Sukses

Prediksi Tren Warna Cat Dinding 2023 Berteknologi Pembersih Udara

Liputan6.com, Jakarta - Tidak sekadar estetis, visual rumah juga harus memperhatikan aspek kesehatan. Salah satu yang menunjang ide ini adalah pemilihan cat dinding, yang mana terobosannya sudah diintervensi teknologi.

Jotun, misalnya, baru saja memperkenalkan produk cat interior teranyar mereka bertajuk "Majestic Sense" yang dilengkapi teknologi pembersih udara. Head of Marketing PT Jotun Indonesia, Husodo Hoe, merujuk studi yang dirilis perusahaan bahan kimia AS, BASF, menjelaskan bahwa lebih dari 85 persen orang yang tinggal di dalam ruangan kecil akan lebih berisiko tercemar udara buruk.

"Lebih dari 90 persen masyarakat selalu menghabiskan waktu lebih banyak di dalam ruangan, terutama selama pandemi," Husodo mengatakan dalam jumpa pers di bilangan Jakarta Selatan, Selasa, 6 Desember 2022. "(Karena itu), dua sampai lima kali lebih berisiko tercemar udara buruk dibanding di luar ruangan."

Inovasi teknologi pembersih udara dijelaskan memungkinkan terserapnya gas formaldehida yang dimurnikan, sehingga menjaga udara tetap segar di dalam ruangan. "Syaratnya, cat harus sudah kering. Gas (formaldehida) itu ditangkap, setidaknya 90 persennya, dan diubah jadi H2O," imbuhnya.

Penyerapan gas formaldehida akan terus bekerja selama cat menempel di dinding dan tidak ada masalah dengan dindingnya. Husodo mengatakan, "Jika lapisan cat rusak, fiturnya (penyerap gas formaldehida) rusak. Belum ada tes untuk jangka waktunya, tapi setidaknya cat tahan selama lima tahun."

Sementara, efikasi teknologi penyerapan gas formaldehida di dalam ruangan diklaim telah diuji pihak ketiga. Pengujian itu dilakukan dalam sebuah boks tertutup. "Ada formaldehyde meter sebelum panel yang dicat Majestic Sense dimasukkan. Setelahnya, bar (di alat ukur) terbukti turun," ia mengklaim.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Gas Formaldehida

Dokter Spesialis Paru, dr Jaka Pradipta, menjelaskan, "Gas formaldehyde, yang ditemukan di banyak perabot maupun aktivitas di rumah, dapat berpotensi memicu berbagai risiko penyakit. Formaldehyde merupakan zat kimia yang sangat larut dalam air dan terjadi alami pada organisme."

"Zat formaldehyde yang masuk ke dalam tubuh akan diproses jadi asam format di hati. Lalu, asam format akan dialirkan ke saluran pernapasan atau feses dan urin," tuturnya. "Dalam tingkat paparan rendah, formaldehyde dapat menyebabkan iritasi pada hidung, mata, dan tenggorokan."

"Sementara untuk tingkatan lebih tinggi, gas tersebut berpotensi menyebabkan sesak napas, mengi, dan perubahan fungsi paru-paru. Untuk anak-anak, lansia, dan penderita asma atau masalah pernafasan lain mungkin akan lebih sensitif terhadap efek formaldehyde," sambungnya.

Selain teknologi pembersih udara, Majestic Sense juga disebut memiliki kandungan ramah lingkungan dan rendah volatile organic compounds (VOC). Klaim lainnya, yakni "memberikan hasil akhir yang halus, tahan lama, dan mudah dibersihkan."

"Noda krayon, spidol warna, tumpahan teh akau kopi, aman, bisa dibersihkan dengan air. Kalau belum hilang, bisa disikat pakai deterjen. Yang susah itu spidol permanen," kata Husodo, seraya menambahkan bahwa proses pembersihan itu tidak akan mengikis permukaan cat.

Dengan begitu, President Director PT Jotun Indonesia, Ram Ramnath, menganggap produk ini menjawab kebutuhan estetis dan kesehatan masyarakat. "Ketenangan jiwa itu berasal dari lingkungan yang indah," ia mengatakan.

3 dari 4 halaman

Tren Warna 2023

Di kesempatan itu, pihaknya juga merilis Jotun Global Colour Card 2023 bertajuk "Stories." Ini dijelaskan sebagai palet warna yang ekspresif dan penuh harapan.

Brand & Communication Manager PT Jotun Indonesia, Zenitha Fitriati, menyebut bahwa pihaknya percaya warna bisa bercerita. "(Warna) bisa jadi refleksi kepribadian pemilihnya, mengubah mood, dan menciptakan suasana tertentu," ia mengatakan.

Tiga koleksi warna dalam rangkaiannya, yakni Serene Presence, Naturally Grounded, Curated Living. Serene Presence berfokus pada gagasan minimalis dan kesederhanaan. Palet ini dirancang untuk gaya hidup bersih dan rapi. Warnanya dikatakan lembut dan meditatif, menciptakan suasana yang membantu Anda fokus.

Lalu, Naturally Grounded membawa warna-warna yang menghubungkan Anda dengan alam, merayakan gaya hidup pedesaan, dan karakter ketidaksempurnaan. Terakhir, Curated Living. Ini merupakan kombinasi nada nostalgia dan warna kontemporer yang seimbang, palet abadi yang dinilai sangat cocok untuk menumbuhkan nuansa galeri seni rumahan. Ini adalah perpaduan percaya diri antara tradisi dan modernitas yang kondusif untuk ekspresi kreatif yang benar-benar pribadi.

4 dari 4 halaman

Pilihan Warna Pastel

Arsitek, sekaligus co-founder Arsitektour Indonesia, Hilman Ferdinand, mengatakan bahwa Serene Presence cocok dengan karakter anak muda. "Naturally Grounded ini untuk yang suka natural. Ini bisa bawa (suasana) alam ke rumah kita," katanya.

Sementara, Curated Living direkomendasikan untuk dinding khusus pajangan yang bisa jadi poin vokal dalam sebuah ruangan. Zenitha pun memberi rekomendasi pemilihan warna. "Kalau ingin masih selaras, pilihnya vertikal dalam palet warna kami," tuturnya.

"Tapi, kalau mau bermain warna yang lumayan kontras, melihatnya secara horizontal," ia mengatakan. "Mengombinasikan warna juga bisa memberi kesan luas di sebuah ruangan. Ada satu dinding yang catnya gelap, selebihnya bisa terang. Bisa juga begitu."

Hilman mencatat bahwa lima tahun terakhir, warna cat monokrom telah berjaya. "Tapi, orang sekarang didorong untuk memasukkan kembali warna ke dalam rumah. Pilihan warna pastel dari 'Stories' pun bisa jadi pilihan menarik," tuturnya.

Kunci punya rumah impian, menurut Hilman, jangan mengurangi dana dalam kebutuhan tempat tinggal itu, termasuk pembelian cat. "Awalnya saja mungkin dianggap mahal, tapi kalau catnya sudah menutup 1--2 layer, justru secara hitungan lebih murah, apalagi kalau awet," tandasnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS