Panduan dan Bacaan Doa untuk Bayi yang Baru Lahir dari Ayah dan Ibu sesuai Tuntunan Islam

Kehadiran buah hati merupakan anugerah terindah yang dinanti setiap pasangan.

Diterbitkan 10 Oktober 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran buah hati merupakan anugerah terindah yang dinanti setiap pasangan. Momen kelahiran menjadi titik awal bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai spiritual kepada anak. Bacaan doa untuk bayi yang baru lahir dari ayah dan ibu sesuai tuntunan Islam menjadi amalan utama yang dianjurkan.

Doa ini menjadi ikhtiar agar sang anak tumbuh menjadi pribadi saleh dan bertakwa. Sebab, sebagaimana firman Allah yang termaktub dalam QS. Ali Imran ayat 36, doa orang tua memiliki kedudukan istimewa dalam membentuk karakter anak.

Nur Laily Fauziyah dalam jurnal Pendidikan Pascakelahiran Bayi Perspektif Hadis Nabi menjelaskan, Rasulullah SAW telah mencontohkan serangkaian amalan saat menyambut kelahiran bayi.

Dalam kitab Tarbiyatul Aulad fii Al Islam, Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan bahwa mendidik anak dimulai sejak ia lahir, bahkan sebelum itu. Beliau mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim tentang anjuran mengumandangkan azan di telinga bayi. Doa dan amalan ini menjadi fondasi awal pendidikan akidah, akhlak, dan kesehatan bagi sang buah hati.

Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menegaskan bahwa mendoakan kebaikan bagi bayi yang baru lahir adalah sunnah yang sangat dianjurkan, terlebih lagi jika dilakukan oleh orang tua sendiri. Hal ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan setiap fase kehidupan manusia, termasuk momen paling awal ketika ia baru menghirup udara dunia.

Bacaan Doa untuk Bayi yang Baru Lahir

Dalam praktiknya, terdapat beberapa bacaan doa yang dapat diamalkan oleh ayah dan ibu saat menyambut kelahiran buah hati. Berikut adalah doa-doa yang bersumber dari hadis Nabi SAW dan kitab-kitab ulama terpercaya, lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya.

1. Mengumandangkan Adzan pada Telinga Bayi Sebelah Kanan

Azan dikumandangkan di telinga kanan bayi segera setelah lahir. Praktik ini berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad bin Hanbal dari Abu Rafi‘.

Meskipun status hadis ini dinilai dhaif karena perawi Asim bin Ubaidillah, para ulama sepakat bahwa hadis ini dapat diamalkan untuk fadhail a‘mal (keutamaan amal), selama tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadis yang lebih kuat (Abu Bakar Djafar dkk., Islamic Review, 2021).

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa setan yang mendampingi bayi akan mendengar kalimat azan yang melemahkan dan mengusirnya sejak momen pertama (IslamWeb, Fatwa No. 243448).

2. Membaca Iqamah pada Telinga Bayi Sebelah Kiri

Setelah azan, iqamah dikumandangkan pada telinga kiri. Iqamah berisi kalimat yang sama dengan azan, dengan tambahan qad qamatish-shalah. Tujuannya agar kedua telinga bayi terisi dengan kalimat tauhid dan seruan ibadah sejak awal kehidupannya.

3. Membaca Doa di Telinga Bayi Sebelah Kanan

Berikut doa yang dibaca pada telinga kanan bayi:

اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا

Latin: Allâhummaj‘alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan

“Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik.”

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami dalam kitab Al-Firdaus dari Sayidah Aisyah, bahwa Nabi SAW ketika menerima bayi yang baru lahir mengucapkan doa tersebut.

Sayyid Muhammad bin ‘Ali al-Tarimi juga mencantumkan doa ini dalam kitab al-Wasail al-Syafi‘ah (hlm. 269). Doa ini mencakup tiga permohonan utama: bârr (berbakti kepada orang tua dan Allah), taqiyy (bertakwa), dan rasyîd (cerdas serta mendapat petunjuk).

