Kumpulan Doa sebelum Bepergian Sesuai Sunnah Rasulullah SAW Teks Arab, Latin dan Artinya

Rasulullah mengajarkan doa-doa khusus yang dibaca pada setiap tahapan perjalanan.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa sebelum bepergian sesuai sunnah Rasulullah SAW merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang hendak melakukan perjalanan. Hal itu dilakukan agar perjalanan tersebut menjadi wasilah keberkahan.

Perintah berdoa sebelum bepergian termaktub dalam Al-Qur’an Surah Az-Zukhruf ayat 12-14, yang artinya: "Dialah yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal serta hewan ternak yang kamu tunggangi, agar kamu duduk di atasnya, kemudian mengingat nikmat Tuhanmu ketika kamu telah berada di atasnya dan berkata: Mahasuci Allah yang telah menundukkan semua ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya....".

Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu juga menyebutkan bahwa membaca doa dan mendirikan shalat sunnah sebelum bepergian adalah amalan yang dianjurkan. Rasulullah mengajarkan doa-doa khusus yang dibaca pada setiap tahapan perjalanan, sejak keluar rumah, menaiki kendaraan, hingga tiba di tujuan.

Merangkum berbagai sumber, artikel ini akan mengulas doa-doa sebelum bepergian sesuai sunnah Rasulullah SAW. Simak selengkapnya.

Doa-Doa Sebelum Bepergian Sesuai Sunnah

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi mengumpulkan berbagai doa yang diajarkan Rasulullah SAW, termasuk doa sebelum bepergian yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.

1. Doa Keluar Rumah

Sebelum melangkahkan kaki keluar rumah, seorang muslim dianjurkan membaca doa berikut:

Arab: بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

Latin: Bismillâhi tawakkaltu 'alallâh, lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh. Allâhumma innî a'ûdzu bika an adhilla au udhalla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala 'alayya.

Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari berbuat aniaya atau dianiaya, serta dari berbuat bodoh atau dibodohi."

Doa ini diajarkan Rasulullah SAW sebagai bentuk perlindungan dari berbagai keburukan yang mungkin ditemui di luar rumah.

2. Doa Naik Kendaraan

Setelah keluar rumah dan menaiki kendaraan, bacalah doa berikut:

Arab: سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Latin: Subhânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahu muqrinîn. Wa innâ ilâ Rabbinâ lamunqalibûn.

Artinya: "Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."

Doa ini bersumber dari Al-Qur'an Surah Az-Zukhruf ayat 13-14 dan diamalkan oleh Rasulullah SAW setiap kali menaiki kendaraan.

3. Doa Safar Utama (Doa Perjalanan Jauh)

Doa ini merupakan doa lengkap yang dibaca Rasulullah SAW ketika hendak melakukan perjalanan jauh, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim:

Arab: اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَـٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَـٰذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ

Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar. Subhânal-ladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahu muqrinîn. Wa innâ ilâ Rabbinâ lamunqalibûn. Allâhumma innâ nas'aluka fî safarinâ hâdzâ al-birra wat-taqwâ, wa minal 'amali mâ tardhâ. Allâhumma hawwin 'alainâ safaranâ hâdzâ wathwi 'annâ bu'dahu. Allâhumma antash shâhibu fis-safari, wal-khalîfatu fil-ahli. Allâhumma innî a'ûdzu bika min wa'tsâ'is-safari, wa ka-âbatil-manzhari, wa sû-il-munqalabi fil-mâli wal-ahli.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah baginya kejauhan. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti (penjaga) bagi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan buruknya perubahan pada harta dan keluarga." (HR. Muslim No. 1342).

4. Doa Saat Berpamitan (Untuk Orang yang Ditinggal)

Saat berpamitan dengan keluarga atau sahabat, seorang muslim yang hendak bepergian dianjurkan membaca doa berikut:

Arab: أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكُمْ وَأَمَانَتَكُمْ وَخَوَاتِيمَ أَعْمَالِكُمْ

Latin: Astaudi'ullâha dînakum wa amânatakum wa khavâtîma a'mâlikum.

Artinya: "Aku titipkan kepada Allah agama kalian, amanah kalian, dan akhir amal kalian."

Doa ini disebutkan oleh Syekh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim sebagai doa yang diucapkan saat berpamitan.

5. Doa untuk Orang yang Bepergian (Dari Orang yang Mengantar)

Bagi yang mengantar orang bepergian, dianjurkan membaca doa berikut:

Arab: زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Latin: Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.

Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam kebaikan di mana pun kamu berada."

Doa ini berasal dari hadits riwayat Imam At-Tirmidzi dan dinilai hasan.

6. Doa Mengantar Orang Bepergian (Memohon Kelancaran)

Arab: اللَّهُمَّ اطْوِ لَهُ الْبَعِيدَ وَهَوِّنْ عَلَيْهِ السَّفَرَ

Latin: Allâhummathwi lahul ba'îda wa hawwin 'alayhis-safara.

Artinya: "Ya Allah, dekatkan jarak tempuhnya yang jauh dan mudahkanlah perjalanan baginya."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dalam kitab haditsnya. Imam An-Nawawi juga mengutip doa ini dalam kitab Al-Adzkar.

7. Doa Saat Tiba di Tempat Tujuan

Ketika tiba di tempat tujuan, seorang musafir dianjurkan membaca:

Arab: رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

Latin: Rabbi anzilnî munzalan mubârakan wa anta khairul-munzilîn.

