Museum Louvre Geger, 2 Wisatawan Tempel Lukisan di Ruang Mona Lisa

Aksi tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada bagian dinding ruang pamer Mona Lisa di Museum Louvre, Paris.

Diterbitkan 22 September 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mona Lisa menjadi perhatian setelah dua warga negara Jerman ditangkap karena menempelkan dua lukisan di dinding aula Museum Louvre, Paris, Prancis. Aksi tersebut berlangsung di area yang menjadi tempat pengunjung melihat langsung karya Leonardo da Vinci tersebut.

Kedua pria itu menggunakan selotip untuk memasang dua lukisan berukuran sekitar 30 x 40 sentimeter. Salah satu karya menampilkan salah satu pelaku yang mengenakan baju zirah, sedangkan lukisan lainnya memperlihatkan kedua pria tersebut bersama seorang perempuan.

Petugas keamanan Louvre segera menahan keduanya dan menghubungi kepolisian. Polisi kemudian menangkap kedua pria tersebut atas dugaan menyebabkan kerusakan ringan pada dinding.

Saat diperiksa, keduanya mengatakan pada polisi bahwa aksi itu dilakukan untuk bersenang-senang, menurut sumber kepolisian yang dikutip AFP, Senin, 21 September 2026.

Kedua pelaku akan dipanggil untuk menghadiri persidangan setelah pihak Louvre mengajukan laporan resmi terkait kerusakan pada dinding. Mona Lisa sendiri tidak mengalami kerusakan dalam insiden tersebut karena lukisan itu berada di balik lapisan kaca pelindung tebal.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Louvre meningkatkan kewaspadaan setelah serangkaian aksi pencurian menyasar museum dan galeri di Prancis. Kondisi itu turut memunculkan pertanyaan mengenai keamanan sejumlah institusi budaya di negara tersebut.

Louvre juga pernah menjadi sasaran pencurian pada Oktober 2025. Delapan perhiasan bernilai jutaan dolar raib dalam aksi yang berlangsung pada siang hari. Polisi telah menangkap empat tersangka, tapi barang-barang yang dicuri belum ditemukan meski penyelidikan dan pencarian terus dilakukan.

 

Sorotan Keamanan Museum Louvre

Pencurian tersebut mengungkap sejumlah kelemahan keamanan Louvre, termasuk sistem kamera pengawas yang sudah ketinggalan zaman. Audit yang diperintahkan museum pada 2019 sebenarnya telah mencatat persoalan serupa, tapi temuan dalam laporan itu tidak ditindaklanjuti.

Louvre menerima sekitar sembilan juta pengunjung sepanjang tahun lalu, jauh melampaui kapasitas yang dirancang untuk museum. Jumlah tersebut turut memicu persoalan kepadatan di dalam area museum.

Ruang yang menampilkan Mona Lisa menjadi salah satu titik yang banyak didatangi pengunjung. Karya itu menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara yang ingin melihatnya secara langsung. Kepadatan di area tersebut membuat pengelolaan arus pengunjung menjadi salah satu perhatian dalam operasional Museum Louvre.

Rencana Pembaruan Louvre

Pada Mei 2026, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengumumkan rencana pembaruan besar untuk Louvre. Proyek tersebut mencakup pembangunan ruang khusus baru untuk Mona Lisa, serta pintu masuk museum yang baru.

Sebelum ini, Louvre jadi salah satu tempat terdampak gelombang panas pada Juni 2026. Mengutip France24, 27 Juni 2026, manajemen mengatakan museum yang paling banyak dikunjungi di dunia itu tutup dari Rabu hingga Sabtu, 24─27 Juni 2026, dua jam lebih awal pada pukul 4 sore karena gelombang panas.

Suhu yang melonjak di Paris membuat "kondisi kunjungan dan kerja menjadi sulit selama jam-jam terpanas dalam sehari," kata manajemen. Mereka juga mencatat bahwa "di penghujung hari panas paling terasa, diperparah oleh jumlah pengunjung yang tinggi."

 

Terdampak Gelombang Panas

Manajemen museum sempat menyatakan bahwa bangunan bersejarah itu "rentan dan tidak cukup beradaptasi dengan perubahan iklim." Direktur museum, Christophe Leribault, memperingatkan bahwa museum "kehabisan tenaga" karena kesulitan mencari dana untuk meningkatkan fasilitasnya yang sudah tua.

Prancis merupakan negara paling terdampak gelombang panas ekstrem di Eropa. Météo-France, semacam BMKG negara itu, bahkan telah menempatkan 54 wilayah administratif (departemen) dalam peringatan merah pada 23 Juni 2026, yang memengaruhi sekitar 39 warga.

Mengutip Euronews, 23 Juni 2026, lebih dari 450 rekor suhu panas dipecahkan atau disamai di seluruh negeri, menjadikan kemarin sebagai hari terpanas ketiga yang pernah tercatat dengan suhu rata-rata nasional 29,2 derajat Celcius. Di Departemen Cher, temperatur bahkan naik hingga 43,3 derajat Celcius.

Â