Liputan6.com, Jakarta - Teknik menghafal Al-Qur'an dengan metode pengulangan sederhana menjadi solusi paling efektif bagi siapa pun yang ingin menghafal kitab suci, tanpa memandang usia atau latar belakang. Di tengah kesibukan yang menyita waktu, metode pengulangan menawarkan pendekatan yang mudah, tidak membebani, dan terbukti hasilnya.
Terlebih Allah SWT telah menjanjikan kemudahan dalam menghafal kitab-Nya: "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (QS. Al-Qamar: 17). Ayat ini menjadi landasan bahwa siapa pun, anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia—dapat menghafal Al-Qur'an.
Syaikh Abdul Muhsin bin Muhammad Al-Qasim, Imam dan Khatib Masjid Nabawi, dalam kitabnya Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an menegaskan bahwa metode pengulangan adalah cara termudah untuk menghafal Al-Qur'an. Keistimewaan metode ini adalah kuatnya hafalan yang diperoleh disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan Al-Qur'an.
Advertisement
Para ulama pun menerapkan pola membaca berulang kali dalam menghafal. Disebutkan dalam kitab Tahdhib at-Tahdhib bahwa Imam Ahmad bin al-Farrat mengulang setiap hadis yang dihafal sampai 500 kali.
Dengan metode pengulangan yang sederhana ini, setiap Muslim dapat menjadikan Al-Qur'an sebagai teman setia dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus meraih keberkahan dan ketenangan hati sebagaimana firman Allah: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).
Teknik Menghafal Al-Qur'an dengan Metode Pengulangan Sederhana
1. Metode Pengulangan 20 Kali (Metode Al-Qasim)
Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim dalam Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an memaparkan langkah-langkah sistematis yang sangat mudah dipraktikkan:
• Langkah 1-4: Bacalah ayat pertama hingga keempat masing-masing sebanyak 20 kali. Pengulangan ini bertujuan membekukkan ayat dalam ingatan sebelum melanjutkan ke ayat berikutnya.
• Langkah 5: Setelah keempat ayat dihafal secara terpisah, bacalah keempat ayat tersebut secara bersamaan dari awal hingga akhir sebanyak 20 kali.
• Langkah 6-9: Ulangi proses yang sama untuk ayat kelima hingga kedelapan, masing-masing dibaca 20 kali.
• Langkah 10: Gabungkan ayat kelima hingga kedelapan dan bacalah bersama-sama sebanyak 20 kali.
• Langkah 11: Bacalah seluruh ayat dari pertama hingga kedelapan sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalan.
Metode ini sangat mudah dipraktikkan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafal Al-Qur'an.
2. Metode 40 Kali untuk Usia Dewasa
Penelitian dan praktik di berbagai lembaga tahfidz menunjukkan bahwa metode Al-Qasimi memiliki ciri khusus: membaca 40 kali sebelum menghafal untuk orang dewasa, sedangkan untuk anak-anak dan remaja cukup 20 kali.
Membaca 40 kali sebelum menghafal memberikan waktu yang cukup bagi otak untuk memantapkan bacaan, sehingga terhindar dari kesalahan ketika menghafal. Tanpa disadari, ketika tahapan 40 kali telah dilalui dengan baik, surah yang dibaca akan lebih mudah dihafal dan diingat.
Bagi usia dewasa, pengulangan 40 kali memiliki manfaat besar karena ingatan semakin kuat. Jika proses membaca 40 kali tidak dilalui dengan baik, hafalan akan mudah hilang. Hal ini sesuai dengan tabiat manusia yang mudah lupa, sehingga pengulangan menjadi sarana paling efektif untuk menghafal.
3. Metode Tikrar: Pengulangan Berkelanjutan
Metode tikrar adalah teknik menghafal dengan mengulang-ulang bacaan berkali-kali, sehingga tanpa sadar bacaan Al-Qur'an tersebut melekat di otak.
Dengan metode ini, penghafal bisa lebih mudah dalam menghafal Al-Qur'an tanpa terbebani untuk berpikir keras—cukup dengan terus mengulang hingga mendapatkan hafalan yang lancar.
4. Muraja'ah: Penguatan Hafalan
Syaikh Abdul Muhsin menekankan bahwa jangan sekali-kali menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumnya. Cara terbaik adalah menggabungkan antara muraja'ah (mengulang) dan menambah hafalan baru.
Sistem muraja'ah yang direkomendasikan:
• Jika menghafal satu halaman per hari, ulangilah empat halaman sebelumnya
• Setelah menyelesaikan 10 juz, berhentilah selama satu bulan untuk muraja'ah dengan mengulang 8 halaman setiap hari
• Setelah menyelesaikan 20 juz, berhentilah selama dua bulan untuk muraja'ah
• Setelah menyelesaikan 30 juz, ulangi dengan pola yang terstruktur
5. Kaidah Penting dalam Menghafal
Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim menetapkan beberapa kaidah fundamental:
• Berguru kepada ustadz atau syekh yang bisa membenarkan bacaan jika salah
• Hafalkan dua halaman setiap hari—satu halaman setelah Subuh dan satu setelah Ashar atau Maghrib
• Mulai dari surat An-Nas hingga Al-Baqarah (membalik urutan) karena lebih mudah
• Gunakan satu mushaf tertentu agar lebih mudah mengingat posisi ayat
• Dua tahun pertama adalah masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan) yang rentan hilang—jangan bersedih jika sulit mengulang atau banyak keliru
Rekomendasi Surat-Surat yang Bisa Dihafalkan untuk Pemula
Urutan Menghafal dari yang Terpendek
Para ulama dan pengajar tahfidz menyarankan untuk memulai dari surat-surat terpendek di akhir Juz 30, kemudian bergerak maju ke depan. Berikut rekomendasi surat yang mudah dihafal:
Tahap 1: Fondasi Awal (Surat 3-5 Ayat)
• Surat Al-Kausar (QS. 108) – 3 ayat, Juz 30: tentang nikmat Allah dan perintah berkurban
• Surat An-Nashr (QS. 110) – 3 ayat, Juz 30: tentang pertolongan Allah dan kemenangan
• Surat Al-Ikhlas (QS. 112) – 4 ayat, Juz 30: kemurnian keesaan Allah, setara dengan sepertiga Al-Qur'an
• Surat Al-Falaq (QS. 113) – 5 ayat, Juz 30: perlindungan dari kejahatan makhluk
• Surat An-Nas (QS. 114) – 6 ayat, Juz 30: perlindungan dari godaan setan
Tahap 2: Penguatan Hafalan (Surat 6-11 Ayat)
• Surat Al-Ma'un (QS. 107) – 7 ayat, Juz 30: tentang orang yang mendustakan agama
• Surat Quraisy (QS. 106) – 4 ayat, Juz 30: tentang kebiasaan suku Quraisy
• Surat Al-Fil (QS. 105) – 5 ayat, Juz 30: tentang pasukan bergajah
• Surat Al-'Asr (QS. 103) – 3 ayat, Juz 30: tentang kerugian manusia kecuali yang beriman
• Surat Al-Humazah (QS. 104) – 9 ayat, Juz 30: kecaman bagi pengumpat dan pencela
Tahap 3: Meningkatkan Kapasitas (Surat 11-20 Ayat)
• Surat Ad-Duha (QS. 93) – 11 ayat, Juz 30: penghiburan bagi Nabi Muhammad
• Surat Al-Insyirah (QS. 94) – 8 ayat, Juz 30: tentang kelapangan setelah kesulitan
• Surat At-Tin (QS. 95) – 8 ayat, Juz 30: sumpah Allah atas ciptaan manusia
• Surat Al-Qadr (QS. 97) – 5 ayat, Juz 30: keutamaan Lailatulqadar
• Surat Az-Zalzalah (QS. 99) – 8 ayat, Juz 30: dahsyatnya hari Kiamat
Juz 'Amma Isyarat Metode Kitabah yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama RI dilengkapi dengan tajwid warna dan transliterasi Latin yang memudahkan pemula dalam mempelajari makhraj dan hukum bacaan.
