10 Kota Ramah Muslim di Asia yang Sedang Berkembang 2026 (Bag II), Hidden Gem yang Tersibak

Setelah bagian I terungkap, apa lagi lima kota ramah muslim di Asia yang direkomendasikan untuk dikunjungi pada 2026 ini?

Diterbitkan 16 Januari 2026, 09:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - AsiaOne sebelumnya merilis daftar 10 kota ramah muslim di Asia yang dinilai sedang berkembang dan direkomendasikan untuk dikunjungi pada 2026. Di bagian I, terungkap lima kota yang dimaksud adalah Kobe, Jepang; Busan, Korea selatan; Kaohsiung, Taiwan; Chengdu, China; dan Manila, Filipina. 

Dikutip Selasa, 13 Januari 2026, penentuan itu berdasarkan Indeks Kota Ramah Muslim dengan menilai tujuh elemen penting bagi wisatawan muslim, yakni kemudahan makanan halal, kepercayaan terhadap sertifikasi, variasi halal, akses sholat, sinyal penginapan ramah Muslim, pilihan hiburan tanpa alkohol, dan pilihan makanan nabati.

Indeks yang disusun AsiaOne itu juga menggunakan data penerbangan Wego untuk memilih beberapa destinasi wisata kota Asia yang kurang dikenal atau sedang berkembang. Kota-kota besar seperti Tokyo, Seoul, atau Bangkok, sengaja dilewatkan untuk fokus pada penemuan di luar peta perjalanan biasa. Berikut adalah lanjutan daftar kota ramah muslim di Asia yang sedang berkembang di dunia:

6. Siem Reap, Kamboja

Siem Reap adalah pintu gerbang menuju Angkor Wat, tetapi kota itu memiliki warisan Islam yang mengejutkan berkat komunitas Muslim Cham setempat. Area di dekat Pasar Lama dan Pub Street adalah pusat wisata.

Hanya dengan naik tuk-tuk atau berjalan kaki singkat dari pasar terdapat Masjid Neak Mah dan sebuah desa Muslim yang ramah (Steung Thmey). Kedekatan ini memungkinkan Anda untuk menjelajahi kuil-kuil kuno saat matahari terbit dan kembali ke komunitas di mana makanan halal, mulai dari kari Amok Kamboja hingga daging panggang sederhana, berlimpah dan otentik.

Jangan lewatkan untuk mengunjungi Angkor Wat saat matahari terbit. Disarankan bawa sajadah sendiri untuk shalat yang tenang di halaman area itu. Ada pula Phare, pertunjukan sirkus Kamboja yang luar biasa.

Soal makanan, banyak restoran halal terkonsentrasi di daerah Steung Thmey. Meski makanan halal mudah ditemukan, alkohol juga dijual hampir di mana-mana. Maka itu, penting memeriksa kebijakan restoran. Tips lainnya adalah meminta sopir muslim untuk menunjukkan tempat-tempat makan halal.

 

7. Hyderabad, India

Hyderabad menawarkan pengalaman yang lebih dalam dan lebih lancar bagi wisatawan Muslim. Dahulu merupakan pusat kekuasaan para Nizam yang kaya, Kota Tua di sekitar Charminar adalah museum hidup warisan Islam di India.

Di sini, "halal" bukanlah permintaan khusus; itu adalah standar untuk masakan legendaris kota ini. Dari Biryani Hyderabadi yang terkenal di dunia hingga Haleem yang dimasak perlahan, ini adalah tempat ziarah kuliner di mana Anda jarang perlu bertanya tentang bahan-bahannya. Hotel Shadab direkomendasikan untuk mencicipi Biryani Hyderabadi otentik.

Jangan lewatkan untuk mengunjungi Masjid Mekah, salah satu masjid tertua dan terbesar di India, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Charminar. Destinasi lain yang patut dikunjungi adalah Benteng Golconda untuk pertunjukan suara dan cahaya malam yang mengeksplorasi sejarah Qutb Shahi dan Laad Bazaar untuk berburu gelang dan parfum tradisional (Itar).

 

8. Galle, Sri Lanka

Benteng Galle adalah situs Warisan Dunia UNESCO yang terasa seperti museum hidup. Tidak seperti hiruk pikuk Kolombo, ibu kota Sri Lanka, kota berbenteng ini menawarkan pengalaman berjalan kaki di jalanan berbatu bergaya Eropa di daerah tropis.

Sebagian besar keluarga yang tinggal di dalam benteng adalah Muslim Moor yang telah tinggal di sana selama beberapa generasi. Artinya, Anda dapat berjalan kaki dari mercusuar ke Masjid Meera (yang dibangun menyerupai gereja) dan mampir untuk menikmati makanan ringan halal atau gelato tanpa harus meninggalkan benteng bersejarah tersebut.

Masjid Meera merupakan bangunan putih menakjubkan yang memadukan arsitektur Victoria dan Islam. Dari tempat itu, Anda bisa mendengar azan berpadu dengan suara deburan ombak laut.

Destinasi lain yang patut dikunjungi adalah Benteng Flag Rock untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dan menyaksikan penyelam tebing. Bagi penghobi belanja, jangan lupa mendatangi butik perhiasan milik muslim yang berjejer di sepanjang jalan. Soal makanan halal, itu mudah ditemukan di dalam tembong benteng.

9. Hua Hin, Thailand

Hua Hin adalah resor tepi laut kerajaan, favorit raja-raja Thailand dan keluarga yang mencari alternatif yang lebih tenang daripada Pattaya. Tempat ini memiliki suasana santai yang khas dengan pantai yang luas dan pasar malam.

Berkat pemukiman bersejarah para pekerja kereta api Muslim, area di belakang Stasiun Kereta Api Hua Hin yang indah memiliki infrastruktur halal yang kuat. Stasiun itu merupakan salah satu yang tertua dan terindah di Thailand.

Tak jauh dari stasiun, Anda bisa menemukan Masjid Nurul Ehsan dengan berjalan kaki. Jangan lewatkan untuk mengunjungi Pasar Malam Hua Hin untuk hidangan laut yang luar biasa (cari tanda Bulan Sabit Halal).

Pasar Cicada juga layak dikunjungi bagi pecinta seni, kerajinan, dan suasana malam yang santai. Hua Hin sangat berorientasi pada keluarga, selaras dengan nilai-nilai perjalanan Muslim. Tanda halal umum ditemukan di pasar malam, carilah "Crescent & Star".

 

 

10. Kathmandu, Nepal

Kathmandu adalah gerbang menuju Himalaya yang penuh dengan pengalaman yang memukau. Thamel, pusat para backpacker dan wisatawan, adalah labirin toko perlengkapan trekking, bendera doa, dan kafe.

Komunitas Muslim Kashmir telah berdagang di Nepal selama berabad-abad. Tepat di selatan Thamel terdapat Masjid Jame dan Masjid Kashmiri dekat dengan sejumlah tempat makan halal otentik. Ini memungkinkan wisatawan Muslim untuk merasakan petualangan impian di Himalaya dengan kenyamanan mengetahui bahwa makanan halal hangat dan masjid tidak pernah jauh.

Di luar itu, jangan melewatkan kunjungan ke Swayambhunath (Kuil Monyet) untuk menikmati pemandangan matahari terbenam di atas lembah. Sedangkan, Garden of Dreams bisa jadi pelarian neo-klasik yang tenang dari hiruk pikuk kota.

Masakan halal lokal sering menampilkan hidangan kerbau yang unik di samping ayam dan kambing. Restoran halal yang sudah mapan di daerah Thamel dan masjid dapat diandalkan dan populer di kalangan pengunjung. Thamel ramai tetapi aman; daerah masjid adalah tempat yang lebih tenang dan damai. Restoran Anatolia atau tempat makan Kashmir lokal untuk menikmati kari yang lezat.