10 Tanaman Bunga yang Bisa Diperbanyak dengan Stek Batang untuk Memperindah Taman Rumah

Ingin memperbanyak tanaman bunga tanpa biji? Simak 10 pilihan yang bisa distek batang beserta panduan lengkap cara menanamnya.

Diterbitkan 09 Agustus 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Merawat tanaman bunga di rumah kini tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli bibit baru. Banyak jenis tanaman bunga populer ternyata bisa diperbanyak sendiri hanya dengan memotong batangnya, tanpa perlu menunggu proses persemaian biji yang panjang. Teknik ini dikenal luas di kalangan pehobi tanaman sebagai cara cepat menambah koleksi.

Stek batang menjadi metode favorit karena hasilnya cenderung identik dengan induknya, baik dari segi warna bunga maupun bentuk daun. Prosesnya juga relatif sederhana, cukup memilih batang yang sehat, memotongnya dengan teknik yang benar, lalu menanamnya di media yang lembap hingga akar baru muncul dalam beberapa minggu.

Sebelum mencoba sendiri di halaman rumah, ada baiknya mengenal terlebih dahulu jenis tanaman bunga apa saja yang paling responsif terhadap teknik stek batang. Berikut ini adalah sepuluh pilihan yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (9/8/2026).

1. Mawar

Mawar dikenal sebagai salah satu tanaman bunga yang paling sering diperbanyak lewat stek batang karena tingkat keberhasilannya cukup tinggi. Bagian batang yang dipilih sebaiknya sudah semi berkayu, bukan yang masih terlalu muda dan lunak, agar tidak mudah membusuk saat ditanam.

Panjang potongan batang mawar yang ideal berkisar 15 hingga 20 sentimeter dengan menyisakan dua sampai tiga mata tunas. Daun bagian bawah sebaiknya dibuang agar penguapan air berkurang dan energi tanaman terfokus pada pembentukan akar baru.

Setelah dipotong, batang bisa langsung ditancapkan ke media campuran tanah dan sekam bakar. Penyiraman rutin dan penempatan di area teduh selama beberapa minggu pertama akan membantu akar tumbuh lebih cepat sebelum dipindah ke tempat terbuka.

2. Melati

Melati menjadi favorit banyak orang bukan hanya karena aromanya yang khas, tetapi juga karena kemudahannya diperbanyak lewat stek batang. Batang yang dipilih idealnya sudah agak berkayu, sebab batang yang masih terlalu muda cenderung lebih rentan layu sebelum berakar.

Proses steknya cukup memotong batang sepanjang 10 hingga 15 sentimeter, lalu menanamnya pada media yang gembur dan porous. Kelembapan media perlu dijaga secara konsisten karena melati cukup sensitif terhadap kekeringan pada masa awal pertumbuhan akar.

Dalam kondisi ideal, akar baru pada stek melati biasanya sudah mulai muncul dalam dua hingga tiga minggu. Setelah akar cukup kuat, tanaman bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar atau langsung ke lahan terbuka di halaman rumah.

3. Kembang Sepatu

Kembang sepatu termasuk tanaman bunga yang paling toleran terhadap berbagai teknik perbanyakan, termasuk stek batang. Batang semi keras dengan diameter sedang biasanya memberikan hasil terbaik dibandingkan batang yang terlalu tipis atau justru terlalu tua dan kering.

Potongan batang sepanjang 15 sentimeter dengan beberapa mata tunas sudah cukup untuk memulai proses ini. Bagian ujung bawah batang dapat dicelupkan ke hormon perakaran agar pertumbuhan akar lebih merata dan prosesnya berlangsung lebih cepat.

Media tanam yang lembap namun tidak tergenang air menjadi kunci keberhasilan stek kembang sepatu. Dalam waktu tiga hingga empat minggu, tunas daun baru biasanya sudah mulai terlihat sebagai tanda akar telah terbentuk dengan baik.

4. Bougenville

Bougenville dikenal sebagai tanaman bunga merambat yang kerap dijadikan pagar hidup karena warnanya yang mencolok. Perbanyakannya lewat stek batang cukup populer, terutama menggunakan batang berkayu yang lebih tua agar hasil steknya lebih kokoh.

