Sukses

6 Fakta Menarik Merangin, Kabupaten dengan Tradisi Lebaran yang Berusia Lebih dari 400 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Merangin adalah kabupaten terluas di Provinsi Jambi yang beribu kota di Kecamatan Bangko. Luas wilayahnya 7.668,61 km persegi yang terbagi menjadi 24 kecamatan dengan populasi 357.315 jiwa pada 2020. 

Kabupaten Merangin sebelum zaman penjajahan Belanda merupakan suatu wilayah yang subur, berada di dataran tinggi Jambi. Sebagian berada di dataran rendah yang dialiri oleh beberapa sungai, seperti Batang Tembesi, Batang Merangin, dan Batang Tabir.

Ekonomi Kabupaten Merangin didominasi sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan jasa. Komoditas unggulan sektor pertanian adalah padi, jagung, cabai, dan kentang. Sementara, sub sektor perkebunan memiliki komoditas unggulan kelapa sawit, karet, dan kopi.

Tentu bukan itu saja hal-hal menarik dari Merangin. Berikut enam fakta menarik seputar Kabupaten Merangin yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber.

1. Sejarah Merangin

Pada 1946 ditetapkan bahwa Pulau Sumatra dibagi menjadi tiga sub Provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan. Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 1946, sub provinsi tersebut ditetapkan menjadi provinsi, termasuk daerah Keresidenan Jambi yang terdiri dari Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Merangin tergabung dalam Provinsi Sumatra Tengah.

Dengan Undang-Undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 yang kemudian diubah menjadi Undang-Undang Nomor 18 tahun 1958, dibentuklah Provinsi Daerah Tingkat I Jambi yang terdiri dari Kabupaten Batanghari, Merangin, dan Kerinci. Dengan adanya pemekaran wilayah sesuai UU No. 54 Tahun 1999, terbentuklah beberapa kabupaten di Jambi, termasuk Kabupaten Merangin dengan ibu kota di Bangko (sebelumnya di Muaro Bungo). Kabupaten Merangin merupakan pengembangan dari Kabupaten Sarolangun Bangko.

2. Suku di Merangin

Suku Melayu adalah penduduk asli Kabupaten Merangin yang terbagi menjadi dua, yaitu suku Batin dan suku Penghulu. Mereka juga disebut Suku Melayu Merangin. Suku ini menetap di sepanjang aliran sungai yang ada di Kabupaten Merangin, seperti di sepanjang aliran Batang Merangin, Batang Tembesi, Batang Masumai, dan Batang Tabir.

Sedangkan, Suku Anak Dalam (SAD)/Suku Kubu adalah suku asli kedua Kabupaten Merangin, Jambi, yang menetap di hutan Merangin. Selain itu, di Kabupaten Merangin juga terdapat suku-suku pendatang seperti dari Kerinci, Minang, Palembang, Bengkulu Jawa, Batak, Tionghoa, Arab, India dan lain-lain.

2 dari 4 halaman

3. Geopark Merangin

Geopark Merangin atau Taman Bumi Merangin merupakan situs warisan peninggalan zaman purba yang ada di Kabupaten Merangin. Geopark ini memiliki koleksi berupa fosil-fosil daun, kayu, akar, hewan, dan juga kerang-kerangan. Fosil tersebut diperkirakan berumur lebih dari 300 juta tahun dan tersebar di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang.

Kekayaan Kabupaten Merangin tak hanya pesona alamnya saja yang indah. Di dalam kawasan Geopark Merangin juga terdapat batu endapan lava dan abu vulkanik gunung purba. Tergolong wisata alam, Geopark Merangin dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang memadai untuk wisatawan. Rasanya seperti ada yang kurang jika berkunjung ke Merangin, tetapi tak mampir ke geopark ini.

Kawasan ini sejak beberapa tahun lalu sudah diusulkan sebagai warisan dunia yang terdaftar dan terakreditasi oleh UNESCO yaitu Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa .

4. Tradisi Lebaran

Warga Desa Tanjung Berugo, Kecamatan Lembah Masurai, di Merangin punya tradisi berusia lebih dari 400 tahun yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat setempat. Tradisi itu adalah "Kenduri Pusako" yang dilaksanakan pada hari ketiga Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.

Acara ini sebagai suatu penghormatan kepada para pendiri desa, yaitu Nenek Rio Jemenang dan Nenek Rio Jago Karti. Pusako yang dimaksud adalah peninggalan kedua pendiri desa Tanjung Berugo berupa dua helai kain yang mereka sebut "Dita".

Dalam Kenduri Pusako inilah Dita akan diperlihatkan kepada seluruh masyarakat Desa Tanjung Berugo. Kemudian, para nenek mamak Desa Tanjung Berugo akan membacakan "Perago" atau sejarah Pusako ini di hadapan semua warga. Seluruh warga desa juga bersama-sama mendoakan kedua pendiri desa. Mereka juga berdoa untuk kesehatan dan keselamatan seluruh warga desa tersebut.

3 dari 4 halaman

5. Kuliner khas Merangin

Merangin memiliki kuliner tradisional andalan yang dinamakan Gulai Tekuyung. Gulai itu berisi tekuyung yang merupakan keong sungai berukuran kecil dengan bentuk seperti ulir kerucut.  Tekstur dagingnya kenyal, rasanya pedas, dan gurih.

Ada juga Gulai Ikan Semah. Makanan ini dibuat dari ikan semah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, dan santan. Lalu ada Nasi Gemuk yang biasanya berisi potongan daging ayam, telur dadar atau telur rebus, kacang, irisan tomat, mentimun, taburan ikan kering, sambal, dan kerupuk.

Merangin juga punya minuman khas Kopi Jangkat atau Kopi Robusta Merangin. Kopi ini merupakan varietas kopi robusta yang menjadi salah satu komoditi unggulan Kabupaten Merangin. Dalam beberapa ajang penghargaan, Kopi Jangkat pernah terpilih sebagai kopi robusta terbaik tingkat nasional.

6. Wisata Merangin

Ada banyak tempat wisata menarik di Kabupaten Merangin. Ada Air Terjun Segerincing yang terletak di Dusun Tuo Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin. Air ini memiliki ketinggian 62 meter. Panorama di sekitar air terjun ini sangat indah dan alami. Cocok untuk Anda yang punya jiwa petualang. Percikan air terjun ini berembun seperti asap warna putih yang mencapai ketinggian 50 meter.

Ada Gunung Masurai yang keberadaannya belum banyak dikenal. Gunung ini berlokasi di tiga wilayah Kecamatan dalam Kabupaten Merangin. Gunung ini memiliki dua buah danau vulkanik, yaitu Danau Kumbang dan Danau Mabuk. Pada sebalik gunung ini memancar beberapa sumber mata air. Yang paling dikenal masyarakat setempat adalah mata air Batang Tembesi.

Selain itu, ada Goa Tiangko yang menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan lokal. Di dalam gua, terdapat banyak peninggalan prasejarah. Menurut sebuah penelitian, gua ini menjadi tempat peradaban manusia pertama di Jambi sekaligus sebagai peninggalan prasejarah tertua di Jambi. Destinasi wisata lainnya di Merangin, Hesti’s Garden, Merangin Garden, Kebun Binatang Bukit Tiung, Tugu Pedang, Jam Gento, Batu Larung, Telago Biru, dan Grao Sakti.

4 dari 4 halaman

Kurangi Mobilitas Usai Libur Akhir Tahun