Sukses

Ramuan Jamu Madu dan Kunyit untuk Atasi Penyakit Lambung, Penderita GERD Bisa Coba

Liputan6.com, Jakarta - Banyak ragam jamu yang dimanfaatkan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan. Salah satunya adalah ramuan kombinasi madu dan kunyit. Menurut penelitian Sarianti., dkk, pada 2018 yang dipublikasikan di Jurnal Kesehatan Andalas, kombinasi ekstrak kunyit dan madu memiliki efektivitas lebih baik dalam mengurangi penyakit lambung

Kombinasi madu dan kunyit bisa menghasilkan campuran yang mengandung antibakteri, anti-kanker dan bahkan anti-inflamasi. Campuran ini juga baik untuk bakteri usus, meningkatkan pencernaan, diklaim aman dan tidak berefek samping.

Secara terpisah, madu sejak lama dikaji sebagai obat penyakit asam lambung. Dalam riset yang dipublikasikan oleh Indian Journal of Medical Research, ditemukan bahwa kandungan antioksidan dalam madu diduga mampu menangkal radikal bebas yang merusak sel-sel pelapis saluran cerna. 

Kerusakan sel saluran cerna merupakan salah satu faktor penyebab refluks, yaitu kondisi naiknya isi lambung, berupa makanan, minuman, dan cairan asam lambung. Penelitian juga menemukan bahwa madu bisa mengurangi peradangan di kerongkongan yang terjadi saat asam lambung naik. 

Tekstur madu yang kental dapat membantu melapisi selaput lendir kerongkongan. Sementara menurut riset yang dimuat British Medical Research, kentalnya tekstur madu diduga pula dapat mencegah naiknya isi lambung.

Di sisi lain, merujuk buku Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects. 2nd edition, dilansir dari situs web Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), Minggu, 29 Januari 2023, kunyit punya sejarah panjang dalam pemanfaatannya sebagai obat, hampir empat ribu tahun lalu.

Kurkumin yang terkandung dalam kunyit disebut sebagai agen anti-aging. Mengutip Healthline, penelitian menunjukkan bahwa kurkumin mengaktifkan protein tertentu yang membantu menunda penuaan sel. Senyawa utama dalam kunyit terbukti dapat menunda penyakit dan meringankan gejala penyakit berkaitan dengan usia.

2 dari 4 halaman

Seputar Gangguan Asam Lambung atau GERD

Dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Senin, 27 Maret 2023, dr. Rostikawaty Azizah yang biasa menangani pasien GERD menjelaskan bahwa penyakit itu ditandai dengan kondisi penurunan fungsi katup lambung yang seharusnya tertutup, menjadi terbuka.

"Hal yang membedakan antara dispepsia dan GERD, yaitu jika dispepsia, permasalahannya terjadi di bawah katup seperti mual dan begah. Tapi kalau GERD, gangguannya di bagian atas, seperti mulutnya pahit, sariawan, bau mulut, nyeri ulu hati, dan sebagainya," ia menjelaskan.

Banyak faktor pemicu GERD, di antaranya aktivitas yang padat, stres, hingga pola makan tidak teratur. Karena mengganggu, para penderita gangguan asam lambung, seperti GERD, khawatir untuk berpuasa. 

dr. Rostikawaty menjelaskan penelitian digelar sebuah institusi dengan melibatkan 130 orang yang terdiagnosis GERD. Mereka kemudian dibagi dua, 65 orang melakukan puasa dan 65 penderita lain tidak berpuasa. 

"Hasilnya adalah pada saat dianalisa dengan GERD Question, apakah kondisi GERD mereka terjadi perbaikan atau tidak. Penderita GERD yang berpuasa justru menunjukan adanya perbaikan klinis dibandingkan mereka yang tidak menjalankan puasa," kata Rostikawaty. Selain puasa, penderita GERD juga diminta memilih makanan yang aman dan tidak mengiritasi lambung, seperti mengonsumsi makanan yang mudah dicerna, tidak mengandung gas, dan lemak tinggi.

3 dari 4 halaman

Produksi Modern Ramuan Madu dan Kunyit

Anda bisa membuat ramuan madu dan ekstrak kunyit secara mandiri. Namun, bisa pula memanfaatkan produk jadi yang lebih praktis seperti Freshmag. Komposisinya hanya madu hutan dan ekstrak kunyit. Dengan bahan alami, pihak produsen mengklaim ramuan tersebut dapat dikonsumsi dalam jangka panjang karena minim efek samping.

Reza Yazdi, VP Marketing Ethos menyebutkan, minat masyarakat mengonsumsi produknya meningkat selama Ramadhan. "Ini dibuktikan dari hasil riset tim Freshmag yaitu adanya kenaikan produk kami yang terjual. Kami menargetkan pertumbuhan penjualan Freshmag tahun 2023 ini mencapai 11,9 persen," katanya.

Produk madu herbal itu berfungsi untuk meringankan gangguan maag, GERD, dan menetralisir asam lambung, serta mendukung menjaga metabolisme sistem pencernaan. Produk tersebut telah terdaftar di BPOM dan menggandeng MUI untuk sertifikasi halal sehingga sudah dipastikan aman dikonsumsi dan tidak tercemar dengan bahan lainnya yang mengancam kesehatan.

"Masyarakat bisa mendapatkan Freshmag di apotek terdekat atau di marketplace," imbuhnya.

4 dari 4 halaman

Cara Konsumsi dan Penyimpanan Madu Herbal

Reza menyebut, berdasarkan ulasan konsumen, manfaat kesehatan dari konsumsi madu tersebut bisa dirasakan beragam. Ada yang mulai menunjukkan kesembuhan setelah mengonsumsi 1--4 botol, tapi ada yang memerlukan waktu lebih lama.

"Karena setiap orang memiliki metabolisme tubuh yang berbeda, tergantung pola makan dan riwayat keparahan riwayat lambung," katanya kepada Liputan6.com.

Menurut ulasan klinis yang diterbitkan di British Medical Journal, peneliti menyarankan penderita asam lambung minum madu yang kental. Reza mengatakan, laporan tersebut menyebutkan salah satu anggota peneliti gejala heartburn karena asam lambungnya naik jadi lebih lega setelah minum satu sendok teh madu.

"Jika kurang nyaman minum satu sendok teh madu, Anda bisa mencampurkannya dengan segelas air hangat," sambungnya.

Cara penyimpanan khusus terkait madu menurut penelitian Wulandari, 2017, suhu penyimpanan untuk madu yang terbaik adalah 36--38 derajat C dengan kelembapan 75--78 persen. Dengan cara ini, madu dapat tahan 2--4 minggu lamanya tanpa banyak mengalami penurunan mutu. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.