Liputan6.com, Jakarta - Chemical peeling dan physical peeling menjadi dua metode eksfoliasi yang umum ditawarkan di klinik kecantikan. Keduanya sama-sama bertujuan mengangkat sel kulit mati, tapi memiliki cara kerja dan karakteristik yang berbeda. Sebelum memahami perbedaannya, penting mengetahui terlebih dahulu fungsi eksfoliasi bagi kulit.
Eksfoliasi merupakan proses mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di lapisan terluar kulit atau stratum corneum. Secara alami, tubuh terus mengganti sel kulit lama dengan sel baru yang terbentuk dari lapisan kulit lebih dalam. Proses regenerasi ini berlangsung sepanjang waktu untuk menjaga kulit tetap sehat dan tampak segar.
Pertambahan usia dan paparan faktor lingkungan dapat memperlambat pergantian sel kulit. Kondisi tersebut membuat sel kulit mati lebih lama berada di permukaan sehingga wajah dapat terlihat kusam, terasa kasar dan kering, hingga mengalami pengelupasan.
Advertisement
Penumpukan sel kulit mati juga dapat menyumbat folikel rambut dan meningkatkan risiko munculnya komedo serta jerawat, melansir EgoPharm, Kamis, 30 Juli 2026. Eksfoliasi membantu mendukung proses regenerasi tersebut dengan membersihkan sel kulit mati yang masih menempel di permukaan.
Kulit pun dapat terasa lebih halus dan terlihat lebih cerah. Proses ini juga membantu produk perawatan menyerap lebih optimal. Meski memiliki tujuan serupa, chemical peeling dan physical peeling bekerja dengan cara berbeda. Keduanya juga memiliki manfaat dan kecocokan untuk jenis kulit tertentu yang perlu dipahami sebelum memilih perawatan di klinik kecantikan.
Perbedaan Cara Kerja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5129946/original/070917800_1739321800-Depositphotos_720072732_S.jpg)
Chemical peeling dan physical peeling memiliki cara kerja berbeda dalam mengangkat sel kulit mati. Chemical peeling menggunakan larutan kimia, seperti alpha hydroxy acid (AHA), beta hydroxy acid (BHA), atau jenis asam lainnya untuk meluruhkan ikatan antar sel kulit mati.
Sel kulit lama kemudian terangkat dan digantikan sel baru melalui proses regenerasi alami. Physical peeling bekerja secara mekanis dengan memanfaatkan gesekan atau abrasi pada permukaan kulit.
Metode ini dapat dilakukan menggunakan alat seperti microdermabrasion untuk membantu mengangkat sel kulit mati sehingga tekstur kulit terasa lebih halus setelah perawatan.
Perbedaan mekanisme tersebut turut memengaruhi hasil perawatan. Physical peeling umumnya berfokus pada lapisan kulit paling luar, sedangkan chemical peeling dapat menjangkau lapisan yang lebih dalam. Kedalaman efeknya bergantung pada jenis bahan aktif serta konsentrasi yang digunakan selama prosedur.
Advertisement
Kelebihan dan Kekurangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8675780/original/057981500_1782718871-pexels-sora-shimazaki-5938242.jpg)
Chemical peeling kerap dipilih untuk menangani masalah kulit yang lebih kompleks, mulai dari warna kulit tidak merata, bekas jerawat, hingga tanda penuaan. Kandungan asam di dalamnya membantu mempercepat pergantian sel sehingga proses regenerasi kulit dapat berlangsung lebih optimal.
Tingkat kedalaman chemical peeling juga dapat disesuaikan dengan kondisi kulit dan tujuan perawatan. Physical peeling cenderung memberikan hasil yang lebih cepat terasa karena bekerja langsung mengangkat sel kulit mati di permukaan secara mekanis. Setelah perawatan, kulit dapat terasa lebih halus dan terlihat lebih cerah dalam waktu relatif singkat.
Chemical peeling umumnya membutuhkan masa pemulihan lebih lama. Kulit dapat mengalami kemerahan, menjadi lebih sensitif, atau mengelupas selama regenerasi berlangsung. Dokter perlu menyesuaikan pilihan prosedur dengan kondisi kulit untuk mendapatkan manfaat optimal sekaligus meminimalkan risiko efek samping.
Mana yang Lebih Tepat untuk Dipilih?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4460061/original/065508600_1686307068-pexels-anete-lusina-5240836_1_.jpg)
Pemilihan physical peeling atau chemical peeling perlu disesuaikan dengan kondisi kulit, masalah yang ingin diatasi, serta hasil yang diharapkan. Physical peeling dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengangkat sel kulit mati di permukaan, sekaligus memperbaiki tekstur kulit yang terasa kasar dan tampak kusam.
Chemical peeling lebih banyak digunakan untuk menangani masalah yang membutuhkan perawatan lebih intensif, seperti hiperpigmentasi, bekas jerawat, garis halus, atau warna kulit tidak merata. Pemeriksaan kondisi kulit sebelum tindakan membantu menentukan jenis peeling yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Konsultasi dengan dokter juga penting sebelum menjalani prosedur. Dokter dapat menilai kondisi skin barrier, memilih metode dan konsentrasi yang tepat, serta menentukan frekuensi perawatan yang aman. Langkah tersebut membantu meminimalkan risiko iritasi dan mendukung hasil perawatan sekaligus menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338392/original/039473300_1788327721-HOAX__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338391/original/066538400_1788327609-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-02T123903.075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5129962/original/019410400_1739322145-pexels-polina-tankilevitch-3738344.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161482/original/060650500_1741846908-1741840944675_penyebab-skin-barrier-rusak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338589/original/052133500_1788334953-cropped-01a0496a-1fd7-4e63-bd60-97445a04418a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338575/original/058899200_1788334542-cropped-0391e0a2-f443-4d13-99c9-32ce6d7e481d.jpg)