Liputan6.com, Jakarta - Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan, cara membuat lampion merah putih dari botol plastik bisa menjadi ide sederhana untuk mempercantik rumah tanpa harus membeli dekorasi baru. Botol air mineral bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah dapat diubah menjadi lampion bernuansa merah putih yang menarik untuk digantung di teras, halaman, atau ruang keluarga.
Membuat dekorasi sendiri juga dapat menjadi kegiatan kreatif bersama keluarga. Anak-anak bisa membantu memilih warna, menyiapkan kertas, atau menghias bagian luar lampion, sementara proses memotong botol sebaiknya dilakukan oleh orang dewasa karena membutuhkan gunting atau cutter.
Bentuk botol yang sederhana justru memberikan banyak kemungkinan. Setelah bagian tengahnya dipotong dan dikembangkan, botol dapat berubah menjadi kerangka lampion yang memiliki lengkungan seperti kelopak. Sentuhan warna merah dan putih kemudian membuatnya semakin identik dengan suasana perayaan 17 Agustus. Berikut ulasan Liputan6.com, Minggu (9/8/2026)
Advertisement
Mengapa Botol Plastik Bekas Bisa Dijadikan Lampion?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307849/original/004366700_1785116999-f36f6596-784a-4472-ac9a-6af589064c43.jpg)
Botol plastik bekas memiliki bentuk yang cukup lentur sehingga dapat dibentuk kembali menjadi dekorasi. Bagian badan botol dapat dipotong memanjang dalam beberapa bagian tanpa memisahkan ujung atas dan bawahnya. Ketika bagian tengahnya ditekan secara perlahan, potongan tersebut akan melebar dan menghasilkan bentuk melengkung.
Teknik sederhana ini membuat botol tidak lagi terlihat seperti wadah minuman. Kerangkanya dapat ditutup dengan kertas merah putih atau diberi lapisan cat sehingga tampilannya menyerupai lampion dekoratif.
Selain memanfaatkan barang yang sudah tersedia di rumah, proyek ini juga relatif murah. Bahan utamanya hanya botol plastik bekas, kertas atau cat, perekat, dan tali. Jika ingin membuat beberapa lampion sekaligus untuk menghias halaman, bahan yang diperlukan pun dapat disiapkan secara bertahap.
Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan
Sebelum mulai membuat lampion, siapkan seluruh perlengkapan agar proses pengerjaan lebih mudah. Berikut bahan yang dapat digunakan:
- Botol plastik bekas ukuran sekitar 1,5 liter
- Gunting atau cutter
- Kertas krep merah dan putih
- Kertas warna merah dan putih sebagai alternatif
- Cat akrilik merah dan putih jika tidak menggunakan kertas
- Lem tembak atau double tape
- Tali kasur atau benang wol
- Jarum atau alat untuk membantu membuat lubang pada tutup botol
- Hiasan tambahan sesuai selera
Botol sebaiknya dicuci terlebih dahulu sampai bersih dan dikeringkan. Lepaskan pula label merek yang masih menempel agar permukaannya lebih mudah dihias.
Jika menggunakan cutter, proses pemotongan perlu dilakukan dengan hati-hati. Permukaan botol cukup licin sehingga alat potong dapat mudah bergeser. Untuk keamanan, orang dewasa sebaiknya menangani tahap ini, terutama jika kegiatan dilakukan bersama anak-anak.
Advertisement
Cara Membuat Lampion Merah Putih dari Botol Plastik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319577/original/091369000_1786259458-lampion_botol_2.jpeg)
Setelah bahan lengkap, proses pembuatan dapat dimulai. Tidak membutuhkan teknik kerajinan yang rumit, tetapi setiap tahap perlu dilakukan dengan perlahan agar bentuk lampion terlihat rapi.
1. Bersihkan Botol Plastik
Langkah pertama adalah menyiapkan botol plastik bekas yang akan digunakan. Cuci bagian dalam dan luar botol menggunakan air hingga tidak ada sisa minuman yang tertinggal. Setelah itu, keringkan botol agar lem dan cat nantinya dapat menempel dengan lebih baik.
