Liputan6.com, Jakarta - Liburan musim panas kini tak selalu identik dengan pantai, matahari terik, dan cuaca hangat. Tren coolcation mulai mencuri perhatian wisatawan yang ingin menikmati perjalanan di tengah suhu global yang semakin meningkat. Destinasi dengan udara sejuk menjadi pilihan untuk mencari pengalaman liburan yang lebih nyaman.
Istilah coolcation merujuk pada gaya berlibur dengan memilih tempat yang memiliki suhu lebih rendah, terutama saat gelombang panas melanda berbagai wilayah dunia. Perubahan preferensi ini terlihat di sejumlah negara, seiring wisatawan mulai mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum menentukan tujuan perjalanan.
Melansir The Telegraph, Jumat, 7 Agustus 2026, wisatawan domestik di India, misalnya, semakin banyak memilih kawasan pegunungan. seperti Shimla, Manali, Solang, dan Nainital. Wilayah tersebut menawarkan udara yang lebih sejuk dibandingkan kota-kota besar yang terasa semakin panas.
Advertisement
Fenomena serupa terjadi di Inggris. Sejumlah wisatawan mulai meninggalkan destinasi musim panas tradisional dan memilih kota dengan suhu yang lebih bersahabat, seperti Gothenburg, Stockholm, dan Jenewa.
Kawasan pegunungan, wilayah utara, dan destinasi bercuaca dingin kini menawarkan lebih dari sekadar pemandangan. Udara yang lebih sejuk menjadi bagian dari pertimbangan untuk menjaga kenyamanan selama perjalanan, sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebihan.
Tren coolcation memperlihatkan bahwa perubahan iklim perlahan ikut mengubah peta pariwisata global. Cuaca kini menjadi faktor penting dalam menentukan destinasi, waktu bepergian, dan pengalaman liburan yang diharapkan wisatawan.
Gelombang Panas Ubah Kebiasaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306117/original/013791200_1754375827-7.jpg)
Â
Harshitha Bhat, pendiri biro perjalanan Travebrate, melihat perubahan preferensi wisatawan yang semakin mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum menentukan destinasi. Saat suhu meningkat, sejumlah tempat yang dikenal memiliki cuaca sangat panas mulai dihindari, terutama pada periode dengan temperatur ekstrem.
Varanasi dan Rajasthan di India menjadi contoh destinasi yang dapat mengalami suhu tinggi sehingga wisatawan memilih mencari kawasan dengan udara yang lebih sejuk dan nyaman. Pilihan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keinginan mendapatkan pengalaman liburan yang berbeda, tetapi juga kenyamanan selama berada di destinasi.
Perubahan pola perjalanan ini menunjukkan bahwa kenaikan suhu mulai memengaruhi cara wisatawan merencanakan liburan. Tren tersebut juga memperlihatkan bagaimana perubahan iklim perlahan ikut membentuk preferensi wisatawan di berbagai negara.
Advertisement
Destinasi Favorit Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466611/original/046541100_1767849100-cameron-gibson-TmDEY0DtQd0-unsplash.jpg)
Tren coolcation turut mengubah pilihan destinasi wisatawan di berbagai negara. Wisatawan Prancis, misalnya, mulai melirik Skotlandia sebagai tujuan liburan musim panas. Data Expedia mencatat pencarian perjalanan dari Prancis menuju Edinburgh meningkat 145 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Minat serupa terlihat di Bergen, Norwegia, Interlaken, Swiss, dan Innsbruck, Austria, yang menawarkan suhu musim panas relatif sejuk. Wisatawan Jerman dan Italia juga mulai memilih Kanada untuk menikmati liburan dengan cuaca yang lebih nyaman.
Banff menjadi salah satu destinasi yang banyak dicari karena suhu pada Agustus berada di kisaran 23 derajat Celsius. Pencarian perjalanan menuju Banff meningkat 140 persen di pasar Jerman dan 235 persen di Italia. Popularitas sebuah tempat bukan lagi satu-satunya faktor, karena cuaca turut menentukan pengalaman perjalanan.
Tren Perjalanan Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433387/original/015731600_1764843091-Wisata_Bogor.jpg)
Fenomena coolcation tak hanya berkembang di Eropa, tapi mulai terlihat di berbagai belahan dunia. Islandia menjadi salah satu destinasi yang semakin diminati wisatawan dari China dan India karena menawarkan suhu udara sejuk, serta kualitas udara yang baik.
Survei badan pariwisata Islandia mencatat 75,9 persen wisatawan India dan 61,6 persen wisatawan China menyebut iklim sebagai salah satu alasan utama berkunjung. Tren serupa terlihat di negara-negara Skandinavia. Norwegia, Swedia, dan Denmark mengalami peningkatan pemesanan dari wisatawan Amerika Serikat.
Sebagian wisatawan Amerika bahkan memilih menunda perjalanan ke Italia, Prancis, dan Yunani hingga musim gugur ketika suhu lebih nyaman.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320337/original/020715600_1786345570-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T140430.897.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320188/original/007408700_1786339779-cek_fakta_-_sri_mulyani_berbagi_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480843/original/096147800_1769068313-raphael-andres-3cwvFD-YPtk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2834780/original/080484900_1561188019-20190622-Damnoen-Saduak-Thailand-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7249812/original/038772300_1780035811-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_12.38.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317011/original/063856400_1785999509-JimBARan_Garden_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7681156/original/032446400_1780476727-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316345/original/021869700_1785922545-THE_LANGHAM_BANGKOK_Lifestyle_569B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499595/original/041663900_1770790832-IMG-20260203-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314178/original/034319900_1785736230-collage-1785735768594.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307756/original/095878100_1785068151-WhatsApp_Image_2026-07-26_at_6.40.50_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311872/original/037666200_1785466572-Peserta_AXN_Ultimate_Challenge_Sarawak.JPG.jpeg)