Sukses

Perangi Narkoba, Finalis Puteri Indonesia 2018 Dibekali BNN

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 39 finalis Puteri Indonesia 2018 menjalani pembekalan dari Badan Narkotika Nasional di hari ketiga masa karantina pada hari ini, Jumat (2/3/2018), di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Sesi pembekalan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam masa karantina dari ke 39 finalis Puteri Indonesia.

Pembekalan narkoba ini sendiri diberikan oleh Drs. Ali Djohardi Wirogioto selaku Deputi Pencegahan BNN. Ali Djohardi menuturkan bahwa Puteri Indonesia diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah dalam melakukan sosialisasi bahaya penggunaan narkoba kepada masyarakat.

"Puteri-puteri ini merupakan orang pilihan dari daerahnya. Maka kesempatan ini jangan disia-siakan untuk berbuat kepada bangsa dengan membantu pemerintah dalam mensosialisasikan banyak narkoba," ujar Ali Djohardi.

Tak hanya sekadar sosialisasi Puteri Indonesia diharapkan juga dapat mendukung edukasi serta mengajak masyarakat untul berperan aktif dalam pemberantasan narkoba.

Dalam sesi pembekalan ini, BNN memberikan pengarahan kepada para finalis bahwa narkoba merupakan barang yang berbahaya. Bahayanya narkoba tidak hanya untuk diri sendiri,keluarga, teman, namun juga bagi bangsa Indonesia.

Banyaknya kasus penggunaan narkoba menjadikan isu bahaya narkoba sangat penting untuk disosialisasikan. Melalui sesi pembekalan ini, para finalis Puteri Indonesia 2018 diberikan himbauan untuk menjauhi narkoba. BNN sendiri meminta semua elemen masyarakat, termasuk para finalis untuk mengkampanyekan anti narkoba. Melihat Indonesia sudah menjadi negara darurat narkoba di mana penyalahgunaan dan peredarannya begitu masif yang memakan banyak korban.

 

1 dari 3 halaman

Perangi Narkoba, Finalis Puteri Indonesia 2018 Dibekali BNN

Oleh karena itu, menjadi Puteri Indonesia tidak hanya cantik, cerdas, dan berbudi pekerti, namun juga mampu menginspirasi masyarakat untuk tidak menggunakan narkoba. Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani mengatakan bahwa ia menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk tidak menggunakan narkoba melalui media sosial dan cerita pribadi.

"Sebelum jadi Puteri Indonesia, saya sudah terjun di dunia modelling selama 12 tahun. Banyak orang yang bertanya kenapa saya bisa sekuat itu untuk merokok, minum minuman keras, bahlan tidak menggunakan narkoba. Padahal dunia modelling identik dengan dunia malam. Jadi kembali ke diri sendiri. Di mana saya berpikir bahwa dengan menggunakan narkoba bukan cuma saya rugi dan malu tapi juga keluarga saya," ujar Bunga Jelitha.

 

2 dari 3 halaman

Perangi Narkoba, Finalis Puteri Indonesia 2018 Dibekali BNN

Bunga sendiri berharap kepada para finalis agar dapat mengedukasi dan melakukan kampanye anti narkoba. Menurutnya, suara Puteri Indonesia cukup didengar bagi wanita untuk bisa mengajak masyarakat bebas dari narkoba.

Para finalis pun terlihat antusias mengikuti pembekalan ini. Beragam pertanyaan diajukan sebagai bekal mereka sebagai Duta BNN. Melalui sesi pembekalan narkoba ini, para finalis diutus untuk menjadi Duta BNN yang membantu menyuarakan bahaya narkoba di provinsinya masing-masing. Ini menjadi bagian dari kerja sama antara BNN dan Yayasan Puteri Indonesia dalam memberantas narkoba.

Artikel Selanjutnya
Dengan Bangga, Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu Perkenalkan 39 Finalis Puteri Indonesia 2018