Liputan6.com, Jakarta - Arti doa Wa idza batasytum batasytum jabbarin lengkap tafsirnya menjadi pengetahuan penting bagi umat Islam yang ingin mengamalkan doa dari ayat suci Al-Qur'an ini. Potongan ayat dari Surah Asy-Syu'ara ini telah lama dikenal dalam tradisi keagamaan, terutama di kalangan tarekat dan praktisi spiritual, sebagai doa yang dipercaya memiliki khasiat untuk perlindungan diri dan kekuatan batin.
Di tengah kehidupan modern yang penuh dengan berbagai tantangan, pemahaman yang benar terhadap ayat ini penting agar tidak terjadi kesalahan dalam mengamalkannya.
Doa tersebut adalah petikan Surah Asy-Syu'ara ayat 130. Dalam perspektif Asbabun Nuzul, ayat ini turun sebagai bagian dari kisah kaum 'Ad, sebuah kaum yang dianugerahi kekuatan fisik luar biasa namun menyalahgunakannya untuk menindas dan berbuat zalim. Pemahaman terhadap konteks historis ini menjadi kunci untuk menangkap makna yang sebenarnya dari ayat tersebut.
Advertisement
Merujuk literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah penjelasan lengkap arti doa wa idza batasytum batasytum jabbarin lengkap tafsirnya.
Bacaan dan Arti Doa Wa Idza Batasytum Batasytum Jabbarin
Berikut adalah bacaan lengkap doa wa idza batasytum batasytum jabbarin dengan tulisan Arab, latin, dan terjemahannya:
Arab: وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ
Latin: Wa iżā baṭasytum baṭasytum jabbārīn
Artinya: “Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.” (QS. Asy-Syu'ara: 130).
Tafsir Doa Wa Idza Batasytum Batasytum Jabbarin dari Para Ulama
1. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia
Tafsir Al-Muyassar menjelaskan ayat ini dalam konteks teguran kepada kaum 'Ad:
“Dan apabila kalian melancarkan tindakan aniaya terhadap salah seorang makhluk, baik dengan pukulan atau pembunuhan, kalian lakukan itu sebagai orang-orang yang kejam lagi lalim.”
Ayat ini merupakan bagian dari rangkaian ayat yang menceritakan kesombongan dan kekejaman kaum 'Ad. Mereka mendirikan bangunan-bangunan tinggi, membuat istana-istana kokoh seolah-olah akan hidup abadi, dan ketika menyiksa musuh mereka melakukannya dengan kejam tanpa batas.
2. Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh
Tafsir Al-Mukhtashar, yang disusun di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram, memberikan penjelasan yang lebih ringkas:
“Dan apabila kalian menyiksa, baik dengan pembunuhan atau pukulan, maka kalian menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis, tanpa memiliki rasa belas dan kasih.”
Penafsiran ini menekankan aspek ketiadaan belas kasihan sebagai ciri utama kekejaman kaum 'Ad.
3. Zubdatut Tafsir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah, memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai makna kata dalam ayat ini:
“Makna (البطش) adalah memukul dengan kejam. Allah mengingkari perbuatan mereka ini karena merupakan kezaliman. Adapun memukul dengan cambuk dan pedang dan lain sebagainya dibolehkan jika berdasarkan alasan yang benar.”
Penjelasan ini penting untuk dipahami karena membedakan antara tindakan kekerasan yang zalim dan tindakan yang dibenarkan dalam Islam, seperti penegakan hukum atau pembelaan diri.
4. Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah, menafsirkan ayat ini dengan menekankan aspek kemanusiaan:
“Apabila kamu memukul dan menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis tanpa belas kasih ataupun rasa kemanusiaan.”
5. Tafsir Jalalain
Tafsir Jalalain memberikan penjelasan yang sejalan dengan tafsir-tafsir lainnya: “(Dan apabila kalian menyiksa) dengan pukulan atau membunuh (maka kalian menyiksa sebagai orang-orang yang kejam dan bengis) tanpa belas kasihan sedikit pun.”
6. Tafsir Ringkas Kemenag RI
Kementerian Agama RI dalam Tafsir Ringkas Kemenag menjelaskan:
“Dan apabila kamu menyiksa orang-orang yang terkena sanksi hukum dalam pandangan kamu, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis di luar batas peri kemanusiaan.”