Lepaskan label atau stiker merek pada badan botol. Jika masih terdapat sisa perekat, bersihkan terlebih dahulu supaya permukaan botol tidak terlihat kotor ketika sudah dihias.
Botol berukuran 1,5 liter cukup ideal karena memiliki badan yang panjang dan ruang yang cukup untuk dibentuk. Namun, botol dengan ukuran berbeda juga dapat digunakan jika ingin membuat lampion dengan variasi ukuran.
2. Tandai Bagian Botol yang Akan Dipotong
Letakkan botol dalam posisi tegak. Fokuskan pemotongan pada bagian tengah badan botol, bukan pada bagian leher atau dasar.
Buat beberapa garis memanjang dari bagian bawah badan botol menuju bagian atasnya. Bagi badan botol menjadi sekitar enam sampai delapan bagian dengan lebar kurang lebih 2–3 cm.
Pembagian tidak harus benar-benar sempurna, tetapi usahakan jarak antarbagian relatif sama. Potongan yang terlalu berbeda ukuran dapat membuat bentuk lampion tidak seimbang ketika dikembangkan.
3. Potong Botol Memanjang
Gunakan gunting atau cutter untuk memotong mengikuti garis yang telah dibuat. Bagian plastik dipotong memanjang, tetapi jangan sampai potongannya terlepas seluruhnya.
Ujung bagian atas dan bawah harus tetap menyatu sehingga potongan-potongan tersebut membentuk semacam kerangka. Prinsip inilah yang nantinya memungkinkan badan botol dikembangkan menjadi bentuk lampion.
Kerjakan tahap ini secara perlahan. Tidak perlu menekan gunting terlalu kuat karena plastik botol relatif tipis dan mudah terpotong.
4. Kembangkan Potongan Botol
Setelah seluruh bagian memanjang selesai dipotong, tekan bagian tengah botol secara perlahan ke arah dalam atau ke bawah. Potongan-potongan plastik akan mulai membuka dan membentuk lengkungan.
Lakukan secara bertahap sampai badan botol terlihat lebih melebar. Jangan memaksa plastik karena tekanan berlebihan dapat membuat potongan patah atau bentuknya menjadi tidak beraturan.
Pada tahap ini, botol mulai kehilangan bentuk aslinya dan menyerupai kerangka lampion. Lengkungan yang terbentuk akan menjadi dasar untuk memberikan kesan bulat dan mengembang.
5. Lapisi dengan Warna Merah dan Putih
Setelah bentuk kerangka terbentuk, saatnya memberikan nuansa khas kemerdekaan. Ada dua pilihan yang dapat digunakan, yaitu kertas atau cat.
Jika memakai kertas krep, potong kertas menjadi bagian-bagian yang sesuai dengan ukuran kerangka botol. Tempelkan secara bergantian antara warna merah dan putih sehingga menghasilkan pola yang menarik.
Kertas tidak harus menutupi seluruh permukaan secara sangat rapat. Yang terpenting, lapisan dapat mengikuti bentuk lengkung botol dan memberikan kesan lampion yang berwarna-warni.
Alternatif lainnya adalah menggunakan cat akrilik. Warnai bagian-bagian botol dengan merah dan putih secara bergantian. Berikan waktu agar lapisan pertama mengering sebelum menambahkan lapisan berikutnya apabila warna masih terlihat tipis.
Cat akrilik dapat digunakan untuk permukaan plastik, tetapi hasilnya akan lebih baik jika permukaan botol sudah bersih dan kering. Hindari memberikan lapisan cat terlalu tebal sekaligus karena dapat membuat hasil akhir tidak rata.
6. Rekatkan Hiasan dengan Rapi
Apabila menggunakan kertas, aplikasikan lem secukupnya pada bagian yang akan ditempel. Lem tembak dapat digunakan untuk memperkuat beberapa titik yang mudah terlepas, sedangkan double tape bisa menjadi pilihan untuk bagian tertentu.
Tempelkan kertas mengikuti lekukan botol. Jangan menarik kertas terlalu kuat karena material seperti kertas krep dapat mudah robek.
Perhatikan pula bagian sambungan. Ujung kertas yang terlihat berantakan dapat dilipat sedikit ke bagian dalam lalu direkatkan. Hasilnya akan membuat lampion tampak lebih bersih dan tidak seperti sekadar botol yang ditempeli kertas.
