Sukses

Di Balik Prosesi Siraman Chelsea Islan, Permintaan Khusus Desain Kebaya sampai Makeup

Liputan6.com, Jakarta - Sebelum akhirnya resmi menikah dalam pemberkatan khidmat di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Desember 2022, Chelsea Islan sudah lebih dulu menggelar siraman, awal pekan ini. Di kesempatan itu, aktris berusia 27 tahun ini tampil anggun berkebaya lilac rancangan desainer Vera Anggraini.

Melalui pesan suara pada Liputan6.com, Jumat, 9 Desember 2022, perancang mode ini menceritakan bahwa beberapa bulan lalu, Chelsea menghubunginya melalui direct message Instagram. "Sampai akhirnya menentukan waktu untuk tatap muka," ia mengatakan.

"Konsepnya (kebaya lamaran ditentukan dengan) ngobrol dulu," sambung Vera. "Chelsea mau seperti apa untuk acara siraman. Warna-warna apa yang ia sukai."

Vera menyebut bahwa Chelsea ternyata menyukai warna ungu, terutama dalam shade lavender lembut. "Itu favorit banget," katanya. "Kami coba (lihat) di butik ada beberapa kain warna ungu yang akhirnya dipilih bareng-bareng, dan dia suka banget."

"Kami kemudian menentukan jumputan buat acara siraman seperti apa. Jadi, memang desain enggak langsung dibicarakan di awal. Lebih memilih ke material apa, warna apa. Setelah itu, baru ke desain," Vera menuturkan.

Ia mengatakan, Chelsea secara khusus meminta atasan yang tidak terlalu pas di area pinggul. "Dia mau lebih nyaman dalam bergerak. Karena itu, body fit-nya saya atur hanya di bagian atas. Bagian bawahnya menyesuaikan konsep yang Chelsea inginkan," ujarnya.

Bisa dibilang, Vera mengatakan, busana siraman ini merupakan permintaan khusus istri Rob Clinton itu, karena dari pemilihan bahan sampai konsep, semua dilakukan barsama sang desainer.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Nuansa Tradisional yang Relevan

Vera berkata bahwa Chelsea Islan baru memutuskan desain kebaya siramannya dua bulan sebelum hari H. "Dengan kesibukan masing-masing, waktu ketemu kami memang agak susah. Makanya saat ketemu, diselesaikan hari itu juga buat mengonsep," tuturnya.

Ia menyambung, "Jadi, sudah habis memilih bahan, kebetulan sekali bahan yang diinginkan Chelsea ada di butik, jadi itu lumayan menghemat waktu kami."

Desain kebaya siraman, menurut Vera, sengaja bernuansa tradisional, sementara busana saat dulangan dihadirkan dalam visual klasik, juga sesuai permintaan Chelsea. "Berharap modelnya juga timeless. Jadi, dipakai nanti lagi masih tetap bagus," sebutnya.

Kebaya siraman, Vera menjelaskan, konsepnya kutubaru. "Ada kerah kelepak setengah, kemudian model bawahnya sedikit encim karena lebih lancip di bagian depan. Kemudian di bagian belakang kita kasih floy, yang memberi kesan tidak ketat di bagian bawah," ia mengutarakan.

"(Kebaya) dulangan dipadankan batik klasik. Karena itu, request-nya jadi klasik banget. Masih kutubaru, tapi dibuat panjang," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Berpalet Lembut

Vera mengatakan, secara umum, detail kebaya prosesi siraman Chelsea Islan disebut sesuai "standar kebaya biasa saya buat." "Di siraman, paletnya lebih soft, tanpa kristal sama sekali. Payet pakai yang kecil-kecil, sehingga tidak memberi efek lebih gemuk. Juga, tidak menghilangkan motif lace yang Chelsea suka," ujarnya.

Di sisi lain, kebaya dulangan dibuat sedikit glamor, namun tetap dalam palet lembut. "Penambahan detail kristal (dilakukan) supaya kelihatan agak berbeda dari acara siraman," imbuh Vera.

Melalui visual dua kebaya itu, Vera berharap si pengantin bisa terlihat anggun dan elegan dalam penampilan tradisional. "Tapi, bagaimana juga penampilan ini tetap cantik dan terkesan kekinian," ia menyambung.

Akhirnya, ia pun memberi tips bagaimana sebaiknya memilih kebaya siraman. Pertama, menurut Vera, harus tahu konsep apa yang diinginkan. "Jadi, (itu) akan memudahkan kita memilih model atau desain yang tepat untuk acara," katanya.

Untuk siraman, Vera menyarankan, sebaiknya memilih desain kebaya semanis mungkin. Simpel, tapi nuansa tradisonalnya terasa. "Pilih warna yang segar, cerah, tapi bisa juga (dalam shade) lembut. Pilih tone yang membuat acara akad kelihatan beda banget," tandasnya.

4 dari 4 halaman

Makeup Segar dan Romantis

Dalam prosesi siraman, penampilan Chelsea Islan pun disempurnakan pulasan makeup MUA Eva Lovira. Melalui pesan pada Liputan6.com, Jumat, 9 Desember 2022, Eva bercerita bahwa makeup yang di aplikasikan saat siraman dan midodareni fokus memberi kesan "segar dan romanis."

"Karena prosesinya dilakukan di siang hari dan semi outdoor," tuturnya. "Diselaraskan juga dengan kebaya yang dikenakan Chelsea berwarna lilac."

Sebelumnya, Eva menyambung, Chelsea hanya menyampaikan ingin tampilannya terlihat lebih natural. Proses riasan itu pun mampu diselesaikannya dengan sempurna dalam waktu kurang lebih dua jam.

Soal memilih makeup saat siraman, Eva menyarankan untuk mempertimbangkan riasan wajah cenderung natural, sehingga "tidak terlihat terlalu berat dan cakey untuk prosesi siraman."

Sementara, Chelsea tampil bak putri dengan ball gown putih rancangan desainer Indonesia, Biyan Wanaatmadja, dalam pemberkatan pernikahannya. Fakta ini diketahui dari unggahan yang dibagikan ulang perancang mode itu di akun Instagram-nya.

Gaun pengantin pilihan aktris itu memberi sentuhan nuansa klasik melalui pemakaian material brokat dan tulle, dilengkapi detail payet di seluruh bagian. Penampilannya kian memesona dengan veil putih panjang yang disematkan pada penutup kepala berpayet.

Digelar secara tertutup, pemberkatan pernikahan Chelsea Islan dan Rob Clinton hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat. Namun, ibunda Chelsea, Samantha Barbara, bercerita bahwa momen pemberkatan pernikahan putrinya berlangsung khidmat, dikutip dari kanal Showbiz Liputan6.com.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS