Tips Menghafal Al-Quran meski Usia Sudah Lanjut, Metode Efektif dan Rekomendasi Surat

Para ulama pun menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menghafal.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tips menghafal Al-Qur'an meski usia sudah lanjut menjadi topik yang semakin sering muncul di tengah meningkatnya kesadaran umat Islam akan pentingnya interaksi dengan Kitabullah sepanjang hayat. Hal ini menunjukkan telah muncul kesadaran bahwa tidak ada batasan usia dalam proses menghafal kalamullah.

Allah SWT menjamin kemudahan Al-Qur'an untuk dihafal dan dipelajari: "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (QS. Al-Qamar: 17). Ayat ini menjadi kabar gembira bagi siapa pun, tanpa memandang usia, bahwa Al-Qur'an telah dirancang oleh Allah untuk mudah diingat.

Rasulullah SAW memotivasi umatnya dalam sebuah riwayat: "Orang yang membaca Al-Qur'an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala" (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ulama pun menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menghafal. Imam Al-Qurthubi berkata, barang siapa yang membaca Al-Qur'an, maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun.

Syaikh Abdul Muhsin bin Muhammad Al-Qasim, Imam dan Khatib Masjid Nabawi, dalam kitabnya Afdhalu Thariqah li Hifdhil Qur'anil Karim serta Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an (terjemahan), menyajikan metode yang terbukti efektif bahkan bagi mereka yang telah berusia lanjut. Metode ini menekankan pengulangan yang terstruktur dan konsisten, disesuaikan dengan kemampuan daya ingat yang memang berbeda pada setiap tahap usia

Dengan pendekatan yang tepat, niat yang ikhlas, dan konsistensi yang terjaga, menghafal Al-Qur'an di usia senja menjadi hal yang bisa dilakukan.

Tips Menghafal Al-Qur’an untuk Usia Lanjut

1. Metode Pengulangan 20 Kali (Metode Al-Qasim)

Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim dalam bukunya Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an memaparkan metode yang sangat sistematis dan mudah diikuti. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

• Langkah 1-4: Bacalah ayat pertama hingga keempat masing-masing sebanyak 20 kali. Pengulangan ini bertujuan untuk membekukkan ayat dalam ingatan sebelum melanjutkan ke ayat berikutnya.

• Langkah 5: Setelah keempat ayat dihafal secara terpisah, bacalah keempat ayat tersebut secara bersamaan dari awal hingga akhir sebanyak 20 kali.

• Langkah 6-9: Ulangi proses yang sama untuk ayat kelima hingga kedelapan, masing-masing dibaca 20 kali.

• Langkah 10: Gabungkan ayat kelima hingga kedelapan dan bacalah bersama-sama sebanyak 20 kali.

• Langkah 11: Bacalah seluruh ayat dari pertama hingga kedelapan sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalan.

Metode ini memiliki keistimewaan pada kuatnya hafalan yang diperoleh disertai kecepatan waktu yang ditempuh. Syaikh Abdul Muhsin juga menekankan agar tidak menghafal lebih dari seperdelapan juz dalam sehari, agar tidak memberatkan dalam mengulang dan menjaganya.

2. Metode 40 Kali untuk Usia Dewasa dan Lanjut Usia

Penelitian dan praktik di berbagai lembaga tahfidz menunjukkan bahwa metode Al-Qasimi—yang merupakan pengembangan dari metode Syaikh Abdul Muhsin—menyarankan 40 kali pengulangan bagi mereka yang berusia di atas 25 tahun. Hal ini disebabkan karena pada usia dewasa dan lanjut terjadi penurunan daya ingat, baik secara fisik maupun psikologis.

Membaca 40 kali sebelum menghafal memberikan waktu yang cukup bagi otak untuk memantapkan bacaan, sehingga terhindar dari kesalahan ketika menghafal. Tanpa disadari, ketika tahapan 40 kali telah dilalui dengan baik, surah yang dibaca akan lebih mudah dihafal dan diingat.

Sebagaimana disampaikan oleh pengelola Rumah Tahfidz Al-Badr: "Di Al-Qasimi, harus baca 40x dulu tujuannya agar benar-benar memahami surat yang dihafal, dengan 40x itu berarti bacaannya sudah baik dan benar".

3. Muraja'ah: Kunci Kekuatan Hafalan

Syaikh Abdul Muhsin menekankan bahwa jangan sekali-kali menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumnya. Jika seseorang terus-menerus menambah hafalan tanpa muraja'ah hingga menyelesaikan seluruh Al-Qur'an, kemudian ingin mengulang dari awal, hal itu akan terasa sangat berat dan banyak hafalan yang hilang.

