Apakah Boleh Menggunakan Sunscreen di Sore Hari? Ini Faktanya

Apakah boleh menggunakan sunscreen di sore hari? Simak penjelasan soal sinar UV sore, waktu tepat pakai tabir surya, dan tips reapply yang benar.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang bertanya, apakah boleh menggunakan sunscreen di sore hari atau justru mubazir karena matahari sudah tidak terik. Pertanyaan ini wajar muncul, apalagi kalau kamu baru pulang kerja dan tetap ingin merawat kulit.

Jawaban singkatnya, boleh, bahkan dianjurkan selama masih ada cahaya matahari. Sebab sinar ultraviolet tidak langsung hilang begitu jam menunjukkan pukul tiga atau empat sore.

Dilansir dari Consumer Reports, sinar matahari paling kuat antara pukul 10 pagi hingga 4 sore, lalu melemah mendekati matahari terbenam, meski sinar UVA tetap kuat selama masih ada cahaya. Karena itu, keputusan menggunakan sunscreen di sore hari tetap masuk akal selama langit masih terang, berikut ulasan Liputan6.com.

Mengenal Sunscreen dan Cara Kerjanya Melindungi Kulit

Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu sunscreen. Sunscreen atau tabir surya merupakan produk perawatan kulit yang berfungsi melindungi kulit dari paparan radiasi sinar ultraviolet (UV) matahari.

Tabir surya bekerja dengan menyerap atau memantulkan sinar UV sebelum radiasi tersebut mencapai lapisan kulit yang lebih dalam. Cara kerja ini membantu mengurangi dampak paparan sinar matahari terhadap kulit, terutama ketika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan.

Kalau kamu penasaran dengan cara kerja tabir surya, secara umum terdapat dua mekanisme utama yang perlu dipahami.

Dalam praktiknya, sunscreen dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan cara kerjanya, yaitu chemical sunscreen dan physical sunscreen. Chemical sunscreen bekerja dengan menyerap sinar UV, kemudian mengubah energi radiasi tersebut menjadi panas yang dilepaskan dari kulit. Sementara itu, physical sunscreen bekerja dengan membantu memantulkan dan menghamburkan radiasi UV di permukaan kulit.

Gambaran sederhananya, physical sunscreen dapat diibaratkan seperti cermin kecil yang membantu memantulkan sinar, sedangkan chemical sunscreen bekerja lebih seperti spons yang menyerap energi dari sinar UV.

Selain memahami cara kerjanya, kamu juga perlu mengenali tingkat perlindungan yang ditawarkan sunscreen. Perlindungan ini umumnya ditandai dengan SPF dan PA. Mengutip Johns Hopkins Medicine, SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan kemampuan tabir surya dalam melindungi kulit dari sinar UVB, yaitu jenis radiasi yang dapat menyebabkan kulit terbakar serta berkontribusi terhadap risiko kanker kulit.

Sementara itu, sinar UVA berperan dalam proses penuaan kulit dan juga berkaitan dengan risiko kanker kulit. Karena itu, kamu sebaiknya memilih sunscreen dengan label broad spectrum, yang memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB sekaligus.

Memahami perbedaan tersebut membuat kamu tidak lagi menganggap sunscreen hanya sebagai produk untuk mencegah kulit menjadi lebih gelap atau terbakar. Perlindungan terhadap paparan UVA dan UVB sama-sama penting, terutama ketika kulit sering terpapar sinar matahari dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan memilih sunscreen yang memberikan perlindungan broad spectrum dan menggunakannya secara tepat, kulit tetap mendapatkan perlindungan ketika matahari mulai terasa terik hingga sore hari.

Apakah Boleh Menggunakan Sunscreen di Sore Hari?

Jawabannya, boleh, dan justru tetap dianjurkan selama masih ada cahaya matahari. Menggunakan sunscreen pada sore hari bukan berarti sia-sia, sebab paparan sinar ultraviolet (UV) belum sepenuhnya berhenti meski cahaya matahari mulai terasa lebih lembut.

Hal yang perlu dibedakan adalah kondisi sore hari dan malam hari. Menjelang senja, intensitas sinar UVB memang cenderung menurun. Namun, sinar UVA masih dapat mencapai permukaan bumi selama langit masih terang. Mengacu pada tinjauan ilmiah yang diarsipkan oleh National Center for Biotechnology Information (NCBI), sinar UVA tetap hadir sepanjang hari, termasuk pada pagi dan sore hari.

Paparan UVA juga tidak hanya terjadi ketika kamu berada di luar ruangan. Sinar ini mampu menembus kaca jendela, sehingga kulit tetap berpotensi terpapar meski kamu menghabiskan sore di dalam rumah, kantor, atau kendaraan.