Panjang batang yang dipotong biasanya berkisar 20 hingga 30 sentimeter, lebih panjang dibandingkan tanaman bunga lain pada umumnya. Penggunaan hormon perakaran pada bougenville cukup dianjurkan karena batangnya tergolong lebih sulit berakar dibanding jenis tanaman lain.

Setelah ditanam, media perlu dijaga tetap lembap namun tidak basah berlebihan agar batang tidak membusuk. Proses munculnya akar pada bougenville memang butuh waktu lebih lama, biasanya sekitar satu bulan sebelum benar-benar siap dipindahkan.

5. Anyelir

Anyelir menjadi pilihan menarik bagi pehobi yang ingin memperbanyak tanaman bunga berukuran kecil namun tetap mencolok warnanya. Bagian yang digunakan untuk stek biasanya adalah pucuk batang muda, bukan batang tua yang cenderung lebih keras.

Potongan pucuk sepanjang 10 hingga 15 sentimeter sudah cukup ideal untuk memulai proses stek anyelir. Daun bagian bawah perlu dibuang sebagian agar tanaman tidak kehilangan terlalu banyak air melalui penguapan selama masa penyesuaian awal.

Media tanam yang ringan dan porous, seperti campuran pasir dan tanah, sangat disarankan untuk anyelir. Penempatan di area teduh dengan sirkulasi udara baik akan mempercepat pembentukan akar dalam beberapa minggu ke depan.

6. Krisan

Krisan atau seruni merupakan tanaman bunga yang sangat umum diperbanyak secara komersial melalui stek batang karena tingkat keberhasilannya tergolong tinggi. Pucuk muda yang belum berbunga biasanya dipilih karena energi tanaman masih terfokus pada pertumbuhan vegetatif.

Panjang stek krisan idealnya sekitar 10 sentimeter dengan menyisakan beberapa helai daun di bagian atas. Batang yang dipotong perlu segera ditanam agar tidak mengalami dehidrasi sebelum sempat membentuk akar baru di media tanam.

Kelembapan tinggi menjadi faktor penting keberhasilan stek krisan, sehingga banyak pembudidaya menutup area penyemaian dengan plastik transparan. Dalam waktu dua minggu, akar biasanya sudah cukup kuat untuk dipindahkan ke pot tanam permanen.

7. Alamanda

Alamanda dikenal sebagai tanaman bunga merambat berwarna kuning cerah yang kerap digunakan untuk mempercantik pagar atau gapura taman. Batang semi berkayu menjadi pilihan terbaik untuk stek karena lebih stabil dibandingkan batang yang masih hijau dan lunak.

Potongan batang sepanjang 15 hingga 20 sentimeter dengan dua hingga tiga mata tunas sudah memadai untuk proses perbanyakan ini. Getah pada batang alamanda perlu dibersihkan terlebih dahulu agar tidak menghambat proses penyerapan air oleh jaringan tanaman.

Media tanam yang gembur serta penyiraman teratur akan mempercepat pembentukan akar pada stek alamanda. Setelah akar tumbuh kuat, tanaman ini bisa langsung diarahkan merambat pada pagar atau struktur penyangga lain di halaman.

8. Kamboja

Kamboja memiliki karakteristik berbeda dibanding tanaman bunga lain karena batangnya mengandung getah yang cukup banyak. Batang tua yang sudah cukup keras dipilih untuk stek, kemudian dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum ditanam.

Proses pengeringan ini bertujuan menghentikan aliran getah agar batang tidak mudah membusuk saat kontak dengan media tanam. Panjang potongan batang kamboja biasanya berkisar 30 hingga 40 sentimeter, lebih panjang dari kebanyakan tanaman bunga lainnya.

Setelah kering, batang ditanam pada media yang cenderung kering dan tidak terlalu sering disiram. Kamboja termasuk tanaman yang tahan kekeringan, sehingga penyiraman berlebihan justru berisiko membuat batang stek membusuk sebelum berakar.

9. Soka

Soka kerap dijadikan tanaman pagar karena bunganya yang bergerombol dan berwarna cerah sepanjang tahun. Perbanyakan lewat stek batang menjadi metode utama yang digunakan pembudidaya karena bisa dilakukan dalam jumlah besar sekaligus.

