Liputan6.com, Jakarta - Mengirimkan doa untuk ahli kubur merupakan amalan mulia yang dianjurkan. Di tengah keragaman praktik ini, cara mengirim doa kepada ahli kubur sesuai ajaran Islam penting dipahami dengan benar. Tawasul dan kiriman doa ini merupakan bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada mereka yang telah mendahului kita.
Landasan mendoakan yang telah wafat termaktub dalam Surat Al-Hasyr ayat 10: "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: 'Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami...'". Ayat ini menjadi landasan bahwa mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita dalam keimanan adalah amalan yang diajarkan dalam Al-Qur'an.
Ibnu Qudamah dalam kitabnya Syarh Al-Kabir menyatakan ibadah apapun yang dikerjakan dan pahalanya dihadiahkan untuk mayit yang muslim, maka dia bisa mendapatkan manfaatnya. Para ulama tahqiq sepakat tentang sampainya pahala bacaan Al-Qur'an untuk orang yang meninggal, sebagaimana pendapat ulama Maliki, Hanafi, dan Hanbali.
Advertisement
Dalam pandangan empat mazhab, tidak ada yang melarang mutlak mengirimkan Al-Fatihah kepada orang yang meninggal. Mazhab Hanafi dengan tegas memperbolehkan, sementara mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali terbelah menjadi dua. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah tata cara mengirim doa kepada ahli kubur sesuai ajaran Islam dengan panduan urutan dan bacaan lengkap.
Tata Cara Mengirim Doa kepada Ahli Kubur
Berikut adalah urutan lengkap tata cara mengirim doa kepada ahli kubur yang diamalkan oleh kaum Muslimin, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama:
1. Bersuci (Berwudhu)
Sebelum memulai rangkaian doa dan bacaan, dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu untuk menghilangkan hadats dan membersihkan diri. Kesucian lahir dan batin menjadi bagian dari adab dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2. Membaca Salam kepada Ahli Kubur
Ketika memasuki area pemakaman, disunnahkan untuk mengucapkan salam kepada penghuni kubur:
Arab: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ وَأَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ
Latin: Assalāmu 'alaikum yā ahlal-qubūr, yaghfirullāhu lanā wa lakum, wa antum salafunā wa naḥnu bil-atsar
Artinya: "Salam sejahtera semoga tercurahkan kepada kalian wahai penduduk alam kubur, semoga Allah memberikan ampunan kepada kita dan kepada kalian, dan kalian telah mendahului kita dan (kelak) kita akan menyusul."
3. Berniat dalam Hati
Sebelum memulai bacaan, hadirkan niat dalam hati untuk mengirimkan doa dan pahala bacaan kepada ahli kubur yang dituju. Niat ini cukup diucapkan dalam hati, tidak perlu dilafalkan secara khusus. Yang terpenting adalah kesungguhan dan keikhlasan karena Allah SWT semata.
4. Tawasul dan Kirim Al-Fatihah
a. Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW
Arab: اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Ilā ḫadratin-nabiyyi shallallāhu 'alaihi wasallama wa ālihi wa shahbihi syai'un lillāhi lahumul fātihah
Artinya: "Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."
Setelah membaca tawasul ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah:
Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ
Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn. Arrahmānirrahīm. Māliki yaumiddīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinash-shirāthal mustaqīm. Shirāthal ladzīna an'amta 'alaihim ghairil maghdhūbi 'alaihim waladh-dhāllīn. Āmīn.
b. Tawasul kepada Para Nabi, Rasul, Wali, dan Orang Saleh
Arab: ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
Latin: Tsumma ilā hadrati ikhwānihi minal anbiyā'i wal mursalīna wal-awliyā'i wasy-syuhadā'i wash-shālihīna wash-shahābati wat-tābi'īna wal-'ulamā'il-'āmilīna wal-mushannifīnal-mukhlisīna wa jamī'il-malā'ikatil-muqarrabīna, khushūshan sayyidinā syaikh 'Abdil Qādir al-Jailāni radhiyallāhu 'anhu
Artinya: "Kemudian kepada saudara-saudaranya dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, dan semua malaikat yang didekatkan (kepada Allah), khususnya kepada junjungan kami Syekh Abdul Qadir al-Jailani, semoga Allah meridhainya."
