Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian dzikir dan doa malam untuk memohon ampunan penting dipahami umat Islam mengingat malam hari adalah waktu yang penuh keberkahan dan kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya. Qiyamulail sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk mendirikan sholat dan bermunajat.
Malam emiliki keistimewaan tersendiri dalam perjalanan spiritual seorang muslim, terutama dalam hal memohon ampunan atas segala kesalahan dan dosa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji" (QS. Al-Isra: 79).
Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah dalam menghidupkan malam-malamnya dengan dzikir dan doa. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa Nabi SAW mengajarkan kepada para sahabatnya berbagai kalimat dzikir dan doa yang dibaca pada malam hari, mulai dari Sayyidul Istighfar hingga doa-doa perlindungan yang penuh makna. Malam adalah waktu yang paling tepat untuk bermunajat kepada Allah, karena pada saat itu hati lebih tenang dan pikiran lebih jernih.
Advertisement
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim merinci rangkaian dzikir dan doa malam yang diajarkan Nabi SAW, termasuk doa sebelum tidur, dzikir bangun tidur, dan doa-doa yang dibaca ketika terjaga di malam hari.
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa rangkaian dzikir dan doa malam merupakan bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim.
Rangkaian Dzikir dan Doa Malam untuk Memohon Ampunan
1. Istighfar Pendek
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Latin: Astaghfirullaah
Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah."
Istighfar pendek ini adalah bacaan yang paling ringkas dan dapat diucapkan kapan saja, terutama pada malam hari. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, istighfar ini disebutkan sebagai bacaan yang paling umum diamalkan oleh kaum muslimin.
Meskipun singkat, istighfar ini mengandung makna yang sangat dalam, yaitu pengakuan seorang hamba atas kesalahannya dan permohonan ampun kepada Allah Yang Maha Pengampun.
2. Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzanbii. Faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
Sayyidul Istighfar adalah bacaan istighfar yang paling utama. Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Syaddad bin Aus bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca sayidul istighfar di sore hari, lalu ia meninggal di malam itu, niscaya ia termasuk penghuni surga.
Demikian juga berlaku bagi mereka yang membaca sayidul istighfar di pagi hari, lalu wafat di hari itu juga, niscaya ia termasuk penghuni surga". Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar memasukkan Sayyidul Istighfar ke dalam doa harian yang dianjurkan untuk dibaca pagi dan sore hari.
3. Doa Lailatul Qadar (Memohon Ampunan)
Arab: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī
Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf yang Pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku."
Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah RA ketika ia bertanya tentang doa yang harus dibaca jika menjumpai Lailatul Qadar. Dalam hadits riwayat Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW menjawab: "Bacalah, 'Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī'" (HR. At-Tirmidzi).
Kata 'Afuw dalam bahasa Arab memiliki arti menghapus atau menghilangkan sesuatu tanpa meninggalkan jejak. Dengan membaca doa ini, seorang muslim memohon agar Allah mengampuni dosa-dosanya secara total, tanpa sisa, sehingga ia kembali dalam keadaan suci seperti bayi yang baru lahir.
4. Doa Nabi Adam AS
Arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Latin: Rabbanā zhalamnā anfusanā wa in lam taghfir lanā wa tarhamnā lanakūnanna minal khāsirīn
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf: 23)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Adam AS setelah beliau melanggar larangan Allah. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa penyesalan yang mencakup pengakuan dosa dan permohonan ampunan.
5. Doa Nabi Yunus AS
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minazh zhālimīn
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Yunus AS ketika berada di dalam perut ikan. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa istighfar yang sangat mustajab.
Rasulullah SAW bersabda: "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berdoa di dalam perut ikan adalah: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin. Maka sesungguhnya tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa itu untuk sesuatu, kecuali Allah akan mengabulkannya" (HR. Tirmidzi).
6. Doa Nabi SAW Memohon Ampunan atas Dosa yang Tersembunyi dan Terang-terangan
Arab: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي، وَخَطَئِي وَعَمْدِي، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ
Latin: Allāhumma ghfir lī jiddī wa hazlī, wa khatha'ī wa 'amdī, wa mā asrartu wa mā a'lantu
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku atas kesungguhanku dan kelalaianku, kesalahanku dan kesengajaanku, serta apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi SAW pernah berdoa dengan kalimat ini.
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan ampunan menyeluruh, baik untuk dosa yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.