Batang semi keras dipotong sepanjang 15 sentimeter dengan menyisakan beberapa daun di bagian pucuk. Bagian daun yang tersisa sebaiknya dipotong setengah agar penguapan berkurang tanpa menghilangkan kemampuan tanaman melakukan fotosintesis sepenuhnya.

Media tanam campuran tanah dan sekam menjadi pilihan umum untuk stek soka. Dengan perawatan konsisten, akar baru biasanya mulai terbentuk dalam waktu tiga hingga empat minggu sejak batang pertama kali ditanam.

10. Lantana

Lantana menjadi tanaman bunga penutup tanah yang populer karena perawatannya tergolong mudah dan bisa diperbanyak dengan cepat lewat stek batang. Batang muda yang masih cukup lentur dipilih karena lebih responsif membentuk akar dibanding batang tua yang mengeras.

Potongan batang sepanjang 10 hingga 15 sentimeter sudah cukup untuk memulai proses stek lantana. Daun bagian bawah dibuang agar batang bisa tertanam sempurna di media tanpa risiko membusuk akibat kontak daun dengan tanah lembap.

Lantana tergolong tanaman yang cepat beradaptasi, sehingga akar baru biasanya sudah terbentuk hanya dalam waktu dua minggu. Setelah itu, tanaman bisa langsung ditanam di area terbuka sebagai penutup tanah berbunga yang rimbun.

Tips Agar Stek Batang Tanaman Bunga Berhasil

Selain memilih jenis tanaman yang tepat, keberhasilan stek batang juga sangat dipengaruhi oleh cara pengerjaan dan perawatan setelah tanam. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar tingkat keberhasilan stek batang lebih maksimal.

- Pilih Batang yang Sehat: Hindari batang yang terserang hama atau penyakit karena berisiko gagal berakar dan justru menular ke tanaman lain di sekitarnya.

- Gunakan Batang Semi Berkayu: Batang yang tidak terlalu muda maupun terlalu tua umumnya memberikan hasil stek paling optimal dibanding kedua ekstrem tersebut.

- Potong dengan Sudut Miring: Potongan miring memperluas area penyerapan air dan nutrisi sehingga proses pembentukan akar baru berlangsung lebih cepat dan merata.

- Kurangi Jumlah Daun: Membuang sebagian daun membantu mengurangi penguapan air sehingga energi tanaman lebih terfokus pada pertumbuhan akar baru.

- Gunakan Media Porous: Campuran tanah, sekam bakar, dan pasir membantu menjaga kelembapan tanpa membuat akar tergenang air secara berlebihan.

- Jaga Kelembapan Konsisten: Penyiraman teratur namun tidak berlebihan mencegah batang stek mengering sekaligus menghindari risiko pembusukan akar.

- Tempatkan di Area Teduh: Sinar matahari langsung pada masa awal penanaman berisiko membuat batang stek layu sebelum sempat membentuk akar.

Pertanyaan Seputar Stek Batang Tanaman Bunga

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan stek batang tanaman bunga untuk berakar?

Waktu berakar bervariasi tergantung jenis tanaman, mulai dari dua minggu untuk lantana dan krisan hingga satu bulan untuk bougenville dan kamboja.

2. Apakah semua jenis tanaman bunga bisa diperbanyak dengan stek batang?

Tidak semua tanaman bunga cocok distek batang. Beberapa jenis lebih responsif diperbanyak lewat biji, cangkok, atau pemisahan rumpun akar.

3. Apakah hormon perakaran wajib digunakan saat stek batang?

Hormon perakaran tidak wajib, namun dapat mempercepat dan meningkatkan tingkat keberhasilan pembentukan akar, terutama pada tanaman berkayu seperti bougenville.

4. Kapan waktu terbaik untuk melakukan stek batang tanaman bunga?

Musim penghujan atau awal musim kemarau umumnya dianggap waktu paling ideal karena kelembapan udara masih cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan akar.

5. Mengapa stek batang tanaman bunga bisa gagal atau membusuk?

Kegagalan biasanya disebabkan media tanam terlalu basah, batang yang dipilih tidak sehat, atau penempatan di bawah sinar matahari langsung sejak awal penanaman.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6