Setelah bacaan ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.
c. Tawasul kepada Semua Ahli Kubur
Arab: ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا
Latin: Tsumma ilā jamī'i ahlil-qubūri minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu'minīna wal-mu'mināti min masyāriqil-ardi ilā maghāribihā barrihā wa bahrihā
Artinya: "Kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukminin laki-laki dan perempuan, dari timur bumi hingga baratnya, baik di darat maupun di laut."
Setelah bacaan ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.
d. Tawasul Khusus untuk Orang Tua, Guru, dan Keluarga
Arab: خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ
Latin: Khushūshan ilā ābā'inā wa ummahātinā wa ajdādinā wa jaddātinā wa masyāyikhinā wa masyāykhi masyāyikhinā wa asātidzatinā wa asātidzati asātidzatina wa liman ahsana ilainā wa limanijtama'nā hāhunā bisababihi
Artinya: "Khususnya kepada bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini."
Setelah bacaan ini, disebutkan nama spesifik orang yang ingin didoakan:
Arab: وَخُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... (sebutkan nama lengkap almarhum/almarhumah)
Latin: Wa khushūshan ilā rūhi ... (sebutkan nama)
Artinya: "Dan khususnya kepada ruh ... (sebutkan nama)."
Kemudian ditutup dengan:
Arab: شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Syai'un lillāhi lahumul fātihah
Artinya: "Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."
Lalu ditutup dengan membaca Surat Al-Fatihah sekali lagi.
5. Membaca Surat Yasin
Setelah rangkaian tawasul dan kirim Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin lengkap ayat 1 sampai 83. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang memasuki pekuburan, lalu membaca Surat Yasin, Allah akan meringankan siksa bagi penghuni kubur dan bagi yang membaca mendapat pahala kebaikan-kebaikan sejumlah penghuni kubur tersebut" (HR Abdul Aziz).
6. Membaca Tahlil dan Dzikir
Setelah membaca Surat Yasin, dilanjutkan dengan membaca rangkaian tahlil dan dzikir, antara lain:
• Surat Al-Ikhlas (3 kali)
• Tahlil (Lā ilāha illallāh)
• Tasbih (Subhanallāh), Tahmid (Alhamdulillāh), Takbir (Allāhu Akbar)
• Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
7. Doa Penutup
Setelah menyelesaikan rangkaian bacaan, ditutup dengan doa untuk ahli kubur:
Arab: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، اَللَّهُمَّ أَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُورِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
Latin: Allāhumma-ghfir lahum warhamhum wa 'āfihim wa'fu 'anhum, allāhumma anzilir-rahmata wal-maghfirata 'alā ahlil-qubūri min ahli lā ilāha illallāh muḥammadur rasūlullāh
Artinya: "Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, selamatkanlah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur dari orang-orang yang mengucapkan 'Lā ilāha illallāh Muhammadur rasūlullāh'."
Hikmah Mengirim Doa kepada Ahli Kubur
1. Menjalin silaturahim yang melampaui batas kematian
Mengirimkan doa untuk ahli kubur merupakan bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada mereka yang telah mendahului kita, sekaligus menjaga hubungan batin dengan orang tua, guru, dan keluarga yang telah wafat.
2. Meringankan beban mayit di alam kubur
Doa dan bacaan yang dikirimkan dapat menjadi amalan yang bermanfaat bagi mayit dan meringankan siksa kuburnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa membaca Surat Yasin di pekuburan dapat meringankan siksa bagi penghuni kubur.
3. Mengamalkan ajaran untuk saling mendoakan
Islam mengajarkan umatnya untuk saling mendoakan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Ini merupakan wujud kepedulian dan ukhuwah Islamiyah yang melampaui batas kematian, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Hasyr ayat 10.
