu tersebut hingga menghasilkan hidangan yang kaya rasa. Ketika disajikan, Soto Betawi dapat dilengkapi tomat, daun bawang, kecap manis, serta emping.
Soto Betawi juga memperlihatkan kuatnya identitas kuliner Jakarta dan masyarakat Betawi. Hidangan ini mudah ditemukan di berbagai warung, tempat makan, hingga restoran di Jakarta dan biasanya disantap bersama nasi serta acar. Posisi ketiga dalam daftar TasteAtlas membuat Soto Betawi berada di antara hidangan sup dari berbagai negara dan sekaligus menjadi salah satu sajian Indonesia dengan rating tinggi dalam kategori tersebut.
Advertisement
4. Yokohama-Style Ramen – Jepang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360486/original/064917000_1790649017-Yokohama-Style_Ramen.jpg)
Yokohama-Style Ramen, yang juga dikenal sebagai iekei ramen, berada di posisi keempat dengan rating 4,4. Hidangan ini berasal dari Yokohama dan memiliki sejarah yang dimulai pada 1974. Ciri utamanya adalah mi berukuran tebal yang disajikan dengan kaldu perpaduan antara tonkotsu yang kaya dan saus kedelai.
Selain kuah dan mi, ramen gaya Yokohama memiliki beragam topping. TasteAtlas menyebut chashu atau daging babi, rumput laut, daun bawang, dan bayam sebagai beberapa bahan yang umum digunakan. Beberapa tambahan lain seperti bawang putih cincang, wijen, sayuran fermentasi, dan lada hitam juga dapat digunakan sesuai selera.
Nama iekei sendiri berkaitan dengan gaya ramen yang dianggap bergaya rumahan. TasteAtlas mencatat bahwa hidangan ini diciptakan oleh mantan pengemudi truk yang membuka kedai ramen pada 1974. Kehadiran Yokohama-Style Ramen di posisi keempat menunjukkan bahwa kuliner Jepang tidak hanya populer karena sushi atau tempura, tetapi juga memiliki tradisi hidangan berkuah dengan karakter yang kuat.
5. Tonkotsu Ramen – Jepang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360609/original/061634800_1790657136-Tonkotsu_Ramen.jpg)
Masih dari Jepang, Tonkotsu Ramen menempati posisi kelima dengan rating 4,4. Berbeda dengan ramen yang menggunakan kaldu bening, tonkotsu terkenal dengan kuah kaldu babi yang kaya, berlemak, dan memiliki tekstur creamy. Kuah tersebut menjadi salah satu elemen yang membuat tonkotsu memiliki karakter rasa yang sangat kuat.
Tonkotsu biasanya disajikan bersama mi segar, telur dengan bagian kuning yang masih lembut, serta potongan daging babi yang empuk. Topping lainnya dapat berupa daun bawang, rebung, rumput laut, dan jagung. Ada pula variasi modern yang menggunakan mayu, yakni minyak wijen atau bawang putih yang dibakar, untuk memberikan aroma dan rasa yang semakin pekat.
Kunci karakter kuah tonkotsu terdapat pada proses memasak tulang babi dalam waktu lama. Menurut TasteAtlas, proses tersebut membuat kolagen dan lemak larut sehingga menghasilkan tekstur kaldu yang kaya dan creamy. Karena itu, meskipun sama-sama disebut ramen, tonkotsu memiliki identitas rasa yang berbeda dari Yokohama-Style Ramen yang berada satu tingkat di atasnya dalam daftar.
Advertisement
6. Sinigang na baboy – Filipina
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360610/original/064129100_1790657136-Sinigang_na_baboy_wiki.jpg)
Di posisi keenam terdapat Sinigang na baboy dari Filipina dengan rating 4,4. Hidangan ini merupakan variasi sinigang berbahan dasar daging babi yang dimasak bersama buah asam jawa. Salah satu ciri khas sinigang adalah perpaduan rasa gurih dan asam yang memberikan sensasi segar pada kuah.
