Sukses

Kuliner Malam Jumat: Kehangatan Bakso Lontong Cikini yang Selalu Bikin Kangen

Liputan6.com, Jakarta - Gerobak merah dengan logo Bakso Lontong Cikini terlihat cukup terang malam itu. Kuliner malam ini berada di sudut perbatasan kawasan Kali Pasir, tepatnya sisi kanan kantor Pos Indonesia Cikini, Jakarta Pusat.

Roni, sang pemilik memulai usaha bakso lontong sekitar pertengahan 2017 lalu. Kombinasi sajian bakso dan lontong memang tak terlalu terdengar seperti bakso dengan beragam varian. Namun, hal ini justru menjadi daya tarik yang unik.

"Saya ingin coba yang berbeda, sedikit unik dari yang lain. Bakso standar camilan. Kalau pakai lontong jadi sedikit lebih kenyang sebagai pengganti nasi," jelas Roni kepada Liputan6.com di Cikini, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Bakso Lontong Cikini buka mulai Senin sampai Sabtu mulai pukul 16.30-01.00 WIB. Meski melayani sendiri para pelanggan yang datang, Roni menambahkan bahwa terkadang ia buka pada Minggu.

Ada tiga pilihan yang ditawarkan Bakso Lontong Cikini yang meliputi Bakso Urat, Bakso Telor, dan Bakso Lontong. Ketiga varian tersebut dijual dengan harga yang terjangkau, yakni Rp 16 ribu sudah termasuk memakai lontong.

"Sesuaikan sama pangsa pasar karena saya jualan kaki lima, supaya bisa bersaing sama yang lainnya," tambahnya.

Mengedepankan kualitas pemilihan daging jadi prioritas utama Roni untuk membuat bakso. "Resep standar saja yang penting kualitas dan pemilihan daging yang fresh," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 3 halaman

100 Porsi Sehari Ludes

Pengolahan daging yang tepat lantas menghasilkan bakso yang menggugah selera. Ditambah racikan kuah gurih dan pelengkap seperti mi kuning, bihun, tahu, hingga sayuran, mantap membuat para pelanggan selalu kembali.

"Tanggapan bagus, selama ini yang sudah makan lumayan banyak yang balik lagi. Karena tempatnya nggak terlalu terlihat, mungkin butuh waktu," jelas Roni.

Kepuasan dengan Bakso Lontong Cikini juga disampaikan seorang pelanggan. "Dengan harga Rp 16 ribu sudah dapat rasa yang wah. Baksonya enak dan saya belum pernah ketemu bakso lontong sebelumnya," kata Febri.

Bakso Lontong Cikini biasanya ramai saat sore dan malam hari ketika orang pulang kerja. "Sehari saya sediakan 100 porsi dan biasanya habis," tambah Roni.

3 dari 3 halaman

Ingin Mengembangkan Usaha Bakso

Roni sempat membuka cabang Bakso Lontong di daerah Bintaro. Namun karena kendala SDM, ia harus menutup jualannya di Bintaro dan kini hanya fokus dengan Bakso Lontong Cikini.

Tak dapat dipungkiri, Roni ingin mengembangkan usahanya. Pasang surut usaha dan keterbatasan tempat membuat Roni tetap mempertahankan menu yang ia sajikan saat ini.

"Ingin ada tambahan menu daya tarik jenis bakso yang sudah booming sekarang kayak bakso cabe rawit, bakso keju, bakso beranak. Karena tempatnya tidak memadai dijual yang ada saja," tambahnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
6 Barista Terbaik Versi Buku Kopi: Indonesian Coffe Craft and Culture, Siapa Saja?
Artikel Selanjutnya
Sejarah Yoghurt Bulgaria yang Disebut Terlezat di Dunia