Kondisi tersebut menjadi semakin relevan bagi masyarakat di Indonesia yang berada di wilayah tropis dengan paparan sinar matahari relatif tinggi sepanjang tahun. Karena itu, penggunaan tabir surya spektrum luas tetap penting hingga sore hari, bukan hanya ketika matahari sedang terik pada siang hari.

Pentingnya perlindungan dari paparan UV sepanjang hari juga disampaikan oleh Dr. Sameer Gupta, ahli bedah dermatologi, dalam wawancaranya dengan Popular Science. Ia menjelaskan, “Paparan UV terjadi 365 hari dalam setahun. Entah hujan, mendung, atau langit benar-benar cerah, paparan UV tetap menembus.”

Artinya, berkurangnya terik matahari bukan menjadi tanda bahwa kulit sudah sepenuhnya terbebas dari paparan UV. Selama aktivitas masih berlangsung pada sore hari dan kondisi di sekitar masih terang, sunscreen tetap memiliki peran dalam membantu melindungi kulit.

Kenapa Kulit Tetap Butuh Sunscreen di Sore Hari

Banyak orang mengira kulit otomatis lebih aman begitu matahari mulai turun. Padahal, berkurangnya rasa terik bukan berarti paparan sinar ultraviolet (UV) sudah berhenti sepenuhnya. Ada beberapa alasan mengapa perlindungan kulit tetap perlu diperhatikan pada sore hari.

Sebagaimana diungkapkan BMKG, indeks UV di hampir seluruh wilayah Indonesia dapat berada pada tingkat berbahaya hingga sangat berbahaya pada rentang pukul 10.00 hingga 16.00. Dengan demikian, waktu pulang kerja atau sekolah masih dapat bertepatan dengan periode ketika paparan UV cukup signifikan.

Dr. Melissa Piliang, dermatolog di Cleveland Clinic, juga menekankan bahwa paparan sinar matahari tidak hanya terjadi ketika seseorang sengaja berjemur atau beraktivitas di bawah terik matahari. Dalam aktivitas sehari-hari pun, kulit tetap mendapatkan paparan sinar matahari, “Kita mendapat cukup banyak paparan sinar matahari hanya dari menjalani aktivitas sehari-hari.”

Beberapa kondisi berikut menjadi alasan mengapa penggunaan sunscreen masih relevan pada sore hari:

  1. Sinar UVA tetap hadir sepanjang hari. Berbeda dengan UVB yang intensitasnya lebih mudah berubah mengikuti posisi matahari, sinar UVA dapat tetap mencapai permukaan bumi sepanjang hari. Sebagaimana dikutip dari MD Anderson, paparan UVA dapat memicu penggelapan kulit, pigmentasi, dan kerusakan oksidatif yang berkontribusi terhadap proses penuaan dini.

  2. Sinar UV dapat menembus kaca. Berada di dalam mobil atau ruangan tidak selalu berarti kulit sepenuhnya terlindungi dari paparan UV. Ketika kamu menyetir pulang pada sore hari, misalnya, sebagian sinar UV dapat menembus kaca jendela dan mengenai kulit tanpa disadari.

  3. Paparan cahaya biru juga perlu diperhatikan. Selain sinar UV, kulit juga dapat terpapar cahaya biru dari perangkat seperti ponsel dan laptop serta sumber pencahayaan tertentu. Merujuk laporan Gulf News, paparan cahaya biru dapat berkaitan dengan stres oksidatif yang berpotensi memengaruhi proses penuaan kulit dan hiperpigmentasi.

  4. Dampak paparan UV bersifat kumulatif. Paparan sinar matahari dalam jumlah kecil yang terjadi berulang kali tetap dapat terakumulasi. Efeknya mungkin tidak langsung terlihat pada hari yang sama, tetapi paparan jangka panjang dapat berkontribusi terhadap perubahan pada kondisi kulit.

  5. Awan tidak sepenuhnya menghalangi sinar UV. Cuaca mendung pada sore hari bukan berarti kulit terbebas dari paparan UV. Sebagian radiasi UV tetap dapat mencapai permukaan bumi, sehingga perlindungan kulit masih diperlukan ketika kamu beraktivitas di luar ruangan.

  6. Dampak jangka panjangnya perlu diperhatikan. Paparan UV yang berlangsung terus-menerus dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah kulit, mulai dari munculnya kerutan dan flek hitam hingga peningkatan risiko kanker kulit. Karena itu, perlindungan sebaiknya menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika matahari sedang terasa sangat terik.

Waktu dan Cara Tepat Menggunakan Sunscreen

Kalau sunscreen masih boleh digunakan pada sore hari, lalu kapan waktu terbaik untuk memakainya dan bagaimana cara penggunaannya? Salah satu kuncinya adalah melakukan reapply atau mengoleskan kembali sunscreen secara berkala selama kulit masih terpapar sinar matahari.

Sebagaimana dilaporkan Fox News, tabir surya sebaiknya memiliki perlindungan spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih. Sunscreen perlu diaplikasikan setidaknya 15 menit sebelum keluar rumah, kemudian digunakan kembali setiap dua jam atau setelah berkeringat dan berenang.

Annie Christenson, aesthetician medis di Houston Methodist, mengingatkan bahwa tidak ada sunscreen yang mampu memberikan perlindungan penuh selama berjam-jam hanya dengan satu kali pemakaian. “Kamu tidak akan mendapat perlindungan delapan jam dari tabir surya apa pun.”

Hal serupa disampaikan Hamdan Abdullah Hamed, dermatolog bersertifikat, yang dikutip CNBC. Ia menyarankan penggunaan kembali sunscreen secara berkala ketika kulit masih terpapar sinar matahari. “Pada hari-hari cerah, atau sepanjang siang, oleskan ulang tabir surya setiap dua jam.”

Agar perlindungan tetap optimal hingga sore hari, beberapa langkah berikut dapat kamu jadikan panduan:

  1. Pilih produk yang sesuai. Gunakan sunscreen broad spectrum dengan SPF 30 atau lebih. Untuk perlindungan terhadap UVA, perhatikan pula keterangan PA pada kemasan, misalnya PA+++ atau PA++++.

  2. Aplikasikan sebelum beraktivitas. Oleskan sunscreen sekitar 15 menit sebelum keluar rumah atau mulai melakukan aktivitas di bawah sinar matahari. Waktu ini memberikan kesempatan bagi produk untuk membentuk lapisan perlindungan pada kulit.

  3. Gunakan dalam jumlah yang cukup. Mengaplikasikan sunscreen terlalu tipis dapat membuat perlindungan yang diperoleh tidak sesuai dengan tingkat SPF yang tercantum pada kemasan. Untuk wajah dan leher, kamu dapat menggunakan patokan sekitar dua ruas jari, lalu ratakan secara merata pada area yang terpapar.

  4. Lakukan reapply setiap dua jam saat diperlukan. Jika kamu masih berada di luar ruangan dan terpapar sinar matahari, aplikasikan kembali sunscreen setiap dua jam. Reaplikasi juga penting setelah berkeringat banyak, berenang, atau mengelap wajah. Panduan mengenai reaplikasi setiap dua jam ini tetap relevan ketika aktivitas berlangsung hingga sore hari.

  5. Sesuaikan dengan aktivitas sore. Jika kamu masih beraktivitas di luar hingga sore, lakukan reapply berdasarkan waktu pemakaian sebelumnya dan kondisi kulit. Tidak ada keharusan melakukan reapply hanya karena jam sudah menunjukkan pukul 17.00 atau 18.00 jika kamu sudah tidak lagi terpapar sinar matahari secara langsung.

  6. Hentikan penggunaan ketika paparan matahari sudah berakhir. Setelah aktivitas selesai dan kamu sudah tidak lagi membutuhkan perlindungan dari sinar matahari, tidak perlu mengoleskan sunscreen pada malam hari. Bersihkan wajah secara menyeluruh untuk mengangkat sisa produk sebelum melanjutkan rutinitas perawatan kulit malam.

Jadi, penggunaan sunscreen pada sore hari tidak ditentukan semata-mata oleh jam, melainkan oleh kondisi dan aktivitas yang dilakukan. Selama kulit masih berpotensi terpapar sinar matahari, perlindungan tetap diperlukan. Reapply juga perlu disesuaikan dengan durasi paparan, keringat, aktivitas air, dan apakah sunscreen sebelumnya sudah terhapus.

Tips Memilih dan Memaksimalkan Sunscreen untuk Aktivitas Sore

Supaya perlindungan kulit pada sore hari tetap optimal, pemilihan sunscreen juga perlu diperhatikan. Produk yang tepat bukan hanya memberikan perlindungan dari sinar ultraviolet (UV), tetapi juga nyaman digunakan secara rutin dan mudah diaplikasikan kembali ketika dibutuhkan.

Sebelum membeli, pastikan produk yang dipilih memenuhi ketentuan keamanan dan memiliki informasi yang jelas pada kemasannya. Sebagaimana disampaikan BPOM, masyarakat diimbau menerapkan Cek KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli kosmetik, termasuk produk tabir surya.

Kebiasaan menggunakan sunscreen secara rutin juga memiliki manfaat yang didukung oleh penelitian. Berdasarkan laporan Stanford Medicine, penggunaan tabir surya secara teratur berkaitan dengan penurunan kejadian kanker kulit. Salah satu uji terkontrol secara acak yang dilakukan di Australia juga menemukan bahwa penggunaan sunscreen setiap hari dapat menurunkan kejadian melanoma.

Dr. Elizabeth Hale, dermatolog bersertifikat, yang dikutip dari Newsweek, turut menekankan pentingnya menjadikan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

“Mengaplikasikan tabir surya setiap hari sebagai bagian dari rutinitas pagi adalah cara terbaik melindungi kulit dari paparan matahari.”

Selain memperhatikan kandungan dan tingkat perlindungannya, beberapa hal berikut dapat membantu kamu memilih sunscreen yang lebih sesuai untuk penggunaan sehari-hari:

  1. Pastikan produk memiliki izin edar. Sebelum membeli, periksa kemasan dan informasi produk, termasuk nomor izin edar serta tanggal kedaluwarsa. Kamu juga dapat mengikuti tips memilih sunscreen yang sesuai dengan klaim SPF dan ketentuan BPOM.

  2. Sesuaikan dengan tingkat SPF. Kenali perbedaan SPF 30 dan SPF 50 sebelum menentukan pilihan. SPF 30 secara umum menyaring sekitar 97% radiasi UVB, sedangkan SPF 50 sekitar 98% jika digunakan sesuai pengujian dan petunjuk pemakaian.

  3. Jangan hanya terpaku pada angka SPF. SPF yang lebih tinggi tidak berarti perlindungannya meningkat secara berlipat. Yang tidak kalah penting adalah memilih produk yang nyaman digunakan dalam jumlah cukup dan memungkinkan kamu melakukan reapply ketika diperlukan.

  4. Sesuaikan tekstur dengan kondisi kulit. Jika memiliki kulit yang cenderung berminyak, sunscreen bertekstur ringan seperti gel atau watery dapat terasa lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Kenyamanan ini juga penting agar kamu tidak enggan melakukan reapply saat masih beraktivitas di luar ruangan.

  5. Lindungi area yang sering terlupakan. Jangan hanya mengoleskan sunscreen pada wajah. Leher, belakang telinga, dan punggung tangan juga dapat terpapar sinar matahari sehingga perlu mendapatkan perlindungan, terutama ketika berada di luar ruangan.

  6. Lengkapi dengan perlindungan fisik. Sunscreen bukan satu-satunya cara untuk mengurangi paparan UV. Saat matahari masih cukup terik, gunakan topi, pakaian yang menutupi kulit, kacamata hitam, atau berteduh jika memungkinkan. Kombinasi beberapa bentuk perlindungan dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari secara keseluruhan.

Pada akhirnya, kamu tidak perlu ragu menggunakan tabir surya pada sore hari selama masih terdapat paparan sinar matahari. Waktu penggunaan sunscreen sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas dan kondisi lingkungan, bukan hanya berdasarkan jam. Selama kulit masih berpotensi terpapar sinar UV, perlindungan tetap penting untuk membantu mengurangi risiko kerusakan kulit dalam jangka panjang.

Kalau masih bingung menentukan pilihan, kamu dapat menelusuri berbagai rekomendasi tabir surya maupun pilihan sunscreen dan mempertimbangkannya berdasarkan kebutuhan kulit, tingkat aktivitas, serta kenyamanan saat digunakan dan diaplikasikan kembali.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sunscreen di Sore Hari

Apakah sunscreen perlu dipakai lagi di malam hari?

Tidak perlu. Setelah matahari terbenam, sekitar pukul 17.00-18.00, tidak ada lagi radiasi UV dari matahari, sehingga sunscreen tidak dibutuhkan pada malam hari. Fokuskan pemakaian dari pagi hingga sore, lalu bersihkan wajah sebelum tidur.

Jam berapa sebaiknya reapply sunscreen terakhir?

Selama kamu masih beraktivitas di luar dan langit masih terang, lakukan reapply setiap dua jam hingga menjelang matahari terbenam. Reaplikasi terakhir pada sore hari umumnya sudah cukup, dan setelah gelap kamu tidak perlu mengoleskannya lagi.

Apakah tetap perlu sunscreen kalau sore hari hanya di dalam ruangan?

Sebaiknya iya, terutama jika kamu duduk dekat jendela atau lama menatap layar. Sinar UVA bisa menembus kaca dan cahaya biru dari perangkat digital juga berpotensi memengaruhi kulit, sehingga perlindungan tetap dianjurkan.