Waktu Terbaik Rangkaian Dzikir dan Doa Malam untuk Memohon Ampunan
1. Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling utama untuk bermunajat kepada Allah. Allah berfirman: "Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar" (QS. Az-Zariyat: 18). Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda: "Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir.
Lalu Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya; siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya'" (HR. Bukhari dan Muslim).
Waktu ini adalah saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya, sehingga sangat tepat untuk memohon ampunan.
2. Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
Sepuluh malam terakhir Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar. Dalam sebuah hadits disebutkan: "Barang siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim).
Para ulama salaf sepakat bahwa malam-malam terakhir Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak dzikir, doa, dan istighfar. Dalam buku Fiqh Puasa karya Syaikh Yusuf Al-Qaradawi, dijelaskan bahwa 10 malam terakhir merupakan puncak dari perjalanan ibadah Ramadhan, di mana hati manusia lebih mudah tersentuh dan lebih dekat dengan suasana spiritual.
3. Setelah Shalat Fardhu
Waktu setelah shalat fardhu lima waktu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa yang dilakukan setelah shalat fardhu adalah doa yang didengar oleh Allah.
Rasulullah SAW bersabda: "Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu" adalah doa yang mustajab (HR. Tirmidzi, hasan shahih).
4. Sebelum Tidur
Waktu sebelum tidur juga merupakan waktu yang baik untuk beristighfar. Dengan beristighfar sebelum tidur, seseorang menutup harinya dengan permohonan ampun kepada Allah, sehingga ia tidur dalam keadaan bersih dari dosa dan dijaga oleh malaikat Allah.
Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menganjurkan untuk membaca doa-doa perlindungan dan istighfar sebelum tidur.
5. Antara Adzan dan Iqamah
Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak" (HR. Tirmidzi). Pada saat ini, hati cenderung tenang dan fokus karena sedang bersiap menunaikan shalat.
6. Setelah Berwudhu
Istighfar disyariatkan untuk dibaca setelah berwudhu. Hal ini karena wudhu menyucikan diri secara lahir, dan istighfar menyucikan diri secara batin. Kombinasi keduanya menjadikan seorang hamba lebih dekat kepada Allah.
Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa setelah wudhu dianjurkan untuk dibaca sebagai penyempurna ibadah wudhu.
7. Ketika Terjaga di Malam Hari
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus bagi orang yang terbangun di malam hari. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dari Ubadah bin Ash-Shamit, Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa yang terbangun di malam hari, lalu ia mengucapkan 'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lah...' kemudian ia berdoa, 'Allahummaghfir li' atau ia meminta sesuatu yang lain, maka doanya akan dikabulkan. Apabila ia mengambil wudhu lalu shalat, maka shalatnya akan diterima" (HR. Bukhari).
Keutamaan Dzikir dan Doa Malam
1. Mendapatkan Ampunan dan Penghapusan Dosa
Istighfar adalah sarana utama untuk mendapatkan ampunan Allah. Dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib, Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa istighfar memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu menghapus dosa dan menghilangkan jejaknya.
Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri, lalu ia memohon ampun kepada Allah, dia akan mendatangi Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. An-Nisa: 110).
2. Mendapatkan Jaminan Masuk Surga
Sayyidul Istighfar memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu wafat sebelum sore, ia termasuk penghuni surga; dan siapa yang membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu wafat sebelum pagi, ia termasuk penghuni surga".
Hadits ini menunjukkan bahwa istighfar yang dibaca dengan penuh keyakinan dapat menjadi jaminan masuk surga.
3. Mendatangkan Rezeki dari Arah yang Tidak Disangka-sangka
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberinya kelapangan dari setiap kegundahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (H.R. Ahmad).
Istighfar juga bisa melapangkan rezeki, menambah kekuatan dalam menghadapi hidup, memudahkan segala urusan, serta menenangkan hati.
4. Memberikan Kelapangan dari Kegundahan dan Kesempitan
Dalam hadits riwayat Abdullah bin Abbas, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang biasa beristighfar, maka Allah SWT telah memberi jalan keluar untuknya dari semua kesulitan dan dari semua kegalauan mereka, serta memberi rezeki-Nya dari tempat yang tidak diduga-duga" (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad).
Ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya membersihkan dosa, tetapi juga menjadi sebab datangnya pertolongan dan keberkahan hidup.