4. Mendidik kesadaran akan kematian
Melalui amalan mengirim doa untuk ahli kubur, seseorang diingatkan akan kematian dan kehidupan akhirat, sehingga termotivasi untuk mempersiapkan bekal amal saleh semasa hidup.
5. Mendapatkan pahala bagi yang membacanya
Membaca Al-Qur'an dan berdzikir adalah ibadah yang mendatangkan pahala bagi yang melakukannya. Pahala tersebut tetap diperoleh oleh pembaca, sementara mayit mendapatkan manfaat dari doa dan keberkahan yang menyertainya.
Pertanyaan Seputar Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal
1. Apakah pahala bacaan Al-Qur'an sampai kepada orang yang sudah meninggal?
Mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jama'ah berpendapat bahwa pahala bacaan Al-Qur'an, termasuk Surat Al-Fatihah dan Yasin, sampai kepada orang yang telah meninggal dunia. Ibnu Qudamah dalam Syarh Al-Kabir menyatakan bahwa ibadah apapun yang dikerjakan dan pahalanya dihadiahkan untuk mayit yang muslim, maka dia bisa mendapatkan manfaatnya.
2. Bagaimana cara mengkhususkan doa untuk orang tertentu?
Caranya adalah dengan menyebut nama orang yang dituju setelah bacaan tawasul umum. Lafaznya: "Wa khushūshan ilā rūhi ... (sebutkan nama lengkap almarhum/almarhumah)" yang artinya "Dan khususnya kepada ruh ... (sebutkan nama)." Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa mengirimkan doa Al-Fatihah membutuhkan penyebutan nama lengkap agar doa tersebut sampai.
3. Kapan waktu yang tepat untuk mengirim doa kepada ahli kubur?
Mengirim doa untuk ahli kubur dapat dilakukan kapan saja, baik secara individu maupun berjamaah. Waktu yang paling utama adalah saat ziarah kubur, pada malam Jumat (biasanya setelah shalat Maghrib), atau saat pelaksanaan tahlilan. Waktu mustajab lainnya adalah pada sepertiga malam terakhir (saat qiyamul lail).
4. Apakah harus menyebutkan nama lengkap saat mengirim Al-Fatihah?
Ya, dalam tradisi yang diamalkan, menyebutkan nama lengkap orang yang dituju sangat dianjurkan agar doa dan kiriman pahala lebih spesifik sampai kepada orang yang dimaksud. Jika tidak disebutkan secara spesifik, maka doa tetap sampai kepada seluruh ahli kubur secara umum melalui tawasul "ilā jamī'i ahlil-qubūr".
5. Apakah tawasul dan kirim doa untuk mayit termasuk amalan bid'ah?
Tawasul dan kirim doa untuk mayit bukanlah amalan bid'ah karena memiliki landasan syariat yang kuat dalam Al-Qur'an (Surat Al-Ma'idah ayat 35, Surat An-Nisa ayat 64) dan didukung oleh para ulama dari berbagai mazhab. Dalam pandangan empat mazhab, tidak ada yang melarang mutlak mengirimkan Al-Fatihah kepada orang yang meninggal. Yang terpenting adalah menjaga niat yang ikhlas karena Allah dan tidak meyakini bahwa selain Allah dapat memberikan manfaat atau mudarat secara mandiri.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834999/original/045552600_1715939587-medium-shot-islamic-man-grieving.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318856/original/087601100_1786167015-VID-20260808-WA0011_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306501/original/069536400_1784881121-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_21.25.34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318838/original/032021600_1786165607-Lydia_Kandou_sebagai_Suster_Aloysia.Kuasa_Gelap-_Perjanjian_DarahSegera_tayang_di_bioskop_2026..webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318826/original/087734200_1786163917-418374.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306536/original/089876600_1784882294-1000591593.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318796/original/078018200_1786159757-1001536511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318793/original/040016700_1786158935-1001536394.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308794/original/060788800_1785202090-timnas.jpg)