4. Membaca Surat al-Ikhlash pada Telinga Bayi Sebelah Kanan

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin: Qul huwallâhu ahad. Allâhush-shamad. Lam yalid wa lam yûlad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

“Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah yang menjadi tumpuan segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

Surat al-Ikhlash mengandung inti tauhid yang menjadi fondasi keimanan seorang Muslim. Membacakannya di telinga bayi menanamkan benih ketauhidan sejak dini.

5. Membaca Surat al-Qadr pada Telinga Bayi Sebelah Kanan

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Latin: Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr. Wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr. Lailatul-qadr khairun min alfi syahr. Tanazzalul-malâ’ikatu war-rûhu fîhâ bi-idzni rabbihim min kulli amr. Salâmun hiya hattâ mathla‘il-fajr.

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Surat al-Qadr mengajarkan tentang kemuliaan Al-Qur'an dan malam diturunkannya. Membacakannya kepada bayi menjadi doa agar kelak ia menjadi ahli Al-Qur'an dan mendapat keberkahan.

6. Membaca Ayat QS Ali Imran (3: 36) pada Telinga Bayi Sebelah Kanan

وَإِنّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Latin: Wa innî u‘îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm

“Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.”

Ayat ini merupakan doa yang dipanjatkan istri Imran ketika melahirkan Maryam. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur'an sebagai teladan doa perlindungan bagi anak dan keturunannya. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa ini mencakup perlindungan dari gangguan setan sejak lahir hingga dewasa.

7. Membaca Doa Perlindungan pada Telinga Bayi Sebelah Kanan

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ

Latin: A‘ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.”

Doa ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW biasa membacakannya untuk melindungi Al-Hasan dan Al-Husain. Doa ini mencakup perlindungan dari tiga hal: gangguan setan, binatang berbahaya, dan ‘ain (pandangan jahat).

8. Doa Tahni'ah (Ucapan Selamat dan Doa untuk Orang Tua)

Doa ini dibaca oleh orang yang mengunjungi keluarga yang baru melahirkan, sebagai bentuk ucapan selamat sekaligus permohonan keberkahan. Namun, orang tua juga dapat membacakan doa ini untuk diri sendiri dan anaknya. Dalam kitab al-Adzkar karya Imam al-Nawawi, disebutkan bahwa doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Arab: بِارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشْدَهُ وَرُزِقْتَ بِرَهُ

Latin: Baarakallaahu laka fil mauhuubi laka, wa syakartal waahiba, wa balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu. Artinya: "Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu, semoga kamu bersyukur kepada Sang Pemberi, semoga anak itu mencapai usia dewasa, dan kamu dikaruniai kebaikannya."

Doa ini diriwayatkan dalam kitab Sunan At-Tirmidzi dan dinilai hasan sahih oleh Imam al-Tirmidzi. Imam al-Nawawi dalam al-Adzkar menjelaskan bahwa ucapan tahni'ah ini merupakan bentuk kasih sayang sesama muslim dan sarana mempererat persaudaraan. Ketika seorang ayah atau ibu mengucapkannya, mereka sedang menanamkan doa kebaikan untuk generasi penerusnya.

Fadhilah Bacaan Doa untuk Bayi yang Baru Lahir

Membaca doa untuk bayi yang baru lahir bukan hanya sekadar ritual, melainkan memiliki banyak fadhilah (keutamaan) yang sangat besar bagi anak, orang tua, maupun keluarga secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa fadhilah utama yang perlu dipahami.

1. Menanamkan Akidah dan Tauhid Sejak Dini

Doa yang dibacakan orang tua, terutama yang mengandung kalimat tauhid, merupakan sarana efektif untuk menanamkan akidah keimanan pada bayi.

Sebagaimana dijelaskan dalam Jurnal Pendidikan Islam pada Masa Bayi karya Abu Bakar Djafar dkk., pengenalan pertama yang harus diterima bayi adalah kalimat-kalimat ketauhidan.

Meskipun bayi belum memahami maknanya, getaran spiritual dari doa tersebut akan meresap ke dalam jiwa dan menjadi fondasi keimanannya kelak.

