Niat Puasa Sunnah Rajab Arab, Latin, dan Arti, Lengkap Tata Cara dan Keutamaan

Temukan panduan lengkap niat puasa sunnah Rajab teks Arab, latin, dan artinya untuk diamalkan pada bulan mulia 1447 H / 2025.

Diterbitkan 21 Desember 2025, 10:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Niat puasa sunnah Rajab pada tahun 2025 dapat mulai diamalkan sejak memasuki tanggal 1 Rajab 1447 H yang jatuh bertepatan dengan hari Minggu, 21 Desember 2025.

Ini merupakan salah satu bulan yang masuk dalam kategori Asyhurul Hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan. Rajab menjadi momentum emas bagi umat Muslim untuk meningkatkan intensitas ibadah melalui puasa sunnah.

Memulai langkah spiritual di bulan ini dianggap sebagai bentuk persiapan awal yang sangat baik, sebelum menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan yang tinggal dua bulan lagi di 2025.

Pelaksanaan ibadah ini dimulai dengan memantapkan tujuan di dalam hati melalui pelafalan niat yang tepat, baik dilakukan pada malam hari maupun saat matahari sudah terbit bagi yang terlupa.

Berikut Liputan6.com ulas pembahasan lengkapnya bacaan niat dan keutamaan mengamalkan puasa sunnah ini, Minggu (21/12/2025).

Bacaan Niat Puasa Sunnah Rajab Lengkap

Melafalkan niat merupakan rukun puasa yang sangat menentukan sah atau tidaknya sebuah ibadah di mata hukum Islam. Keikhlasan dalam berniat harus ditanamkan di dalam hati, baik itu diucapkan secara lisan maupun secara batiniah.

Dalam madzhab Syafi'i, niat puasa sunnah memiliki fleksibilitas waktu yang lebih longgar dibandingkan puasa wajib, namun tetap dianjurkan untuk ditetapkan sejak malam hari guna menjaga kesempurnaan ibadah.

Berikut adalah tiga bacaan niat puasa sunnah Rajab melansir dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Tenggara dan sumber lainnya:

1. Niat Puasa Sunnah Rajab di Malam Hari

Dibaca mulai dari waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar (Imsak).

Teks Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah SWT."

2. Niat Puasa Sunnah Rajab di Siang Hari

Dibaca jika terlupa niat di malam hari, dengan syarat belum makan atau minum apa pun sejak fajar. Hal ini memberikan kemudahan bagi umat Islam yang ingin meraih pahala bulan haram meski sempat terlewat saat waktu sahur.

Teks Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah SWT."

3. Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan

Selain itu, bagi yang memiliki tanggungan puasa wajib, penggunaan niat puasa sunnah Rajab yang digabung dengan qadha menjadi solusi praktis untuk menggugurkan kewajiban sekaligus meraih keutamaan sunnah.

Menggabungkan niat puasa wajib (hutang Ramadhan) dengan puasa sunnah Rajab diperbolehkan menurut pendapat kuat ulama Syafi'iyyah.

Penggabungan niat ini tidak mengurangi pahala qadha sedikitpun, justru menambah keberkahan karena dilakukan pada waktu yang istimewa.

Teks Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ مَعَ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhâ’i fardhi Ramadhâna ma‘a sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban Ramadhan sekaligus sunnah Rajab karena Allah Ta'ala."

Dasar anjuran puasa di bulan-bulan mulia (termasuk Rajab) merujuk pada hadis Rasulullah SAW: "Puasalah pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah (setelah itu)" (HR. Abu Dawud).

Amalan puasa ini dianjurkan terutama pada 10 hari pertama bulan Rajab. Disunnahkan untuk makan sahur sebelum waktu Imsak dan pastikan segera berbuka saat masuk waktu Maghrib.

Keutamaan Menjalankan Ibadah Puasa Sunnah Rajab

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan hurum (suci) yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Melaksanakan ibadah di bulan ini diyakini akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa lainnya.

Berikut adalah tujuh keutamaan puasa sunnah Rajab yang penting untuk dipahami agar motivasi beribadah semakin meningkat.

  1. Keutamaan pertama adalah puasa Rajab setara dengan ibadah sebulan penuh jika dilakukan di waktu-waktu utama.
  2. Kedua, pelaksana puasa akan mendapatkan minuman dari sungai "Rajab" di surga yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu.
  3. Ketiga, puasa ini menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang telah lalu.
  4. Keempat, ibadah ini merupakan sarana melatih jiwa (riyadhah) menuju kesempurnaan ibadah di bulan Ramadhan.
  5. Kelima, orang yang berpuasa di bulan haram akan dicatat seperti berpuasa 30 hari.
  6. Keenam, pintu-pintu rahmat dibuka lebar bagi hamba yang bertaubat.
  7. Ketujuh, doa-doa di bulan Rajab memiliki tingkat ijabah yang tinggi.

Keberkahan ini diperkuat dengan landasan firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 36: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan... di antaranya empat bulan haram."

Selain itu, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa melakukan niat puasa sunnah Rajab dan menjalankannya merupakan cara mulia untuk menghormati bulan-bulan yang telah dikuduskan oleh Allah SWT.

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Kapan mulai niat puasa sunnah Rajab?

Niat dapat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu Zuhur, asalkan belum makan atau minum.

2. Bolehkah menggabung niat puasa Rajab dengan qadha?

Boleh, bahkan pelakunya akan mendapatkan pahala qadha sekaligus pahala sunnah bulan Rajab.

3. Berapa hari puasa Rajab dilaksanakan?

Tidak ada batasan jumlah hari, namun sering dilakukan pada 1 hingga 10 Rajab atau pada hari Senin dan Kamis.

4. Apa hukum puasa di bulan Rajab?

Hukumnya adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) karena Rajab termasuk bulan mulia.

5. Apakah niat puasa harus diucapkan?

Niat bertempat di dalam hati, namun mengucapkannya secara lisan membantu memantapkan keinginan beribadah.