Hikmah Menghafal Al-Qur'an dengan Metode Pengulangan Sederhana
1. Memperkuat Daya Ingat secara Alami
Pengulangan adalah cara paling alami untuk melatih otak. Semakin sering mengulang, semakin lekat pula hafalan dalam ingatan. Metode tikrar yang diterapkan secara rutin mengajarkan konsistensi dalam belajar dan menghafal, yang merupakan kunci memperoleh hafalan yang kuat dan mapan.
2. Memelihara Hafalan dari Kelupaan
Metode tikrar bertujuan utama memelihara hafalan Al-Qur'an. Dengan pengulangan terstruktur, hafalan yang sudah dimiliki tetap terjaga dan tidak mudah hilang. Tafaqqud (verifikasi) memastikan kesahihan hafalan melalui pencocokan dengan mushaf.
3. Membangun Konsistensi dan Kedisiplinan
Metode pengulangan sederhana mengajarkan kedisiplinan. Menghafal minimal satu ayat setiap hari setelah salat fardu adalah langkah kecil yang jika konsisten akan membuahkan hasil besar.
4. Menjadi Bekal Ibadah Sehari-hari
Surat-surat pendek yang dihafal dapat langsung digunakan dalam shalat wajib dan sunnah. Menghafal 16 surat pendek dari az-Zalzalah hingga an-Nas sudah cukup sebagai modal awal bagi pemula melaksanakan shalat fardu, shalat sunnah, dan qiyamullail.
5. Mendapatkan Pahala Berlipat Tanpa Batas Waktu
Setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca bernilai satu kebaikan dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali. Dengan hafalan yang melekat di hati, pahala dapat mengalir kapan saja—saat berjalan, bekerja, atau beristirahat—tanpa perlu membuka mushaf.
Pertanyaan Seputar Teknik Menghapal Al Quran
1. Berapa kali idealnya mengulang ayat sebelum menghafal?
Untuk anak-anak dan remaja, cukup 20 kali pengulangan. Untuk usia dewasa di atas 25 tahun, disarankan 40 kali pengulangan karena daya ingat mulai menurun seiring bertambahnya usia.
2. Apa perbedaan metode 20 kali dan 40 kali?
Metode 20 kali disarankan untuk anak-anak hingga usia 25 tahun, sedangkan metode 40 kali untuk usia di atas 25 tahun. Pengulangan 40 kali memberikan waktu lebih bagi otak dewasa untuk memantapkan bacaan dan menghindari kesalahan saat menghafal.
3. Bagaimana cara menggabungkan hafalan baru dengan muraja'ah?
Jangan pernah menambah hafalan tanpa mengulang hafalan lama terlebih dahulu. Bacalah hafalan lama dari awal sampai akhir sebanyak 20 kali, baru kemudian memulai hafalan baru dengan metode yang sama.
4. Apakah metode pengulangan ini cocok untuk semua usia?
Sangat cocok. Metode pengulangan sederhana dapat diterapkan oleh anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Jumlah pengulangan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.
5. Berapa target hafalan yang realistis per hari?
Target ideal adalah 2 halaman per hari—satu halaman setelah Subuh dan satu halaman setelah Ashar atau Maghrib. Jangan menghafal lebih dari seperdelapan juz dalam sehari agar tidak berat untuk mengulang dan menjaganya.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637359/original/021769800_1699254998-pexels-timur-weber-9127593.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318861/original/094844100_1786167964-1000142794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318856/original/087601100_1786167015-VID-20260808-WA0011_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306501/original/069536400_1784881121-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_21.25.34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318838/original/032021600_1786165607-Lydia_Kandou_sebagai_Suster_Aloysia.Kuasa_Gelap-_Perjanjian_DarahSegera_tayang_di_bioskop_2026..webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318826/original/087734200_1786163917-418374.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306536/original/089876600_1784882294-1000591593.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318796/original/078018200_1786159757-1001536511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318793/original/040016700_1786158935-1001536394.jpg)