2. Memperkuat Ikatan Spiritual antara Orang Tua dan Anak

Doa yang dipanjatkan dengan penuh cinta dan harapan akan menciptakan ikatan batin yang kuat antara orang tua dan anak.

Dalam kitab Tarbiyatul Aulad fii Al Islam, Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan bahwa doa orang tua adalah salah satu bentuk pendidikan paling awal dan paling kuat. Anak yang dibacakan doa sejak lahir akan tumbuh dengan perasaan dicintai dan dilindungi.

3. Memohon Perlindungan dari Segala Keburukan

Doa perlindungan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW menjadi benteng spiritual bagi bayi dari gangguan setan, penyakit, dan pandangan hasad.

Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa doa ini efektif untuk menangkal segala marabahaya yang mungkin mengintai. Dengan membacakannya, orang tua telah melakukan ikhtiar maksimal untuk menjaga buah hatinya.

4. Menjadi Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

Membacakan doa untuk bayi adalah ibadah yang mendekatkan orang tua kepada Allah SWT. Setiap kalimat doa yang diucapkan dengan khusyuk akan mendatangkan ketenangan hati dan keberkahan bagi keluarga.

Dalam Jurnal Pendidikan Pascakelahiran Bayi Perspektif Hadis Nabi karya Nur Laily Fauziyah, dijelaskan bahwa amalan doa ini merupakan wujud rasa syukur atas karunia yang diberikan Allah.

5. Membentuk Kepribadian Muslim yang Kuat

Doa-doa yang berisi permohonan agar anak menjadi saleh, bertakwa, dan cerdas akan membentuk kepribadian anak secara bertahap.

Sebagaimana dijelaskan dalam jurnal Nur Laily Fauziyah, aspek pendidikan akhlak dan sosial dapat ditanamkan melalui doa dan amalan yang menyertainya. Anak yang didoakan sejak lahir cenderung tumbuh dengan karakter yang lebih baik dan berakhlak mulia.

6. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Mengamalkan doa-doa ini berarti telah meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana dijelaskan dalam Jurnal Pendidikan Islam pada Masa Bayi, Rasulullah SAW menganjurkan azan, tahnik, dan doa bagi bayi yang baru lahir. Dengan mengikutinya, orang tua telah menjalankan perintah agama dan mendapatkan pahala sunnah.

 

Pertanyaan Seputar Doa Bayi Baru Lahir

1. Apa doa yang dibaca saat bayi baru lahir?

Doa yang paling utama adalah doa perlindungan (U'iidzuhu bikalimaatillaahit-taammati...), doa tahni'ah (Baarakallaahu laka...), dan doa agar anak menjadi saleh (Allaahummaj'alhu barran taqiyyan...). Doa-doa ini dibacakan oleh ayah dan ibu atau keluarga dekat.

2. Apakah doa bayi baru lahir harus dibaca oleh ayah?

Tidak harus, namun sangat dianjurkan. Ayah sebagai kepala keluarga sebaiknya memimpin doa, namun ibu juga bisa membacakannya. Doa adalah ibadah yang bisa dilakukan oleh siapa saja, terlebih orang tua.

3. Kapan waktu yang tepat membaca doa untuk bayi baru lahir?

Doa dapat dibaca segera setelah bayi lahir, setelah dimandikan, atau saat pertama kali orang tua menggendongnya. Waktu yang paling utama adalah setelah azan dan iqamah dikumandangkan.

4. Apa saja amalan sunnah saat bayi baru lahir selain doa?

Amalan sunnah lainnya meliputi: mengumandangkan azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri, melakukan tahnik (mengunyahkan kurma), mencukur rambut pada hari ketujuh, memberikan nama yang baik, dan melaksanakan akikah.

5. Apakah doa untuk bayi baru lahir bisa dibaca oleh orang lain?

Ya, doa bisa dibaca oleh siapa saja, termasuk kakek, nenek, saudara, atau kerabat. Namun, doa orang tua memiliki keutamaan tersendiri karena kedekatan spiritual dan kasih sayang yang tulus.