Penjelasan ini menegaskan bahwa kekejaman kaum 'Ad melampaui batas-batas kemanusiaan yang wajar.
Makna Mendalam Doa Wa Idza Batasytum Batasytum Jabbarin
1. Teguran atas Kekejaman dan Kezaliman Kaum 'Ad Secara historis, ayat ini merupakan teguran Allah kepada kaum 'Ad yang berlaku zalim dan kejam. Kaum 'Ad adalah kaum yang dianugerahi tubuh kuat, tinggi, dan perkasa. Mereka memiliki tanah subur, kecerdasan, kekayaan, dan fisik yang kuat hingga mampu membangun gedung-gedung tinggi.
Dengan kekuatan yang ada, mereka menyerang negeri-negeri lain hingga sampai ke negeri Syam dan Irak. Dalam peperangan, mereka menindak dan memperlakukan musuh-musuh secara kejam. Mereka menyembah berhala sehingga Allah mengutus seorang nabi bernama Hud untuk mengajak mereka kembali beriman.
2. Peringatan agar Tidak Menyalahgunakan Kekuasaan
Ayat ini mengingatkan agar kekuatan dan kekuasaan tidak disalahgunakan untuk menindas orang lain. Allah mengingkari perbuatan kejam mereka karena merupakan kezaliman.
Zubdatut Tafsir menjelaskan bahwa memukul dengan kejam dilarang, namun memukul dengan cambuk dan pedang dibolehkan jika berdasarkan alasan yang benar. Ini menjadi pelajaran bahwa kekuatan harus digunakan dengan bijak dan penuh tanggung jawab.
3. Simbol Kekuatan Jiwa dalam Praktik Spiritual
Dalam praktik spiritual, doa ini dipanjatkan sebagai simbol kekuatan jiwa dan permohonan perlindungan kepada Allah, bukan sebagai ajaran untuk berlaku bengis. Para ulama sufi menekankan bahwa bacaan ini bukan sekadar jimat, melainkan doa yang harus disertai niat baik untuk menjaga diri, keluarga, dan kehormatan.
Doa ini dipanjatkan dengan niat untuk memohon kekuatan dan perlindungan, dengan harapan memiliki kewibawaan, keberanian, dan terhindar dari ancaman musuh.
4. Pengakuan bahwa Kekuatan Sejati Milik Allah
Makna mendalam lainnya adalah bahwa kekuatan sejati hanya milik Allah SWT. Doa ini mengajarkan bahwa meskipun seseorang memiliki kekuatan fisik atau pengaruh, ia harus selalu kembali kepada Allah sebagai satu-satunya sumber kekuatan dan perlindungan.
Yang terpenting, doa ini sebaiknya tidak dipahami sebagai ajaran untuk berlaku bengis, melainkan sebagai simbol kekuatan jiwa. Perlindungan hakiki tetap datang dari Allah, sehingga doa ini harus disertai dengan ikhtiar, amal saleh, dan menjaga akhlak mulia.
5. Pelajaran tentang Keadilan dan Belas Kasih
Makna mendalam lainnya adalah pentingnya keadilan dan belas kasih dalam bertindak. Ayat ini mengajarkan bahwa kekejaman tanpa batas adalah perbuatan yang dicela oleh Allah, dan seorang Muslim harus selalu menjaga keseimbangan antara kekuatan dan kasih sayang dalam memperlakukan sesama.
Hikmah Mengamalkan Doa Wa Idza Batasytum Batasytum Jabbarin
Pertama, perlindungan dari bahaya fisik dan non-fisik. Doa wa idza batasytum batasytum jabbarin dipercaya dapat memberikan perlindungan dari bahaya fisik maupun non-fisik. Perlindungan ini mencakup berbagai bentuk ancaman, mulai dari musibah, penyakit, hingga ancaman spiritual yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Kedua, pemberian kekuatan spiritual dan keberanian. Doa ini dipercaya dapat meningkatkan kekuatan spiritual seseorang. Dengan mengamalkannya, umat Muslim berharap memiliki kewibawaan, keberanian, dan terhindar dari ancaman musuh. Kekuatan spiritual ini membantu seseorang untuk lebih sabar, tawakal, dan lebih dekat dengan Tuhan.