Cara terbaik adalah menggabungkan antara muraja'ah dan menambah hafalan baru. Berikut sistem yang direkomendasikan:

• 10 Juz Pertama: Jika menghafal satu halaman per hari, ulangilah empat halaman sebelumnya hingga menyelesaikan 10 juz. Setelah itu, berhentilah selama satu bulan penuh untuk muraja'ah dengan mengulang 8 halaman setiap hari.

• 20 Juz: Setelah satu bulan muraja'ah, mulailah menambah hafalan baru satu atau dua halaman per hari disertai muraja'ah 8 halaman setiap hari hingga mencapai 20 juz. Kemudian berhentilah selama dua bulan untuk muraja'ah dengan pola yang sama.

• 30 Juz: Lanjutkan hingga menyelesaikan seluruh Al-Qur'an, lalu ulangi 10 juz pertama selama satu bulan (setengah juz per hari), kemudian 10 juz kedua dengan tambahan 8 halaman dari 10 juz pertama, dan terakhir 10 juz terakhir dengan tambahan dari kedua bagian sebelumnya.

4. Metode 3T+1M untuk Lansia

Penelitian terkini menunjukkan bahwa metode 3T+1M efektif membantu lansia dalam menghafal Al-Qur'an. Metode ini terdiri dari:

• Talqin – bimbingan bacaan dari guru atau pembimbing

• Takrir – pengulangan yang terstruktur

• Tasmi' – penyimakan hafalan di hadapan guru

• Murajaah – penguatan hafalan secara berkelanjutan

Kaidah-Kaidah Penting dalam Menghafal

Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim dalam Cara Menghafal Al-Qur'an dan Matan Ilmiah menetapkan beberapa kaidah fundamental:

• Berguru kepada syekh atau ustadz yang bisa membenarkan bacaan jika salah.

• Hafalkan dua halaman setiap hari—satu halaman setelah Subuh dan satu halaman setelah Ashar atau Maghrib. Dengan cara ini, dalam satu tahun insya Allah hafalan akan kokoh.

• Mulai dari surat An-Nas hingga Al-Baqarah (membalik urutan Al-Qur'an) karena hal itu lebih mudah.

• Gunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, agar lebih mudah mengingat posisi ayat serta awal dan akhir setiap halaman.

• Dua tahun pertama adalah masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan) yang rentan hilang. Jangan bersedih jika sulit mengulang atau banyak keliru—ini adalah masa cobaan dan pintu setan untuk menggoda agar berhenti menghafal.

Rekomendasi Surat-Surat yang Bisa Dihafalkan

Bagi yang baru memulai menghafal di usia lanjut, disarankan untuk memulai dari surat-surat pendek di Juz 'Amma. Juz 'Amma Isyarat Metode Kitabah yang diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama RI mencakup surat-surat dari An-Naba' hingga An-Nās. Berikut rekomendasi surat yang mudah dihafal:

Tingkat Pemula (Surat 3-5 Ayat)

• Surat Al-Ikhlas (QS. 112) – 4 ayat, mengandung makna kemurnian keesaan Allah

• Surat Al-Falaq (QS. 113) – 5 ayat, perlindungan dari kejahatan makhluk

• Surat An-Nas (QS. 114) – 6 ayat, perlindungan dari godaan setan

• Surat Al-Kausar (QS. 108) – 3 ayat, tentang nikmat Allah dan perintah berkurban

• Surat An-Nashr (QS. 110) – 3 ayat, tentang pertolongan Allah dan kemenangan

Tingkat Menengah (Surat 6-11 Ayat)

• Surat Al-'Asr (QS. 103) – 3 ayat, tentang kerugian manusia kecuali yang beriman

• Surat Al-Ma'un (QS. 107) – 7 ayat, tentang orang yang mendustakan agama

• Surat Quraisy (QS. 106) – 4 ayat, tentang kebiasaan suku Quraisy

• Surat Al-Fil (QS. 105) – 5 ayat, tentang pasukan bergajah

Tingkat Lanjutan (Surat 11-20 Ayat)

