Cluttercore, Saat Rumah Berantakan Justru Terlihat Estetik

Penuh barang, bukan berarti berantakan. Cluttercore hadir untuk Anda yang ingin rumah terasa lebih personal, hidup, dan tetap tertata.

Diterbitkan 02 September 2026, 23:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Buku, gelas, vas, lampu, cermin, dan berbagai pajangan kecil bisa berada dalam satu ruangan yang sama. Dalam konsep cluttercore, banyaknya barang justru menjadi bagian dari karakter sebuah ruang, tanpa membuatnya terlihat berantakan.

Ada begitu banyak hal yang ingin kita simpan di rumah, mulai dari pajangan, lukisan, koleksi buku, hingga benda-benda kecil yang mungkin tidak memiliki fungsi khusus, namun menyimpan kenangan indah.

Tidak apa-apa untuk mempertahankan semua itu. Selama ditata dan diorganisir dengan baik, ruangan yang penuh tidak selalu berarti ruangan yang berantakan.

Belakangan ini, konsep cluttercore semakin populer. Cluttercore merupakan gaya dekorasi interior yang sengaja menggunakan banyak barang, warna, pola, dan elemen dekoratif dalam satu ruangan untuk menciptakan kesan yang penuh, personal, dan eklektik.

Namun, "penuh" bukan berarti tidak teratur atau asal menaruh barang di mana saja. Dalam cluttercore, setiap elemen tetap dipilih dan ditata dengan penuh perhatian.

Tampilannya dapat memadukan warna-warna cerah, furnitur yang unik, berbagai karya seni, koleksi pribadi, bahkan detail-detail dekoratif yang mencerminkan selera dan kepribadian pemilik rumah.

Melansir Elle Decor, Rabu (2/9/2026), inti dari cluttercore adalah membuat rumah benar-benar terasa seperti milik kita sendiri, bukan sekadar ruangan penuh yang tidak memiliki fungsi.

Lalu, bagaimana cara memaksimalkan barang-barang yang kita miliki tanpa membuat rumah terasa benar-benar berantakan? Jawabannya bukan dengan mengurangi semuanya, tapi dengan belajar menata dan mengkurasi apa yang sudah kita punya.

Maksimalkan dan Tata yang Sudah Ada

Daripada buru-buru membeli dekorasi baru, barang-barang yang sudah ada di rumah bisa menjadi titik awal untuk menerapkan konsep cluttercore. Buku, pajangan, mainan lama, dan benda dengan bentuk menarik dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari dekorasi.

Meski identik dengan tampilan penuh, cluttercore bukan berarti semua barang harus dipajang sekaligus. Pilih dan kurasi benda yang sesuai dengan selera, serta karakter ruang agar hasilnya tetap nyaman dan tidak terasa sesak.

Setelah menentukan barang yang ingin ditampilkan, kelompokkan berdasarkan ukuran, bentuk, warna, atau motif. Cara ini membantu menciptakan susunan yang lebih terarah dan harmonis.

Dengan memanfaatkan koleksi yang sudah dimiliki, Anda tidak hanya menghemat pengeluaran, tapi juga dapat menghadirkan ruang yang terasa lebih personal dan penuh cerita.

Bermain dengan Layer dan Warna

Setiap ruangan memiliki bentuk dan karakter yang berbeda, sehingga penataan cluttercore bisa disesuaikan dengan kondisi ruang. Setelah mengelompokkan barang, cobalah bereksperimen dengan layering dan warna untuk menciptakan tampilan yang lebih dinamis.

Susun buku secara vertikal atau horizontal, sementara lukisan dan karya seni tidak selalu harus digantung di dinding. Menyandarkannya dapat memberikan kesan lebih santai.

Benda-benda kecil juga bisa ditempatkan di depan elemen yang lebih besar untuk menciptakan kedalaman dan membuat sudut ruangan terasa hidup. Permainan warna turut menjadi bagian penting.

Padukan warna pajangan dengan dinding, langit-langit, atau furnitur agar tercipta tampilan yang harmonis. Bebaskan kreativitas dan sesuaikan susunan dengan selera serta kepribadian untuk menghadirkan ruang yang penuh karakter.

Penuh Bukan Berarti Berantakan

Rumah merupakan cerminan kehidupan penghuninya, diisi berbagai benda yang memiliki fungsi maupun menyimpan kenangan. Karena itu, setiap orang bebas menata ruang sesuai selera dan kepribadian, termasuk melalui konsep cluttercore.

Namun, cluttercore bukan berarti membiarkan barang berserakan atau menumpuk tanpa tujuan. Terlalu banyak benda justru dapat membuat ruangan terasa sesak dan tidak nyaman.

Konsep ini lebih menekankan pada bagaimana memilih, serta menampilkan barang-barang yang memiliki arti secara terarah. Meski menghadirkan tampilan yang penuh, fungsi setiap ruangan tetap perlu diperhatikan.

Rumah harus tetap nyaman digunakan sesuai kebutuhan sehari-hari. Pada akhirnya, cluttercore bukan tentang seberapa banyak barang yang dimiliki, melainkan bagaimana menatanya dengan cermat sehingga ruang terasa personal, hangat, dan tetap nyaman.