Artinya: "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat."

Doa ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS dan diajarkan dalam Al-Qur'an.

Adab Doa sebelum Bepergian Sesuai Sunnah

Para ulama dari berbagai generasi telah mengajarkan pentingnya membaca doa sebelum bepergian. Syekh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim menjelaskan adab-adab saat berpamitan dan doa-doa yang hendaknya diucapkan.

1. Membaca Basmalah

Setiap amalan yang baik hendaknya diawali dengan membaca Bismillâhirrahmânirrahîm (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).

2. Membaca Takbir dan Tasbih

Dianjurkan membaca Allâhu Akbar (3 kali) dan Subhânallâh sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.

3. Bertakbir Saat Jalan Mendaki dan Bertasbih Saat Jalan Menurun

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ketika melewati jalan mendaki, hendaknya bertakbir (Allâhu Akbar), dan ketika melewati jalan menurun, hendaknya bertasbih (Subhânallâh).

4. Melaksanakan Shalat Sunnah Safar

Sebelum berangkat, dianjurkan melaksanakan shalat sunnah safar dua rakaat. Imam An-Nawawi dalam kitab Majmu' Syarhil Muhadzdzab menyatakan bahwa shalat safar disunnahkan bagi orang yang hendak bepergian dan boleh dilakukan di waktu apa pun.

5. Membaca Doa dengan Khusyuk dan Penuh Pengharapan

Doa hendaknya dibaca dengan hati yang tulus, penuh keyakinan, dan pengharapan kepada Allah SWT. Doa seorang musafir termasuk doa yang mustajab (dikabulkan).

6. Berpamitan dengan Keluarga

Saat hendak berangkat, dianjurkan berpamitan dengan keluarga dengan mengucapkan salam dan doa titipan sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

7. Menjaga Adab di Jalan

Selama perjalanan, seorang muslim hendaknya menjaga adab, seperti tidak menyakiti sesama pengguna jalan, menjaga lisan, dan senantiasa berzikir kepada Allah.

Hikmah Doa Sebelum Bepergian Sesuai Sunnah

1. Bentuk Tawakal dan Ketergantungan kepada Allah

Doa sebelum bepergian merupakan pengakuan bahwa keselamatan dan kelancaran perjalanan sepenuhnya berada di tangan Allah. Seorang musafir menunjukkan bahwa ia tidak menggantungkan diri pada kemampuan dan persiapan semata, melainkan pada pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

2. Perlindungan dari Marabahaya dan Keburukan

Doa menjadi benteng spiritual yang melindungi musafir dari berbagai keburukan yang mungkin menimpanya selama perjalanan. Dalam hadits, Rasulullah SAW menjanjikan bahwa doa akan menghalangi seseorang dari kejelekan di luar rumah.

3. Mendapatkan Keberkahan dan Kelancaran

Melalui doa, seorang musafir memohon keberkahan dalam setiap urusan perjalanan. Perjalanan yang diberkahi akan membawa manfaat tidak hanya bagi pelakunya, tetapi juga bagi orang-orang yang ditinggalkan di rumah.

4. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Dengan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, seorang muslim meneladani kebiasaan beliau dalam setiap perjalanan. Ini adalah bentuk kecintaan kepada Nabi yang akan mendatangkan pahala dan keberkahan.

5. Ketenangan Hati dan Kedamaian Jiwa

Doa memberikan ketenangan hati bagi musafir dan keluarganya. Dengan berdoa, seorang muslim menyerahkan segala urusannya kepada Allah, sehingga ia merasa tenang dan tidak diliputi kecemasan berlebihan.

Pertanyaan Seputar Doa Khusus Bepergian

1. Doa apa yang dibaca sebelum bepergian sesuai sunnah?

Doa utama sebelum bepergian sesuai sunnah adalah: "Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar. Subhânal-ladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahu muqrinîn. Wa innâ ilâ Rabbinâ lamunqalibûn. Allâhumma innâ nas'aluka fî safarinâ hâdzâ al-birra wat-taqwâ, wa minal 'amali mâ tardhâ..." (HR Muslim No. 1342).

2. Apakah ada doa khusus saat keluar rumah untuk bepergian?

Ya. Rasulullah SAW mengajarkan doa: "Bismillâhi tawakkaltu 'alallâh, lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh. Allâhumma innî a'ûdzu bika an adhilla au udhalla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala 'alayya." Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah..."

3. Doa apa yang dibaca saat naik kendaraan?

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat naik kendaraan adalah: "Subhânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahu muqrinîn. Wa innâ ilâ Rabbinâ lamunqalibûn." Artinya: "Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami..." Doa ini bersumber dari Surah Az-Zukhruf ayat 13-14.

4. Doa apa yang dibaca untuk orang yang akan bepergian?

Doa yang dianjurkan untuk dibaca bagi orang yang akan bepergian adalah: "Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta." Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam kebaikan di mana pun kamu berada." Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.

5. Apakah doa sebelum bepergian harus dibaca dalam bahasa Arab?

Tidak harus. Meskipun lebih utama membaca doa dalam bahasa Arab sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, berdoa dengan bahasa yang dipahami juga diperbolehkan. Yang terpenting adalah kekhusyukan, ketulusan hati, dan pemahaman akan makna doa yang dipanjatkan.