Liputan6.com, Jakarta Resep roti jala durian menghadirkan dua bintang kuliner Melayu dalam satu piring, yakni lembaran tepung berpola jaring yang lembut dan siraman kuah durian yang legit sekaligus harum. Perpaduan ini akrab di Riau dan wilayah pesisir Sumatera, kerap muncul saat berbuka puasa, arisan, hingga hajatan keluarga. Kalau selama ini Anda hanya mengenal roti jala berteman kari ayam atau kari kambing, versi manis dengan kuah durian ini layak dicoba di rumah.
Roti jala sendiri bukan hidangan sembarangan. Namanya berasal dari kata "roti" yang merujuk roti pipih ala India dan "jala" yang berarti jaring, menggambarkan pola renda khas ketika adonan dikucurkan ke wajan. Hidangan ini melekat pada tradisi Melayu, Minangkabau, dan Aceh, serta bisa dijumpai di Indonesia, Malaysia, hingga Singapura. Secara turun-temurun, roti jala disajikan dalam kelompok tiga sampai empat lembar sebagai pengganti nasi.
Yang membuat versi durian ini istimewa adalah kuahnya, yang di banyak daerah disebut kinca durian yaitu saus manis dari daging durian, santan, dan gula merah. Teksturnya lembut, aromanya menggoda, dan rasanya membuat siapa pun ingin menambah. Panduan berikut menuntun Anda langkah demi langkah, dari mencetak jaring yang rapi sampai meracik kuah durian yang pas kekentalannya.
Advertisement
Mengenal Roti Jala Durian dan Asal-usulnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353373/original/082415800_1789962671-01M2TDDDH2CC6YPQZFE2P1QHT7.jpg)
Sejarah roti jala tidak banyak tercatat, tetapi hidangan ini diyakini berkembang dari pengaruh kuliner India yang masuk ke Semenanjung Melayu lewat jalur perdagangan. Ada pula cerita rakyat yang mengaitkan pola jaringnya dengan jaring ikan para nelayan Melayu, dan keahlian membuatnya diwariskan lintas generasi selama berabad-abad. Di Tanah Air, roti jala populer sebagai kudapan sore maupun sajian istimewa pada perhelatan keluarga.
Bedanya dengan Putu Mayam dan String Hopper
Sekilas roti jala mirip putu mayam atau string hopper karena sama-sama berbentuk untaian halus. Bedanya jelas: roti jala dibuat dari tepung terigu dan dimasak dengan cara dipanggang tipis di wajan, lalu dilipat atau digulung setelah matang. String hopper memakai tepung beras dan dikukus hingga menggunung. Ciri khas roti jala yang baik adalah lembut dan lentur, bukan kering atau garing.
Kenapa Durian Cocok Jadi Kuah
Durian dijuluki raja buah karena daging buahnya yang bertekstur seperti custard, sehingga menyatu sempurna dengan santan menjadi kuah yang kental dan creamy. Sebagai bonus, durian juga bergizi. Sebagaimana diungkapkan Dr. Axe, durian tergolong buah padat nutrisi yang kaya vitamin C, vitamin B, mangan, dan potasium, bahkan mengandung lemak sehat yang jarang dimiliki buah lain. Dilansir dari Healthline, durian memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding banyak buah tropis lain sehingga lonjakan gula darahnya cenderung lebih landai.
Info Resep Ringkas
Â
- Porsi: 4 porsi (sekitar 10 lembar roti jala)
- Waktu persiapan: 20 menit
- Waktu masak: 30 menit
- Total waktu: 50 menit
- Tingkat kesulitan: Sedang
Advertisement
Bahan-bahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381527/original/026782400_1792826373-Roti_jala.jpg)
Bahan roti jala
- 250 gram tepung terigu serbaguna
- 1 butir telur
- 450 ml santan encer
- 2 sendok makan minyak sayur
- 1/2 sendok teh kunyit bubuk
- 1/2 sendok teh garam
Bahan kuah durian (kinca)
- 300 gram daging durian, buang bijinya
- 400 ml santan sedang
- 100 gram gula merah, sisir
- 2 lembar daun pandan, simpulkan
- 1 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
- 1/4 sendok teh garam
Cara Membuat Roti Jala Durian
- Campur tepung terigu, kunyit bubuk, dan garam dalam wadah besar, lalu aduk hingga rata.
- Tambahkan telur, santan encer, dan minyak sayur, kemudian blender atau kocok adonan hingga licin dan tidak bergumpal.
- Saring adonan, lalu diamkan selama 15 sampai 20 menit agar jaring roti jala tidak mudah putus saat dimasak.
