Liputan6.com, Jakarta - Masa haid merupakan periode di mana muslimah berada dalam keadaan hadas besar dan tidak diwajibkan melaksanakan sejumlah ibadah. Setelah darah haid benar-benar berhenti, Islam mensyariatkan mandi wajib (ghusl) sebagai sarana untuk menghilangkan hadas besar tersebut, sehingga seorang muslimah kembali dalam keadaan suci dan dapat menjalankan ibadah seperti shalat, puasa, membaca Al-Qur'an, serta thawaf.
Maka itu, tata cara bersuci setelah haid sebelum kembali beribadah harus dipahami dengan benar. Sebab mandi wajib bukan sekadar membersihkan tubuh secara fisik, tetapi juga merupakan ibadah yang memiliki rukun dan ketentuan syariat yang harus dipenuhi.
Dalam kitab Minhah Al-'Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram karya Syaikh 'Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, dijelaskan bahwa rukun mandi wajib hanya ada dua: niat dan meratakan air ke seluruh tubuh. Adapun tata cara rinci yang dicontohkan Rasulullah SAW merupakan sunnah yang sangat dianjurkan untuk diikuti. Kewajiban ini berlaku pula bagi perempuan yang telah selesai dari haid.
Advertisement
Imam al-Nawawi dalam Majmu' Syarah al-Muhazzab menyatakan bahwa para ulama telah berijmak tentang wajibnya mandi bila seseorang mengeluarkan mani, dan hukum ini juga berlaku bagi perempuan yang telah selesai dari haid.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini tata cara bersuci setelah haid, mulai dari bacaan niat, urutan mandi wajib, doa setelah mandi, hingga hikmah yang terkandung di dalamnya.
Tata Cara Bersuci setelah Haid sebelum Kembali Beribadah
Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid
Niat merupakan rukun utama dalam mandi wajib. Dalam mazhab Syafi'i, niat harus dibaca bersamaan dengan saat air pertama kali menyentuh tubuh. Berikut adalah lafal niat mandi wajib setelah haid yang sesuai dengan panduan para ulama:
Arab: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil haidhi fardhan lillaahi ta'aalaa.
Terjemahan: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta'ala."
Dalam kitab Minhah Al-'Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, Syaikh 'Abdullah Al-Fauzan menjelaskan bahwa niat harus dihadirkan dalam hati dan disunnahkan untuk diucapkan dengan lisan. Adapun menurut Imam al-Nawawi Al-Bantani, niat dilakukan bersamaan dengan basuhan pertama pada bagian tubuh yang wajib dibasuh.
Jika air sudah membasahi sebagian tubuh sebelum niat, bagian tersebut perlu dibasuh kembali setelah niat. Karena itu, cara yang aman adalah menyiapkan niat sebelum mengguyurkan air ke seluruh tubuh, dan memastikan niat tersebut hadir ketika air pertama mengenai tubuh.
Tata Cara dan Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar
Berdasarkan hadis dari 'Aisyah dan Maimunah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, serta penjelasan dalam kitab Bulughul Maram, Mandi Besar, dan Bidâyatul Hidâyah, berikut adalah urutan mandi wajib setelah haid yang benar dan sempurna:
1. Niat dan Membaca Bismillah
Niat dilakukan dalam hati bersamaan dengan air pertama menyentuh tubuh. Dianjurkan membaca Bismillahirrahmanirrahim di awal mandi sebagai adab umum dalam setiap aktivitas baik seorang Muslim.
2. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali
Sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya, cuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali. Hal ini mengikuti sunnah Rasulullah SAW agar tangan dalam keadaan bersih sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya.
3. Membersihkan Kemaluan dan Kotoran
Bersihkan area kemaluan dan kotoran yang menempel dengan tangan kiri, termasuk sisa darah haid yang mungkin masih ada. Setelah itu, cucilah tangan kiri dengan sabun atau tanah sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW agar benar-benar suci. Dalam kitab Bincang Syariah, disebutkan bahwa membersihkan kotoran-kotoran di tubuh yang sulit dihilangkan kecuali dengan air, seperti bekas darah haid yang menempel di kuku, menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan.
4. Berwudhu Seperti Wudhu Shalat
Berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, dimulai dari membasuh wajah, kedua tangan, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki. Dalam hadis riwayat Muslim, 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Ketika Rasulullah SAW mandi dari jinabah, dia berwudhu terlebih dahulu seperti wudhu ketika akan melakukan shalat." Imam al-Ghazali dalam Bidâyatul Hidâyah juga menegaskan bahwa berwudhu dengan sempurna termasuk sunnah sebelum melanjutkan mandi wajib.
5. Menyiram Kepala Tiga Kali
Siram kepala sebanyak tiga kali sambil menyela-nyelai rambut dengan jari-jari agar air merata sampai ke kulit kepala dan pangkal rambut. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menuangkan air ke kepalanya tiga kali hingga seluruh kulit kepala basah. Bagi yang berambut panjang, dianjurkan untuk memastikan air benar-benar masuk hingga ke pangkal rambut.
6. Menyiram Tubuh Bagian Kanan
Siram tubuh bagian kanan sebanyak tiga kali, dimulai dari bahu hingga kaki. Dalam kitab Mandi Besar, disebutkan bahwa mendahulukan bagian kanan merupakan sunnah yang dianjurkan.
7. Menyiram Tubuh Bagian Kiri
Siram tubuh bagian kiri sebanyak tiga kali.
8. Menggosok Seluruh Tubuh
Gosok seluruh tubuh, terutama lipatan-lipatan seperti ketiak, sela jari, pusar, dan belakang telinga, untuk memastikan air merata. Usahakan tidak ada bagian tubuh yang tertinggal terkena air, termasuk lipatan tubuh seperti ketiak, pusar, sela-sela jari, hingga belakang telinga.
9. Membasuh Kedua Kaki
Setelah seluruh badan disiram, basuh kedua kaki. Menurut hadis Maimunah, Rasulullah SAW menjauh dari tempat mandinya terlebih dahulu, lalu membasuh kedua kakinya di tempat yang berbeda.
Catatan: Rukun mandi wajib hanya ada dua; niat untuk bersuci dari hadas besar dan meratakan air ke seluruh tubuh bagian luar, termasuk kulit dan rambut. Adapun tata cara di atas sebagian besar bersifat sunnah yang sangat dianjurkan untuk diikuti.
Doa Setelah Mandi Wajib Arab Latin dan Artinya
Setelah menyelesaikan mandi wajib, dianjurkan untuk membaca doa. Bacaan doa ini sejatinya sama dengan doa yang dibaca setelah berwudhu, karena esensi dari mandi wajib adalah mengembalikan kesucian diri. Berikut adalah bacaan setelah mandi wajib dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya:
Arab: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin: Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh. Allahummaj'alnii minat tawwaabiin waj'alnii minal mutathahhiriin.
Terjemahan: "Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri."
Doa ini diambil dari hadis riwayat Muslim tentang dzikir setelah wudhu, yang juga dianjurkan untuk dibaca setelah mandi junub karena mandi junub mencakup wudhu di dalamnya. Dalam buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab karya Isnan Ansory, disebutkan bahwa doa ini dianjurkan untuk dibaca setelah mandi wajib.
Hadis riwayat Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan jaminan bagi orang yang berwudhu dengan sempurna kemudian berdoa, maka akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan.
Hikmah Memahami Tata Cara Bersuci Setelah Haid Sebelum Kembali Beribadah
1. Memperoleh Pahala dan Keberkahan
Memahami dan mengamalkan tata cara bersuci setelah haid yang benar beserta amalan setelahnya akan mendatangkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Mandi wajib yang dilakukan dengan benar tidak hanya menjaga kesucian diri, tetapi juga memastikan kelancaran dalam menjalankan ibadah lainnya. Setiap langkah yang dijalankan sesuai sunnah Rasulullah SAW bernilai ibadah dan mendatangkan pahala.
2. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Fisik
Mandi wajib memiliki hikmah besar dalam menjaga kebersihan dan kesehatan fisik. Mandi wajib diwajibkan bagi mereka yang mengalami hadas besar, termasuk perempuan yang telah selesai dari haid atau nifas, dan memiliki hikmah besar dalam menjaga kebersihan dan kesucian diri. Mandi juga menghilangkan bau tidak sedap dan menjaga kebersihan tubuh secara menyeluruh.
3. Menumbuhkan Semangat dan Kebugaran
Dalam kitab Mandi Besar, disebutkan bahwa mandi junub dapat mengembalikan tenaga dan kekuatan yang menurun atau hilang. Para dokter juga telah menerangkan bahwa mandi selepas bersetubuh dapat mengembalikan kekuatan badan dan menggantikan apa yang telah dibuang. Dengan mandi wajib yang benar, seseorang akan merasakan kesegaran dan semangat baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
4. Menjaga Kesucian Lahir dan Batin
Mandi wajib bukan hanya penyucian fisik, tetapi juga momentum untuk memohon penyucian hati dan amal. Dalam kitab Mandi Besar, dijelaskan bahwa seorang hamba membutuhkan dua macam penyucian: penyucian lahir dan penyucian batin. Doa "Allahumma thahhir qalbi wa taqabbal sa'yi" menunjukkan bahwa kebersihan lahir harus diiringi dengan kebersihan batin.
5. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW
Memahami tata cara bersuci setelah haid yang benar merupakan bentuk ittiba' (mengikuti) sunnah Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, 'Aisyah RA menceritakan secara rinci tata cara mandi Rasulullah SAW. Dengan mengikuti urutan yang beliau contohkan, seorang Muslimah telah meneladani sunnah dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Imam al-Nawawi dalam al-Azkar menegaskan bahwa doa setelah mandi junub dianjurkan sebagai kelanjutan dari doa setelah wudhu, dan ini merupakan bagian dari kesunnahan yang membawa keberkahan.
Pertanyaan Seputar Bersuci Setelah Haid
1. Apa saja urutan mandi wajib setelah haid yang benar?
Urutan mandi wajib setelah haid yang benar adalah: (1) niat dan membaca Bismillah, (2) mencuci kedua tangan tiga kali, (3) membersihkan kemaluan dan kotoran, (4) berwudhu seperti wudhu shalat, (5) menyiram kepala tiga kali sambil menyela rambut, (6) menyiram tubuh bagian kanan tiga kali, (7) menyiram tubuh bagian kiri tiga kali, (8) menggosok seluruh tubuh, dan (9) membasuh kedua kaki. Rukun mandi wajib hanya dua, yaitu niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.
2. Apakah ada doa khusus setelah mandi wajib setelah haid?
Tidak ada doa khusus yang secara spesifik diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca setelah mandi wajib setelah haid. Namun, para ulama menganjurkan untuk membaca doa setelah wudhu yang mencakup syahadat dan permohonan taubat, karena mandi wajib mencakup wudhu di dalamnya. Doa yang dianjurkan adalah: "Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh. Allahummaj'alnii minat tawwaabiin waj'alnii minal mutathahhiriin."
3. Kapan waktu membaca doa setelah mandi wajib setelah haid?
Doa setelah mandi wajib setelah haid dibaca setelah seluruh rangkaian mandi wajib selesai dilakukan dan tubuh telah bersih dari hadas besar. Waktu yang paling utama adalah setelah selesai mandi, sebelum berpindah ke aktivitas lain.
4. Apakah doa setelah mandi wajib setelah haid sama dengan doa setelah wudhu?
Ya, bacaan doa setelah mandi wajib setelah haid sejatinya sama dengan doa yang dibaca setelah berwudhu. Hal ini karena mandi wajib mencakup wudhu di dalamnya, sehingga doa setelah wudhu juga dianjurkan untuk dibaca setelah mandi wajib.
5. Apakah ada doa khusus untuk perempuan yang mandi wajib setelah haid?
Tidak ada perbedaan doa antara laki-laki dan perempuan dalam mandi wajib. Doa yang dibaca setelah mandi wajib adalah sama, yaitu doa syahadat dan permohonan taubat sebagaimana yang dianjurkan. Jurnal FITUA karya Ana Cahayani Fatimah menegaskan bahwa kewajiban mandi junub berlaku bagi laki-laki maupun perempuan yang mengeluarkan mani, dan tata caranya pun sama.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913249/original/058240300_1568693252-KPK_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3997260/original/020674400_1650164361-shower-gac3290527_1920.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369267/original/062086200_1791515141-IMG_20261007_162353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369261/original/046718600_1791514684-Screenshot_20261008_225628_Instagram_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369222/original/072227700_1791512969-01m4a7d5vemz4hawmdj7s7vaqg.jpg)