Liputan6.com, Jakarta - Bacaan istighfar untuk memohon ampun atas kesalahan penting dipahami umat Islam mengingat tak ada manusia yang luput dari khilaf dan dosa. Istighfar menjadi penanda taubat dan memohon ampunan Allah SWT.
Allah SWT berfirman: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?" (QS. Ali Imran: 135). Ayat ini menjadi landasan bahwa istighfar adalah jalan kembali bagi yang menyadari kesalahannya.
Rasulullah SAW memberikan teladan dalam beristighfar, meski beliau adalah manusia paling mulia dan maksum atau terjaga atau suci dari dosa, kesalahan dan kekeliruan. Beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia, bertaubatlah (beristighfarlah) kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali" (H.R. Muslim).
Advertisement
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa istighfar adalah amalan yang paling mudah dilakukan namun memiliki keutamaan yang tidak terbatas. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim merinci bacaan-bacaan istighfar yang diajarkan Nabi SAW, mulai dari istighfar pendek hingga Sayyidul Istighfar yang merupakan penghulu istighfar.
Istighfar juga berfungsi sebagai penambah pahala dan meningkatkan posisi seseorang di sisi Allah SWT. Merujuk literatur klasik dan kontemporer, berikut ini ulasan mengenai bacaan istighfar untuk memohon ampun atas kesalahan, tata cara dan hikmahnya.
Kumpulan Bacaan Istighfar untuk Memohon Ampun atas Kesalahan: Arab, Latin, dan Terjemahan
1. Istighfar Pendek
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Latin: Astaghfirullaah
Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah."
Istighfar pendek ini adalah bacaan yang paling ringkas dan dapat diucapkan kapan saja. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, istighfar ini disebutkan sebagai bacaan yang paling umum diamalkan oleh kaum muslimin.
Meskipun singkat, istighfar ini mengandung makna yang sangat dalam, yaitu pengakuan seorang hamba atas kesalahannya dan permohonan ampun kepada Allah Yang Maha Pengampun.
2. Istighfar Panjang
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullāhal 'azhīm, alladzī lā ilāha illā huwal hayyul qayyūmu wa atūbu ilaih
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya."
Istighfar ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, istighfar ini disebutkan sebagai salah satu bacaan istighfar yang paling utama karena mengandung tauhid dan pengakuan atas keesaan Allah.
Bacaan ini juga dianjurkan untuk dibaca setelah shalat fardhu sebagai bagian dari rangkaian dzikir setelah sholat.
3. Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzanbii. Faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
Sayyidul Istighfar adalah bacaan istighfar yang paling utama. Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Syaddad bin Aus bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca sayidul istighfar di sore hari, lalu ia meninggal di malam itu, niscaya ia termasuk penghuni surga.
Demikian juga berlaku bagi mereka yang membaca sayidul istighfar di pagi hari, lalu wafat di hari itu juga, niscaya ia termasuk penghuni surga". Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar memasukkan Sayyidul Istighfar ke dalam doa harian yang dianjurkan untuk dibaca pagi dan sore hari.
Sayyidul Istighfar disebut sebagai penghulu istighfar karena ia bukan sekadar permintaan ampun, melainkan pengakuan total. Di dalamnya ada tauhid, penghambaan, kesadaran akan janji, pengakuan nikmat, dan keberanian mengakui dosa. Struktur doa ini mengajarkan adab sebelum meminta: memulai dengan pengakuan rububiyah Allah, menegaskan posisi sebagai hamba, menyebut nikmat sebelum menyebut dosa.
4. Doa Nabi Adam AS
Arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Latin: Rabbanā zhalamnā anfusanā wa in lam taghfir lanā wa tarhamnā lanakūnanna minal khāsirīn
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf: 23)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Adam AS setelah beliau melanggar larangan Allah. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa penyesalan yang mencakup pengakuan dosa dan permohonan ampunan. Doa ini juga dikutip dalam kitab Bincang Syariah sebagai salah satu doa istighfar yang sangat dianjurkan untuk dibaca.
5. Doa Nabi Yunus AS
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minazh zhālimīn
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Yunus AS ketika berada di dalam perut ikan. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa istighfar yang sangat mustajab.
Rasulullah SAW bersabda: "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berdoa di dalam perut ikan adalah: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin. Maka sesungguhnya tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa itu untuk sesuatu, kecuali Allah akan mengabulkannya" (HR. Tirmidzi).
6. Istighfar Nabi SAW dalam Riwayat Lain
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَبِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Latin: Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman kabīran wa lā yaghfirudz dzunūba illā anta, faghfir lī maghfiratan min 'indika, warhamnī innaka antal ghafūrur rahīm
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang besar, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no. 834) dan Muslim (no. 2705) dari Abu Bakar RA. Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani mencantumkan doa ini sebagai salah satu doa istighfar yang diajarkan Nabi SAW. Doa ini mencakup pengakuan atas kezaliman diri, permohonan ampunan, dan permohonan rahmat Allah.