Selain daging babi dan asam jawa, Sinigang na baboy dapat menggunakan tomat, bawang, bawang putih, okra, lobak putih, kangkung, dan cabai hijau. Kombinasi sayuran tersebut membuat hidangan memiliki banyak tekstur sekaligus memperkaya rasa kuah. TasteAtlas juga mencatat adanya variasi sinigang lain, termasuk sinigang na miso yang menggunakan miso sebagai salah satu bahan.
Sinigang menunjukkan bagaimana rasa asam dapat menjadi elemen utama dalam sebuah sup gurih. Penggunaan bahan asam seperti tamarind membuat hidangan ini memiliki karakter yang berbeda dari sup berbasis santan atau kaldu daging yang lebih dominan gurih. TasteAtlas juga mencatat bahwa meskipun campuran sinigang instan tersedia di supermarket, versi yang dibuat dari bahan-bahan segar memberikan pengalaman menikmati hidangan yang berbeda.
7. Tom kha gai – Thailand
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360611/original/098862100_1790657136-Soup_Bowl__cropped_.jpg)
Tom kha gai dari Thailand berada di posisi ketujuh dengan rating 4,4. Sup ini berasal dari wilayah Thailand bagian tengah dan dikenal sebagai hidangan berbahan ayam dengan kuah santan. Nama Tom kha gai sendiri merujuk pada sup ayam dengan galangal sebagai salah satu bahan pentingnya.
Komposisinya mencakup santan, potongan atau suwiran ayam, lengkuas, serai, bawang putih, cabai rawit, daun jeruk, kecap ikan, serta jamur shiitake. Galangal memberikan aroma dan rasa khas yang berpadu dengan kelembutan santan. Hasilnya adalah sup dengan kombinasi rasa gurih, aromatik, pedas, dan sedikit asam yang menjadi ciri menarik dari masakan Thailand.
Tom kha gai juga memiliki berbagai variasi. Selain versi ayam, terdapat versi vegetarian, tahu, seafood, dan daging babi. Hidangan ini secara tradisional dapat disajikan bersama nasi dan diberi pelengkap seperti daun ketumbar serta potongan tomat. Keberagaman tersebut membuat Tom kha gai mudah beradaptasi tanpa kehilangan karakter utama dari kuah santan dan rempahnya.
Advertisement
8. Lanzhou lamian – China
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360612/original/094969500_1790657138-Lanzhou_lamian.jpg)
Lanzhou lamian dari China menempati posisi kedelapan dengan rating 4,4. Hidangan ini berasal dari Lanzhou dan dikenal karena teknik pembuatan mi yang ditarik dengan tangan. Kata lamian sendiri merujuk pada mi yang dibuat melalui proses menarik adonan berulang kali hingga menghasilkan bentuk mi yang panjang dan tipis.
Selain teknik pembuatan mi, kaldu menjadi bagian penting dari Lanzhou lamian. TasteAtlas menjelaskan bahwa mi tersebut biasanya disajikan dalam kaldu sapi yang bening tetapi kaya rasa. Kaldu ini tidak menggunakan kecap sehingga rasa alami dari bahan-bahan yang digunakan tetap menonjol. Potongan daging sapi, lobak putih, daun ketumbar, dan minyak cabai menjadi beberapa pelengkap yang umum digunakan.
Ada pula prinsip visual yang dikenal dengan konsep lima warna, yaitu kaldu bening, lobak putih, daun ketumbar hijau, minyak cabai merah, dan mi berwarna kuning. Kombinasi tersebut membuat Lanzhou lamian tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga tampilan. TasteAtlas mencatat bahwa hidangan ini memiliki akar sejarah panjang dan berkembang menjadi salah satu sajian mi penting di China, terutama di kalangan komunitas Hui yang menyajikan makanan halal.
9. Lohikeitto – Finlandia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360613/original/097558400_1790657138-Lohikeitto.jpg)
Di posisi kesembilan terdapat Lohikeitto, atau sup salmon khas Finlandia, dengan rating 4,4. Sup ini menggunakan potongan fillet salmon, kentang, dan wortel yang dimasak dalam kaldu ikan dengan mentega dan krim. Hasil akhirnya adalah sup dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang berbeda dari hidangan sup berbasis rempah Asia.