- Panaskan wajan antilengket dengan api kecil, kemudian oles tipis permukaannya dengan minyak.
- Tuang adonan ke dalam botol berlubang atau cetakan roti jala, lalu kucurkan melingkar hingga membentuk pola jaring.
- Masak tanpa dibalik hingga permukaan kering dan tepinya mulai terangkat, sekitar satu menit, lalu angkat.
- Lipat kedua sisi roti jala ke tengah dan gulung, kemudian ulangi sampai adonan habis.
- Untuk kuahnya, masak santan bersama gula merah, daun pandan, dan garam dengan api kecil sambil diaduk hingga gula larut.
- Masukkan daging durian, aduk hingga tercampur rata dan kuah beraroma harum.
- Tuang larutan maizena, masak sambil terus diaduk hingga kuah mengental, lalu angkat dan sirami roti jala dengan kuah durian selagi hangat.
Tips agar Roti Jala Durian Lebih Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240621/original/064046300_1748927002-roti_jala.jpg)
- Jaga api tetap kecil. Roti jala yang baik bertekstur lembut dan lentur, bukan cokelat atau garing, sehingga mudah digulung dan nyaman menyerap kuah.
- Tes satu lembar dulu. Bila jaring gampang putus, berarti adonan terlalu encer, jadi tambahkan sedikit terigu; bila lubang cetakan tersumbat, adonan terlalu kental, jadi tambahkan sedikit air atau santan.
- Blender dan istirahatkan adonan. Memblender membuat tekstur licin bebas gumpalan, sedangkan mendiamkan adonan membantu jaring keluar mulus dan tidak sobek.
- Pilih durian yang benar-benar matang. Daging yang pekat dan lembut menghasilkan kuah paling harum; hindari daging berjamur atau terlalu berair karena membuat rasa kuah menjadi hambar.
- Saring kuah bila ingin ekstra lembut. Setelah kuah mengental, saring sambil ditekan agar serat durian tersaring dan teksturnya jadi licin. Sajikan roti jala hangat, dan simpan sisanya di wadah tertutup lalu hangatkan kembali sebelum disantap.
Variasi dan Substitusi Roti Jala Durian
- Versi tanpa telur. Lewati telur dan gantilah dengan tambahan santan atau air agar konsistensi tetap encer dan mengalir lancar. Untuk versi nabati, air rendaman kacang arab (aquafaba) bisa menggantikan peran telur sebagai pengikat.
- Versi warna alami. Bagi adonan lalu beri warna dari daun pandan untuk hijau, bunga telang untuk biru keunguan, atau sedikit air bit untuk merah muda. Selain cantik, pandan menambah wangi lembut pada roti jala.
- Versi kinca gula merah tanpa durian. Untuk anggota keluarga yang belum akrab dengan durian, sajikan roti jala dengan kinca gula merah biasa dari santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya tetap legit tanpa aroma durian yang kuat.
Membuat roti jala durian sebenarnya soal kesabaran mengucurkan adonan dan ketelatenan menjaga api. Begitu jaring pertama berhasil dan kuah durian mulai mengeluarkan aroma, sisanya akan terasa menyenangkan. Siapkan durian pilihan, ajak keluarga mencetak pola jaring bergantian, dan nikmati kudapan khas Melayu ini selagi hangat di meja Anda.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Roti Jala Durian
1. Apa saja bahan utama untuk membuat roti jala durian?
Bahan utamanya meliputi tepung terigu, telur, santan, air, garam, dan daging durian untuk sausnya.
2. Bagaimana cara membuat roti jala yang lembut?
Pastikan adonan tidak terlalu kental, saring sebelum dicetak, lalu masak dengan api kecil hingga matang.
3. Bagaimana cara membuat saus durian yang legit dan harum?
Masak daging durian bersama santan dan gula dengan api kecil sambil diaduk hingga mengental.
4. Apakah roti jala durian bisa dibuat tanpa santan?
Bisa. Santan bisa diganti dengan susu cair, tetapi rasa dan aroma roti jala akan sedikit berbeda.
5. Bagaimana cara menyimpan roti jala durian agar tetap enak?
Simpan roti jala dan saus durian dalam wadah tertutup di lemari es. Hangatkan kembali sebelum disajikan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381526/original/021818300_1792826373-roti_jala_durian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465608/original/066696100_1767771873-Gemini_Generated_Image_miku8bmiku8bmiku.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381490/original/015386600_1792822138-Gemini_Generated_Image_qadd6rqadd6rqadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381440/original/079032900_1792817294-HL_tempe_2.jpg)