Tata Cara Istighfar untuk Memohon Ampun atas Kesalahan
1. Membaca dengan Lisan dan Hati Secara Bersamaan
Istighfar yang paling utama adalah yang diucapkan dengan lisan sekaligus dihadirkan dalam hati. Syarat istighfar yang kedua harus menyertakan lisan dengan hati ketika melakukan istighfar, sebab lisan yang mengucapkan kalimat istighfar (memohon ampun), sedangkan hati berfungsi sebagai meyakinkan.
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menjelaskan bahwa istighfar yang tidak disertai dengan kehadiran hati ibarat jasad tanpa ruh.
2. Berada dalam Keadaan Suci
Hendaknya seseorang yang beristighfar berada dalam keadaan suci. Meskipun istighfar dapat dilakukan dalam keadaan apa pun, namun beristighfar dalam keadaan suci (setelah berwudhu) lebih utama dan lebih cepat dikabulkan. Hal ini sejalan dengan hadits yang menyebutkan bahwa istighfar disyariatkan untuk dibaca setelah berwudhu.
3. Menghadap Kiblat
Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, dijelaskan bahwa menghadap kiblat adalah salah satu adab berdoa yang dianjurkan, berdasarkan hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW datang ke tempat wuquf di Arafah dan menghadap kiblat lalu terus-menerus berdoa hingga tenggelam matahari.
4. Memulai dengan Hamdalah, Shalawat, dan Istighfar
Salah seorang sahabat Nabi berkata: "Ketika Nabi Muhammad SAW duduk di masjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai ia membaca doa, 'Allahummaghfirlii warhamnii'.
Maka Rasulullah pun berkata, 'Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika engkau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah, lalu bacalah shalawat kepadaku, kemudian barulah berdoa.'"
5. Menyertakan Taubat yang Sungguh-Sungguh
Istighfar yang sempurna harus disertai dengan taubat yang sungguh-sungguh, yaitu meninggalkan dosa yang telah diperbuat dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Imam Hasan Al-Basri berkata: "Istighfar tanpa meninggalkan dosa itulah taubatnya para pendusta".
Dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib, Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa taubat memiliki tiga syarat: meninggalkan dosa, menyesali perbuatan dosa, dan berniat untuk tidak mengulanginya.
6. Memperbanyak Istighfar di Waktu-Waktu Mustajab
Istighfar dapat dilakukan kapan saja, namun ada waktu-waktu tertentu yang lebih mustajab, seperti setelah shalat wajib, di waktu sahur, sebelum tidur, dan setelah berwudhu.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberinya kelapangan dari setiap kegundahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (H.R. Ahmad).
Waktu Terbaik Bacaan Istighfar untuk Memohon Ampun atas Kesalahan
1. Setelah Shalat Fardhu
Waktu yang paling utama untuk beristighfar adalah setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu. Umat Islam sangat dianjurkan untuk beristigfar setelah melaksanakan salat wajib. Rasulullah SAW biasa beristighfar tiga kali setelah selesai shalat. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa istighfar setelah shalat fardhu adalah amalan yang sangat dianjurkan.
2. Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir)
Waktu sahur, terutama di sepertiga malam terakhir, adalah waktu yang sangat agung untuk beristighfar."Waktu istigfar yang sangat utama adalah saat sahur, saat berbuka, meskipun sebenarnya bisa pula dilakukan setiap waktu.
Allah berfirman: "Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar" (QS. Az-Zariyat: 18). Ini menunjukkan bahwa orang-orang bertakwa adalah mereka yang sedikit tidurnya di malam hari dan memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.
3. Sebelum Tidur
Waktu sebelum tidur juga merupakan waktu yang baik untuk beristighfar. Dengan beristighfar sebelum tidur, seseorang menutup harinya dengan permohonan ampun kepada Allah, sehingga ia tidur dalam keadaan bersih dari dosa dan dijaga oleh malaikat Allah.
4. Setelah Berwudhu
Istighfar disyariatkan untuk dibaca setelah berwudhu. Hal ini karena wudhu menyucikan diri secara lahir, dan istighfar menyucikan diri secara batin. Kombinasi keduanya menjadikan seorang hamba lebih dekat kepada Allah.
5. Ketika Turun Hujan
Waktu turun hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Dua doa yang tidak akan tertolak: doa ketika adzan dan doa ketika turun hujan" (HR. Al-Hakim). Maka, jangan lewatkan momen ini untuk beristighfar.
6. Setelah Selesai Wukuf di Arafah
Istighfar juga disyariatkan untuk dibaca setelah selesai wukuf di Arafah. Wukuf adalah momen puncak ibadah haji, dan setelahnya dianjurkan untuk memperbanyak istighfar sebagai bentuk syukur dan permohonan ampun.
7. Setiap Saat dan di Mana Saja
Pada prinsipnya, istighfar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (QS. Al-Mu'min: 60). Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya menjelaskan bahwa dzikir dan doa tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan dapat dilakukan di setiap kesempatan.
Keutamaan Istighfar untuk Memohon Ampun atas Kesalahan
1. Mendapatkan Ampunan dan Penghapusan Dosa
Istighfar adalah sarana utama untuk mendapatkan ampunan Allah. Pengampunan adalah penghapusan dosa dan menghilangkan jejak dosa itu, dan bukan seperti anggapan kebanyakan orang, yaitu sebagai bentuk penyembunyian dosa.
Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri, lalu ia memohon ampun kepada Allah, dia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. An-Nisa: 110).
2. Mendatangkan Rezeki dari Arah yang Tidak Disangka-sangka
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberinya kelapangan dari setiap kegundahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (H.R. Ahmad).
Istighfar juga bisa melapangkan rezeki, menambah kekuatan dalam menghadapi hidup, memudahkan segala urusan, serta menenangkan hati.
3. Memberikan Kelapangan dari Kegundahan dan Kesempitan
Dalam hadits riwayat Abdullah bin Abbas, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang biasa beristighfar, maka Allah SWT telah memberi jalan keluar untuknya dari semua kesulitan dan dari semua kegalauan mereka, serta memberi rezeki-Nya dari tempat yang tidak diduga-duga" (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad).
Ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya membersihkan dosa, tetapi juga menjadi sebab datangnya pertolongan dan keberkahan hidup.
4. Menjadi Penyelamat dari Siksa dan Azab
Allah SWT berfirman: "Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka, sedang mereka memohon ampun" (QS. Al-Anfal: 33). Rasulullah SAW pun bersabda bahwa Allah SWT tidak akan menyiksa orang-orang yang melakukan perbuatan dosa saat mereka beristighfar. Karena itu pula, Abu Musa berkata: "Kami mendapat dua keselamatan, satu pergi dan yang lainnya tetap" (HR Ahmad).
5. Menambah Pahala dan Meningkatkan Posisi di Sisi Allah
Istighfar berfungsi sebagai penambah pahala dan meningkatkan posisi seseorang di sisi Allah SWT. Bahkan, istighfar dapat menghapus semua dosa orang yang beristighfar atau bahkan menambah pahala dan meningkatkan posisinya di sisi Allah jika ternyata istighfarnya lebih banyak dari dosa-dosanya.
6. Mendapatkan Jaminan Masuk Surga
Sayyidul Istighfar memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu wafat sebelum sore, ia termasuk penghuni surga; dan siapa yang membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu wafat sebelum pagi, ia termasuk penghuni surga".
Hadits ini menunjukkan bahwa istighfar yang dibaca dengan penuh keyakinan dapat menjadi jaminan masuk surga.
7. Menghapus Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Subhanallah wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, maka akan dihapuskan dosanya meskipun sebanyak buih di lautan" (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain, membaca istighfar 100 kali sehari akan dihapuskan dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.
8. Meneladani Sunnah Nabi SAW
Rasulullah SAW, meskipun telah dijamin masuk surga dan terbebas dari dosa, tetap membaca istighfar minimal 70 hingga 100 kali sehari. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya setiap hari lebih dari tujuh puluh kali" (Riwayat al-Bukhari). Ini menunjukkan bahwa istighfar adalah amalan yang sepatutnya dihidupkan oleh setiap muslim, meneladani sunnah Nabi.
Pertanyaan Seputar Bacaan Istighfar
1. Apa bacaan istighfar yang paling utama?
Bacaan istighfar yang paling utama adalah Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar), yaitu Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka... yang dibaca pagi dan sore hari. Barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan lalu wafat pada hari itu, ia termasuk penghuni surga.
2. Kapan waktu terbaik membaca istighfar?
Waktu terbaiknya adalah setelah shalat fardhu, waktu sahur (sepertiga malam terakhir), sebelum tidur, setelah berwudhu, ketika turun hujan, dan setelah selesai wukuf di Arafah.
3. Apakah istighfar harus dibaca dengan suara keras?
Tidak, istighfar dianjurkan untuk dibaca dengan suara yang lembut dan penuh rasa takut serta harap. Yang terpenting adalah menghadirkan hati dan memahami maknanya.
4. Apa perbedaan istighfar dan taubat?
Istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah, sedangkan taubat adalah proses kembali kepada Allah dengan meninggalkan dosa, menyesali perbuatan, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Istighfar tanpa meninggalkan dosa disebut sebagai taubatnya para pendusta.
5. Berapa kali sebaiknya membaca istighfar dalam sehari?
Rasulullah SAW membaca istighfar minimal 70 hingga 100 kali sehari. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, terutama pada waktu-waktu mustajab, karena istighfar dapat menghapus dosa, melapangkan rezeki, dan menenangkan hati.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362168/original/042983100_1790759666-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.42.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485280/original/014174300_1769501374-IMG-20260127-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369365/original/034444800_1791519895-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-09T112039.867.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369915/original/000332900_1791539842-487124.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3974897/original/016749700_1648197646-20220325-FOTO---INDRA-KENZ-Herman-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369716/original/041572700_1791534971-1000654949.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369701/original/059769400_1791534317-IMG-20261009-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369690/original/080565300_1791534044-Donny_Damara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369683/original/048254100_1791533692-20261009_103128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510130/original/015325900_1771818996-pexels-timur-weber-9127164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369656/original/029920000_1791532520-WhatsApp_Image_2026-10-09_at_14.28.13__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369581/original/031250500_1791530274-IMG-20261009-WA0045.jpg)