Lohikeitto dikenal sebagai makanan yang memberikan rasa hangat dan nyaman, terutama dalam tradisi kuliner Finlandia. Salmon menjadi bahan utama yang memberikan rasa khas sekaligus tekstur lembut ketika dimasak dalam kuah. Kentang dan wortel melengkapi hidangan sehingga sup tidak hanya mengandalkan ikan sebagai isian.
TasteAtlas menyebut bahwa sup salmon ini biasanya dibumbui dengan dill dan dapat disajikan bersama roti gandum hitam yang diberi mentega atau irisan lemon. Dill memberikan aroma herbal yang segar, sementara lemon dapat memberikan sedikit sentuhan asam untuk menyeimbangkan kekayaan kuah. Kombinasi tersebut membuat Lohikeitto menjadi salah satu sup ikan yang menonjol dalam daftar TasteAtlas.
Advertisement
10. Caldo de queso – Meksiko
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360614/original/011822400_1790657139-Caldo_de_queso.jpg)
Melengkapi 10 besar terdapat Caldo de queso dari Sonora, Meksiko, dengan rating 4,4. Sup ini memiliki bahan yang relatif sederhana, yakni kentang, cabai hijau, kaldu ayam, dan keju. Walaupun komposisinya tidak sebanyak beberapa sup lain dalam daftar, perpaduan bahan tersebut menghasilkan hidangan yang memiliki rasa gurih dan tekstur creamy.
Salah satu hal penting dalam pembuatan Caldo de queso adalah waktu memasukkan keju. TasteAtlas menjelaskan bahwa keju sebaiknya ditambahkan terakhir agar dapat membuat kuah menjadi creamy tanpa berubah menjadi gumpalan keju besar di dalam cairan. Teknik sederhana ini menjadi bagian penting untuk mendapatkan tekstur yang sesuai.
Caldo de queso secara tradisional juga dapat disajikan bersama keripik tortilla jagung goreng. Kehadiran kentang, cabai hijau, kaldu ayam, dan keju memperlihatkan bagaimana bahan-bahan sehari-hari dapat diolah menjadi sup khas daerah. Dengan rating 4,4, hidangan dari Sonora ini menutup daftar 10 besar TasteAtlas yang juga diisi kuliner dari Paraguay, Turki, Indonesia, Jepang, Filipina, Thailand, China, dan Finlandia.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Olahan Sup Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas
1. Apa olahan sup terbaik di dunia menurut TasteAtlas?
Dalam daftar Top 100 Soups in the World yang diperbarui 15 September 2026, Vori-vori dari Paraguay berada di posisi pertama dengan rating 4,7.
2. Apakah ada sup dari Indonesia dalam daftar TasteAtlas?
Ada. Soto Betawi dari Jakarta berada di posisi ketiga dengan rating 4,4. Selain itu, Gulai dari Sumatra juga tercantum di posisi ke-16 dengan rating 4,3.
3. Sup Jepang apa yang masuk 10 besar?
Dua hidangan Jepang masuk 10 besar, yaitu Yokohama-Style Ramen di posisi keempat dan Tonkotsu Ramen di posisi kelima. Keduanya memperoleh rating 4,4 pada halaman TasteAtlas yang diperbarui 15 September 2026.
4. Apakah peringkat TasteAtlas merupakan penilaian resmi dunia?
Tidak. TasteAtlas menjelaskan bahwa ranking mereka didasarkan pada rating audiens dan tidak seharusnya dianggap sebagai kesimpulan final mengenai makanan terbaik di dunia.
5. Berapa rating Soto Betawi di TasteAtlas?
Soto Betawi memperoleh rating 4,4 dan berada di posisi ketiga dalam daftar Top 100 Soups in the World yang diperbarui pada 15 September 2026.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360761/original/003778800_1790664222-Your_paragraph_text__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360482/original/000802900_1790648968-Soto_Betawi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360832/original/053430300_1790666986-ChatGPT_Image_Sep_29__2026__02_26_58_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360520/original/047829700_1790651425-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360818/original/097632800_1790666153-Hl.jpg)