7. Buat Lubang pada Tutup Botol
Lampion membutuhkan tali agar dapat digantung. Untuk membuatnya, lubangi bagian tengah tutup botol menggunakan alat yang sesuai.
Masukkan tali melalui lubang tersebut dari bagian dalam menuju bagian luar. Setelah tali keluar, buat simpul yang cukup kuat agar lampion tidak mudah terlepas ketika digantung.
Tali kasur dapat memberikan tampilan sederhana dan natural, sedangkan benang wol dapat digunakan jika ingin menghadirkan kesan dekoratif. Panjang tali dapat disesuaikan dengan lokasi lampion akan dipasang.
8. Tambahkan Hiasan di Bagian Bawah
Lampion sebenarnya sudah dapat digunakan setelah tali terpasang. Namun, bagian bawahnya dapat diberi tambahan dekorasi agar tampilannya lebih meriah.
Potongan kertas merah putih yang dibuat memanjang dapat dijadikan rumbai-rumbai. Tempelkan beberapa helai pada bagian bawah lampion sehingga ketika terkena angin, rumbai tersebut dapat bergerak dan membuat dekorasi terlihat lebih hidup.
Hiasan lain seperti pita merah putih juga dapat ditambahkan. Sebaiknya jangan terlalu banyak menempelkan aksesori agar bentuk utama lampion tetap terlihat.
Tips agar Lampion Terlihat Lebih Menarik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319578/original/097459000_1786259458-lampion_botol_3.jpeg)
Kerapian potongan menjadi salah satu faktor yang menentukan hasil akhir. Jika jumlah potongan dibuat relatif sama, bentuk lampion akan terlihat lebih simetris ketika dikembangkan.
Pemilihan warna juga dapat disesuaikan dengan konsep dekorasi. Kombinasi merah dan putih dapat dibuat bergantian secara teratur atau digunakan dalam pola yang lebih bebas. Untuk suasana 17 Agustus yang lebih semarak, beberapa lampion dengan pola berbeda dapat digantung berdampingan.
Ukuran lampion pun tidak harus sama. Botol berukuran lebih kecil dapat digunakan untuk membuat lampion mungil, sedangkan botol 1,5 liter dapat menghasilkan dekorasi yang lebih besar. Jika digantung bersama, perbedaan ukuran tersebut justru dapat menciptakan susunan yang lebih dinamis.
Lampion juga sebaiknya ditempatkan di area yang terlindung dari hujan apabila menggunakan kertas. Kertas krep dan kertas warna dapat rusak jika terkena air dalam waktu lama. Teras, ruang tamu, pagar bagian dalam, atau area yang memiliki atap dapat menjadi pilihan.
Ide Penataan Lampion untuk Dekorasi 17 Agustus
Satu lampion dapat menjadi hiasan kecil, tetapi beberapa lampion sekaligus dapat mengubah suasana sebuah ruangan atau halaman. Cobalah membuat beberapa buah dengan warna merah putih yang konsisten, kemudian gantungkan pada tali panjang.
Untuk teras rumah, lampion dapat ditempatkan berjajar mengikuti bagian depan atap. Jarak antarlampion dapat dibuat sama agar susunannya terlihat rapi.
Jika memiliki pohon di halaman, lampion dapat digantung pada beberapa cabang yang kokoh. Pilih posisi yang tidak terlalu rendah agar dekorasi tidak mudah tersenggol orang yang berjalan di bawahnya.
Lampion juga dapat digunakan sebagai bagian dari dekorasi meja. Dalam ukuran yang lebih kecil, lampion dapat diletakkan di sekitar area berkumpul keluarga untuk memberikan sentuhan merah putih tanpa memenuhi ruangan.
Hal yang penting, lampion dari botol plastik sebaiknya diposisikan sebagai dekorasi, bukan tempat menaruh lilin atau sumber api terbuka. Plastik dan kertas mudah terbakar sehingga penggunaan api langsung dapat menimbulkan risiko kebakaran. Jika ingin memberikan efek cahaya, gunakan sumber cahaya yang memang dirancang aman untuk dekorasi dan tidak menghasilkan panas berlebihan.
