Menteri Jerman Puji Toleransi Antaragama di Indonesia

Selain Jakarta, Menteri Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan juga mengunjungi Bogor.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan, mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta pada Rabu (19/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momen bagi Radovan untuk melihat langsung simbol toleransi dan persahabatan antarumat beragama di Indonesia.

Radovan didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Masjid Istiqlal. Keduanya berkeliling masjid sambil membahas arsitektur dan berbagai bagian dari bangunan ikonik tersebut.

Saat berada di dalam masjid, Radovan juga melihat sejumlah kelompok ibu dan anak-anak yang tengah mengikuti kegiatan belajar bersama. Nasaruddin kemudian menunjukkan bedug terbesar di Masjid Istiqlal dan meminta Radovan untuk ikut memukulnya.

Setelah dari Istiqlal, rombongan melanjutkan kunjungan ke Gereja Katedral Jakarta melalui Terowongan Silaturahim yang menghubungkan kedua rumah ibadah tersebut.

Radovan mengaku terkesan melihat hubungan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang diwujudkan melalui terowongan tersebut. Menurutnya, keberadaan terowongan menjadi simbol penting mengenai toleransi dan persahabatan antarumat beragama.

“Melihat situasi sulit yang kita hadapi sekarang, sangat penting adanya contoh tentang toleransi, persahabatan, dan dialog,” ujar Radovan, Rabu (19/8/2026).

Ia mengatakan kunjungannya ke Indonesia merupakan pengalaman pertama. Selain Jakarta, Radovan juga sempat mengunjungi Bogor dan bertemu dengan sejumlah anak muda.

“Saya sangat terkesan dengan Indonesia, terutama orang-orangnya. Saya mengunjungi salah satu universitas di Bogor dan bertemu banyak anak muda,” katanya.

Radovan juga sempat mencicipi makanan Indonesia. Ia mengatakan makanan yang telah dicobanya berupa menu berbahan sayuran dan mengaku masih ingin mengenal lebih banyak kuliner serta budaya Indonesia.

Menurut Radovan, konsep hubungan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral melalui Terowongan Silaturahim dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain.

Ia menilai, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi dunia saat ini, masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang untuk membangun dialog dan persahabatan lintas agama.

Radovan berharap semangat toleransi yang tercermin dari kedua rumah ibadah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi banyak tempat di dunia.