Ketiga, perlindungan dari bahaya bisa atau racun binatang buas. Salah satu khasiat yang sering dikaitkan dengan doa ini adalah perlindungan dari bisa atau racun binatang buas. Dalam tradisi keagamaan, ayat ini diamalkan sebagai benteng dari gigitan ular, sengatan kalajengking, dan berbagai bahaya dari binatang berbisa lainnya.
Keempat, perisai batin di tengah tekanan hidup. Doa ini juga diyakini bisa menjadi perisai batin agar seseorang tetap tegar menghadapi tekanan hidup. Mengamalkan doa ini dengan penuh keyakinan membantu menenangkan hati dan pikiran, terutama ketika menghadapi masalah yang cukup berat.
Kelima, pengingat untuk tidak menyalahgunakan kekuatan. Secara historis, ayat ini merupakan teguran bagi kaum 'Ad yang menyalahgunakan kekuatan mereka untuk berbuat zalim. Dengan mengamalkan doa ini, seorang Muslim diingatkan untuk menggunakan kekuatan dan pengaruh yang dimilikinya dengan bijak, adil, dan penuh belas kasih. Doa ini juga mengingatkan bahwa perlindungan hakiki tetap datang dari Allah, sehingga harus disertai dengan ikhtiar, amal saleh, dan menjaga akhlak mulia.
Pertanyaan seputar doa wa idza batasytum batasytum jabbarin
1. Apa arti doa wa idza batasytum batasytum jabbarin?
Arti doa ini adalah "Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis." Ayat ini adalah firman Allah dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 130 yang secara historis merupakan teguran kepada kaum 'Ad yang berlaku zalim.
2. Apa tafsir doa wa idza batasytum batasytum jabbarin menurut para ulama?
Menurut Tafsir Al-Muyassar, ayat ini menegur kaum 'Ad yang melancarkan tindakan aniaya dengan cara kejam dan lalim. Tafsir Al-Mukhtashar menjelaskan bahwa mereka menyiksa tanpa memiliki rasa belas dan kasih. Zubdatut Tafsir menjelaskan bahwa makna (البطش) adalah memukul dengan kejam, dan Allah mengingkari perbuatan ini karena merupakan kezaliman.
3. Apa konteks historis doa wa idza batasytum batasytum jabbarin?
Ayat ini turun dalam konteks kisah kaum 'Ad, sebuah kaum yang dianugerahi kekuatan fisik luar biasa namun menyalahgunakannya untuk menindas. Mereka memiliki tubuh kuat dan perkasa, serta menyerang negeri-negeri lain dengan kejam.
4. Apakah doa wa idza batasytum batasytum jabbarin boleh diamalkan untuk perlindungan?
Boleh, dengan syarat dipahami dengan benar. Doa ini dipanjatkan sebagai simbol kekuatan jiwa dan permohonan perlindungan kepada Allah, bukan sebagai ajaran untuk berlaku bengis. Harus disertai niat baik, ikhtiar, amal saleh, dan menjaga akhlak mulia.
5. Bagaimana cara mengamalkan doa wa idza batasytum batasytum jabbarin yang benar?
Doa ini dapat diamalkan saat merasa takut atau terancam, sebelum melakukan perjalanan jauh, sebelum menghadapi pertemuan penting, serta secara rutin sebagai wirid harian. Yang terpenting adalah membacanya dengan niat untuk memohon perlindungan dan kekuatan dari Allah, bukan untuk menyakiti orang lain.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889994/original/071009200_1720767600-pexels-zeynep-sude-emek-193601188-20785719.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315652/original/069213500_1785847613-20260804_Alit_Binawan_Persib_vs_Persija_SF_Piala_Presiden_02.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319180/original/071624600_1786193423-1001537556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319082/original/044852400_1786180736-1001536794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317657/original/089080100_1786038134-20260806_Budy_Santoso_Persib_vs_Persebaya_Final_Piala_Presiden_05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319159/original/078965300_1786189548-1001537687.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319176/original/000950400_1786192474-418627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319122/original/098032500_1786185499-1001537377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)