Sukses

Antara Open Trip dan Private Trip, Mana Lebih Seru?

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kesibukan pekerjaan dan kegiatan lainnya, tiap orang biasanya memilih traveling atau bepergian ke daerah lain untuk menghilangkan penat maupun kejenuhan. Terutama mereka yang tinggal di kota besar, berlibur ke tempat yang lebih tenang dan jauh dari keramaian sering jadi pilihan utama.

Ada berbagai macam cara untuk melakukan perjalanan ke tempat atau kawasan wisata yang akan kita tuju. Belakangan ini gaya liburan dengan menggunakan open trip sedang populer di kalangan para pelancong, baik yang berpergian di dalam negeri maupun ke luar negeri.

Open trip sendiri adalah perjalanan ke satu destinasi dengan paket wisata yang telah ditentukan dan memiliki kuota pelancong yang tidak terlalu banyak. Sebagai alternatif yang sedang banyak diminati, open trip menawarkan ragam petualangan yang menarik, baik bagi para traveler maupun mereka yang ingin mencari suasana baru saat liburan.  

Tak hanya open trip, tapi juga ada private trip buat Anda yang lebih menyukai privasi saat berlibur atau bepergian ke suatu tempat. Beda dengan open trip yang terdiri dari sekelompok orang, private trip hanya dilakukan oleh satu orang atau satu grup tertentu saja.

Biasanya ini dilakukan oleh pasangan atau mereka yang gemar melakukan perjalanan sendiri atau solo traveler. Dengan private trip, kita melibatkan agen untuk mengurus perjalanan dan kebutuhan kita, tapi orang yang ikut berlibur kita sendiri yang menentukan. Sepertinya ini tak kalah menarik dengan open trip.

Tapi lebih seru mana, apakah Anda lebih menyukai open trip atau justru personal trip yang lebih menjamin privasi Anda? Pilihan tiap orang tentu berbeda. Sebagai pertimbangan, berikut ini ada gambaran perjalanan open trip dan private trip yang dilansir dari sejumlah sumber.

2 dari 3 halaman

Open Trip

Open trip sering juga disebut dengan Trip Gabungan. Para peserta biasanya tidak saling kenal karena paket ini terbuka untuk umum. Ada banyak kelebihan dari open trip.

Di antaranya, kita tidak perlu kebingungan mengatur jadwal dan aktivitas yang akan dilakukan, lalu bisa menghemat biaya karena harga paketnya murah dan bisa mendapatkan teman baru karena pesertanya umumnya lebih dari sepuluh orang. Penyelenggara open trip sudah menentukan destinasi, waktu keberangkatan, akomodasi dan aktivitas apa saja yang akan dilakukan.

Jadi pelancong tinggal menikmati perjalanan dengan biaya yang terjangkau. Tapi open trip juga punya kekurangan seperti tidak bisa memilih sendiri tempat atau kawasan wisata yang akan dikunjungi dan terkadang ada agen yang nakal karena tidak sesuai dengan apa yang mereka tawarkan.

"Kalau saya lebih pilih open trip karena lebih terjangkau dan banyak keuntungannya, misalnya bisa ketemu dan kenalan sama orang baru. Kita juga nggak pusing memikirkan jadwal dan tujuan. Soal agen yang nakal, kita kan bisa tanya-tanya dan cari info dulu sebelum memilih. Kalau yang reputasinya bagus biasanya banyak yang rekomen," jelas Yogi, seorang karyawan swasta yang hobi traveling pada Liputan6.com pada Jumat, 16 November 2018. Menurut Yogi, open trip jadi pilihan utamanya karena lebih seru dan bisa mendapatkan hal-hal baru.

3 dari 3 halaman

Private Trip

Sesuai dengan namanya, private trip lebih bersifat personal. Anda akan melakukan sebuah perjalanan hanya dengan kelompok orang yang sudah ditentukan dengan bantuan Travel Agent.

Untuk tujuan wisata dan tanggal keberangkatan yang menentukan adalah Anda sendiri dan travel agent akan mencoba mengakomodasi seluruh kebutuhan Anda. Dengan fasilitas dan kemudahan seperti itu, private trip lebih mahal dibandingkan dengan paket Open Trip. Selain itu kita juga harus memastikan berapa orang peserta yang sudah pasti ikut perjalanan agar mendapatkan paket semurah mungkin.

"Pilihan saya lebih pada private trip karena bisa memilih sendiri tempat yang akan saya tuju. Soal biaya tak terlalu masalah karena kita kan harus nabung banyak dulu sebelum liburan jadi wajar aja kalau harus keluar banyak biaya," ungkap tutur Dwi Gunarso, seorang pekerja lepas saat dihubungi pada Jumat, 16 November 2018.

Menurut Dwi, keseruan bisa diciptakan sendiri oleh tiap orang bukan pada banyaknya orang yang ikut perjalanan. "Bagi saya pergi ke tempat wisata sudah jadi pengalaman yang seru dan berkesan," tambah Dwi.

Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan open trip maupun private trip tadi, pilihan tentu ada di tangan Anda, mana yang lebih Anda pilih?

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Liburan Pakai Jasa Open Trip, Biro Perjalanan atau Jalan Sendiri, Mana Pilihanmu?