Advertisement
Manfaat Mengubah Botol Bekas Menjadi Dekorasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313363/original/039593200_1785637836-1.jpg)
Membuat lampion dari botol bekas bukan hanya soal menghasilkan dekorasi murah. Kegiatan tersebut juga mengajarkan bahwa barang yang sudah tidak digunakan masih dapat memiliki fungsi baru.
Proses pembuatannya dapat menjadi kegiatan kreatif bersama keluarga menjelang perayaan 17 Agustus. Anak-anak dapat dilibatkan dalam aktivitas yang sesuai dengan usia, seperti memilih warna, menggunting kertas, atau menempelkan hiasan. Tahap yang menggunakan cutter dan lem tembak sebaiknya tetap ditangani atau diawasi orang dewasa.
Dari sisi dekorasi, penggunaan barang bekas juga memungkinkan setiap lampion memiliki karakter berbeda. Bentuk yang tidak sepenuhnya seragam justru dapat memberikan kesan buatan tangan yang hangat.
Pada akhirnya, perayaan kemerdekaan tidak selalu membutuhkan dekorasi mahal. Botol plastik bekas yang sederhana dapat berubah menjadi hiasan merah putih yang menarik jika dipadukan dengan sedikit kreativitas dan ketelitian.
Tanya Jawab Seputar Memanfaatkan Botol Bekas untuk Dekorasi 17 Agustus
1. Botol bekas apa yang cocok untuk membuat dekorasi 17 Agustus?
Botol plastik air mineral atau minuman ringan dapat dimanfaatkan. Botol berukuran sekitar 1,5 liter cukup praktis untuk dibuat menjadi lampion karena badan botolnya relatif panjang dan mudah dipotong.
2. Selain lampion, botol bekas bisa dibuat menjadi dekorasi apa?
Botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai dekorasi, seperti pot tanaman, tempat pensil, bunga plastik, hiasan gantung, atau ornamen berbentuk bendera. Untuk tema 17 Agustus, botol dapat dicat merah putih agar memiliki tampilan yang seragam dengan dekorasi lainnya.
3. Apakah botol plastik harus dicuci sebelum digunakan?
Ya. Botol sebaiknya dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu. Permukaan yang bersih membuat hasil dekorasi terlihat lebih rapi sekaligus membantu lem atau cat menempel dengan lebih baik.
4. Apakah lampion dari botol plastik boleh diberi lilin?
Sebaiknya tidak menggunakan lilin atau api terbuka di dalam maupun dekat lampion berbahan plastik dan kertas. Kedua material tersebut mudah terbakar. Untuk efek cahaya, gunakan sumber penerangan dekoratif yang tidak menghasilkan panas berlebihan dan ikuti petunjuk penggunaannya.
5. Bagaimana agar dekorasi botol bekas terlihat tidak seperti barang bekas?
Kuncinya ada pada kebersihan, kerapian potongan, dan komposisi warna. Lepaskan label botol, bersihkan sisa perekat, buat potongan dengan ukuran relatif sama, kemudian gunakan warna merah putih secara konsisten. Tambahan seperti pita atau rumbai juga dapat membuat hasil akhirnya terlihat lebih dekoratif.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319576/original/085044600_1786259458-lampion_botol_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411106/original/063435600_1763002197-muslim-boy-learning-how-make-dua-allah__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319550/original/015583800_1786258963-pexels-hartonosbg-34582759.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314123/original/057131000_1785734767-Xanthos_sagitt_140518-0440_tdp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319514/original/085948700_1786255982-7b2d01bd-6124-4d7b-89ed-af8f095d97de.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317014/original/043821400_1785999683-6d4a503c-a1d7-4fd0-a668-17f573448361.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319539/original/009709300_1786258640-Ide_desain_Rumah_Jengki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319533/original/083873600_1786257562-Gemini_Generated_Image_kvrp7gkvrp7gkvrp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315107/original/095265700_1785828052-qISJR7tBB3gC13rmtj9dc53pKKU2iJwyM2txMeXO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319491/original/075654600_1786254312-9aec8870-d24e-4060-9845-0021f7cbe7f5.jpg)