• Surat Al-Lail (QS. 92) – 21 ayat, tentang perbedaan amal manusia

• Surat Ad-Duha (QS. 93) – 11 ayat, penghiburan bagi Nabi Muhammad

• Surat Al-Insyirah (QS. 94) – 8 ayat, tentang kelapangan setelah kesulitan

• Surat At-Tin (QS. 95) – 8 ayat, sumpah Allah atas ciptaan manusia

Tips Memilih Surat untuk Lansia

• Mulailah dari surat yang paling pendek dan sering dibaca dalam shalat

• Pilih surat yang memiliki pengulangan kata atau pola bacaan yang mirip

• Dahulukan surat yang sering didengar dalam bacaan imam shalat

• Manfaatkan terjemahan dan tajwid warna dalam Juz 'Amma Isyarat untuk memahami makna dan memudahkan pengucapan

• Konsistensi lebih utama daripada kuantitas, satu ayat per hari lebih baik daripada 10 ayat yang dilupakan

Hikmah Menghafal Al-Qur'an walau Sudah Usia Lanjut

1. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang membaca Al-Qur'an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala" (HR. Bukhari dan Muslim). Bagi lansia yang berjuang keras menghafal di tengah keterbatasan fisik, setiap huruf yang diucapkan dengan susah payah akan dicatat sebagai dua kebaikan.

2. Menjaga Kesehatan Mental dan Mencegah Kepikunan

Imam Al-Qurthubi menyatakan: "Barang siapa yang membaca Al-Qur'an, maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun". Membaca dan menghafal Al-Qur'an secara rutin melatih otak, menjaga fungsi kognitif, dan menjadi benteng dari pikun di usia senja.

3. Mendapatkan Kedudukan Mulia di Sisi Allah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang yang dekat dari kalangan manusia. Mereka adalah ahli Al-Qur'an, orang yang dekat kepada Allah dan memiliki kedudukan khusus di sisi-Nya" (HR. An-Nasa'i). Menghafal Al-Qur'an di usia lanjut adalah bukti kecintaan kepada Allah yang akan mengangkat derajat pelakunya.

4. Menjadi Bekal Menuju Akhirat

Setiap huruf yang dihafal dan diamalkan akan menjadi saksi kebaikan di hari kiamat. Al-Qur'an akan datang memberi syafaat bagi para pembacanya pada hari kiamat. Semakin banyak yang dihafal, semakin besar pula syafaat yang diperoleh.

5. Meraih Ketenangan Hati dan Keberkahan Hidup

Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Proses menghafal Al-Qur'an—dengan pengulangan, perenungan makna, dan interaksi intens dengan kalamullah—memberikan ketenangan jiwa di tengah berbagai tantangan usia lanjut. Keberkahan hidup menyertai orang yang dekat dengan Al-Qur'an.

Pertanyaan Seputar Menghafal Al-Qur'an di Usia Lanjut

1. Apakah mungkin menghafal Al-Qur'an di usia 60 tahun ke atas?

Sangat mungkin. Banyak kisah nyata lansia yang berhasil menghafal 30 juz, termasuk seorang kakek yang mulai menghafal pada usia 60 tahun dan mampu menyelesaikannya. Tidak ada batasan usia dalam menghafal Al-Qur'an. Yang terpenting adalah niat yang kuat, metode yang tepat, dan konsistensi.

2. Berapa kali sebaiknya mengulang ayat sebelum menghafal di usia lanjut?

Untuk usia di atas 25 tahun, disarankan membaca ayat yang akan dihafal sebanyak 40 kali sebelum memulai proses menghafal. Pengulangan ini sangat penting untuk mengompensasi penurunan daya ingat yang terjadi seiring bertambahnya usia.

3. Bagaimana cara mengatasi sering lupa saat menghafal?

Lupa adalah sifat alami manusia. Solusinya adalah muraja'ah (pengulangan) secara terstruktur. Sebelum menambah hafalan baru, bacalah hafalan lama dari awal sampai akhir sebanyak 20 kali. Dua tahun pertama adalah masa pengumpulan hafalan yang rentan lupa—ini adalah fase cobaan yang wajar.

4. Apakah harus menghafal dengan guru atau bisa sendiri?

Wajib menghafal dengan bantuan seorang ustadz atau syekh yang bisa membenarkan bacaan jika salah. Guru juga akan membantu menjaga motivasi dan memberikan koreksi terhadap kesalahan tajwid dan makhraj yang mungkin tidak disadari.

5. Berapa target hafalan yang realistis per hari untuk lansia?

Target yang realistis adalah dua halaman per hari—satu halaman setelah Subuh dan satu halaman setelah Ashar atau Maghrib. Jika terasa berat, bisa dikurangi menjadi satu halaman atau bahkan setengah halaman per hari. Yang terpenting adalah konsistensi, bukan kuantitas. Jangan menghafal lebih dari seperdelapan juz dalam sehari agar tidak berat untuk mengulang dan menjaganya.