5. Menjadi Penyelamat dari Siksa dan Azab
Allah SWT berfirman: "Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka, sedang mereka memohon ampun" (QS. Al-Anfal: 33). Rasulullah SAW pun bersabda bahwa Allah SWT tidak akan menyiksa orang-orang yang melakukan perbuatan dosa saat mereka beristighfar.
Karena itu pula, Abu Musa berkata: "Kami mendapat dua keselamatan, satu pergi dan yang lainnya tetap" (HR Ahmad).
6. Menambah Pahala dan Meningkatkan Posisi di Sisi Allah
Istighfar berfungsi sebagai penambah pahala dan meningkatkan posisi seseorang di sisi Allah SWT. Bahkan, istighfar dapat menghapus semua dosa orang yang beristighfar atau bahkan menambah pahala dan meningkatkan posisinya di sisi Allah jika ternyata istighfarnya lebih banyak dari dosa-dosanya.
Imam Ibnu Taimiyah mengatakan: "Istighfar adalah termasuk amalan yang paling utama, dan pintunya sangat luas. Barangsiapa yang merasakan kekurangan dalam ucapan, perbuatan, keadaan, rezeki, atau gejolak hatinya, maka hendaklah ia berpegang pada tauhid dan istighfar, karena keduanya mengandung obat jika dilakukan dengan jujur dan ikhlas".
7. Menghapus Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Subhanallah wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, maka akan dihapuskan dosanya meskipun sebanyak buih di lautan" (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain, membaca istighfar 100 kali sehari akan dihapuskan dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.
8. Meneladani Sunnah Nabi SAW
Rasulullah SAW, meskipun telah dijamin masuk surga dan terbebas dari dosa, tetap membaca istighfar minimal 70 hingga 100 kali sehari.
Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya setiap hari lebih dari tujuh puluh kali" (Riwayat al-Bukhari). Ini menunjukkan bahwa istighfar adalah amalan yang sepatutnya dihidupkan oleh setiap muslim, meneladani sunnah Nabi.
9. Menjaga Kesehatan Mental dan Mencegah Stres
Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan istighfar merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.
Ketika seseorang beristighfar, ia menyerahkan beban dosa dan kekhawatirannya kepada Allah, sehingga hatinya menjadi tenang dan pikirannya menjadi jernih.
10. Mendapatkan Ketenangan Jiwa dan Stabilitas Emosi
Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Dengan memperbanyak istighfar pada malam hari, seorang hamba akan merasakan ketenangan jiwa yang luar biasa.
Malam yang sunyi menjadi saksi bisu pertaubatan seorang hamba, dan Allah menjanjikan ampunan serta rahmat bagi mereka yang kembali kepada-Nya.
Pertanyaan Seputar dzikir
1. Apa bacaan istighfar yang paling utama dibaca pada malam hari?
Bacaan istighfar yang paling utama adalah Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar), yaitu Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka... yang dibaca pada malam hari. Barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan lalu wafat pada malam itu, ia termasuk penghuni surga.
2. Kapan waktu terbaik membaca dzikir dan doa malam untuk memohon ampunan?
Waktu terbaiknya adalah sepertiga malam terakhir, sepuluh malam terakhir Ramadhan, setelah shalat fardhu, sebelum tidur, antara adzan dan iqamah, setelah berwudhu, dan ketika terjaga di malam hari.
3. Apakah doa Lailatul Qadar hanya dibaca pada malam Lailatul Qadar saja?
Tidak. Doa Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī dianjurkan untuk dibaca sebanyak-banyaknya selama bulan Ramadhan, terutama pada 10 malam terakhir, karena mayoritas ulama Mazhab Syafi'i meyakini malam Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam tersebut.
4. Apa keutamaan membaca Sayyidul Istighfar pada malam hari?
Sayyidul Istighfar memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu wafat sebelum pagi, ia termasuk penghuni surga".
5. Apakah istighfar bisa menghapus dosa besar?
Ya, istighfar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan disertai taubat dapat menghapus dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar. Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri, lalu ia memohon ampun kepada Allah, dia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. An-Nisa: 110).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362168/original/042983100_1790759666-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.42.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4652541/original/045164600_1700205994-Ilustrasi_ibu__bayi_laki-laki__Islami__muslim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370185/original/009205600_1791589702-1001746364.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370181/original/026377400_1791585362-1001745069.jpg)