Penjelasan Mengapa Kita Harus Melakukan Sujud Syukur, Ini Hikmahnya

Sujud syukur adalah ekspresi terima kasih mendalam kepada Allah SWT. Pelajari mengapa kita harus melakukan sujud syukur, dasar hukum, dan manfaat spiritualnya.

Diterbitkan 11 September 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sujud syukur merupakan salah satu bentuk ibadah yang menunjukkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Sang Pencipta. Memahami mengapa kita harus melakukan sujud syukur adalah langkah awal untuk mengamalkan ibadah ini dengan penuh kesadaran.

Ketika seseorang terhindar dari bahaya besar atau mendapatkan kabar gembira yang tak terduga, hati akan dipenuhi rasa syukur. Sujud syukur menjadi manifestasi fisik dari rasa syukur tersebut, sebuah pengakuan bahwa semua kebaikan datang dari Allah SWT. 

Menurut Fiqih untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah oleh Hasbiyallah, "Sujud syukur merupakan sujud yang dilakukan oleh seorang hamba kepada Tuhannya yang senantiasa memberikan karunia-Nya sebagai bentuk rasa syukur yang amat mendalam."

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (11/9/2025).

Mengapa Kita Harus Melakukan Sujud Syukur?

Ada berbagai alasan mengapa kita harus melakukan sujud syukur, baik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW maupun yang dijelaskan oleh para ulama. Sujud syukur dilakukan sebagai respons atas nikmat besar atau terhindar dari musibah, menegaskan pengakuan atas kekuasaan dan rahmat Allah SWT.

Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa kita harus melakukan sujud syukur:

  • Menerima Berita Gembira atau Nikmat Besar

Rasulullah SAW dan para sahabat seringkali melakukan sujud syukur ketika mendapatkan kabar gembira atau nikmat yang menyenangkan. Dari Abu Bakrah r.a., "bahwa Nabi saw. apabila mendapat sesuatu yang disenangi atau diberi kabar gembira, segeralah beliau tunduk bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah Ta'ala." (H.R. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Contohnya, Rasulullah SAW bersujud ketika menerima surat tentang Hamadzan yang memeluk agama Islam, sebagaimana disebutkan dalam Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII oleh Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah.

  • Kemenangan atau Keberhasilan

Sujud syukur juga dilakukan sebagai bentuk terima kasih atas kemenangan atau keberhasilan yang diraih, baik dalam konteks pribadi maupun umat.

Dalam Seri Fiqih Kehidupan 3: Shalat oleh Ahmad Sarwat, disebutkan bahwa alasan kedua mengapa kita harus melakukan sujud syukur adalah kemenangan umat Islam dalam penaklukkan negeri-negeri kafir. Contoh nyata adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang bersujud syukur ketika mendengar kematian Musailamah Al-Kadzab.

  • Terhindar dari Bahaya atau Musibah

Ketika seseorang terhindar dari marabahaya atau musibah yang hampir menimpanya, sujud syukur menjadi ungkapan rasa terima kasih atas perlindungan Allah SWT.

Hasan Ayyub dalam bukunya Fikih Ibadah Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasul, menyebutkan alasan mengapa kita harus melakukan sujud syukur yang selanjutnya adalah karena sudah terhindar dari bahaya. Hal ini mencontoh Rasulullah SAW yang bersujud setiap kali ada nikmat yang menggembirakan atau terhindar dari bencana.

  • Mendapatkan Kesembuhan dari Penyakit

Bagi mereka yang telah sembuh dari penyakit berat, sujud syukur adalah cara untuk mengungkapkan rasa syukur atas karunia kesehatan yang diberikan Allah SWT. Menurut Seri Fiqih Kehidupan 3: Shalat oleh Ahmad Sarwat, alasan mengapa kita harus melakukan sujud syukur adalah karena berhasil sembuh dari suatu penyakit, seperti kanker atau stroke.

  • Mendapatkan Anak Setelah Penantian Panjang

Pasangan suami istri yang telah lama menanti keturunan dan akhirnya dikaruniai anak, disunahkan untuk melakukan sujud syukur sebagai bentuk terima kasih atas anugerah tersebut.

Seri Fiqih Kehidupan 3: Shalat juga menjelaskan bahwa ketika pasangan suami istri sudah lama tidak mendapat anak, lalu keduanya dikaruniai buah hati, mereka bisa menunjukkan rasa syukur dengan sujud syukur.

  • Mendapatkan Kenikmatan Secara Umum

Secara lebih luas, sujud syukur dapat dilakukan atas segala hal yang membuat diri sangat senang dan merupakan nikmat dari Allah SWT, meskipun bukan dalam kategori yang sangat spesifik.

Ahmad Sarwat dalam Seri Fiqih Kehidupan 3: Shalat menyebutkan bahwa mendapatkan semua hal yang lama tidak didapat dan sekiranya membuat diri kita sangat senang, maka kita disunahkan untuk melakukan sujud syukur.

  • Diberikan Kemampuan Menghindari Dosa

Sujud syukur juga dapat dilakukan sebagai bentuk terima kasih atas karunia Allah yang memberikan kemampuan kepada hamba-Nya untuk menghindarkan diri dari perbuatan dosa, sebuah nikmat spiritual yang besar.

Dasar Hukum dan Kedudukan Sujud Syukur

Hukum melakukan sujud syukur adalah sunah. Ini berarti bahwa jika dilakukan akan mendapatkan pahala, namun jika tidak dilakukan tidak akan berdosa. Kedudukan ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW dan para sahabat, yang menunjukkan anjuran kuat untuk melaksanakannya.

Hadis dari Abu Bakrah r.a. menjadi salah satu dalil kuat yang menunjukkan kesunahan sujud syukur: "Dari Abi Bakrah ia berkata: bahwasannya Nabi Muhammad SAW apabila mendapatkan sesuatu yang disenangi atau diberi kabar gembira, segeralah tunduk dan sujud sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majjah dan At-Tirmidzi)."

Ini menegaskan mengapa kita harus melakukan sujud syukur sebagai respons alami seorang mukmin terhadap karunia ilahi.

Selain itu, posisi bersujud juga memiliki makna mendalam sebagai bukti kerendahan diri seorang hamba di hadapan keagungan Allah SWT. Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai syarat kesucian, pendapat yang lebih sesuai dengan sunah Rasulullah SAW adalah tidak harus suci dari hadas dan najis, karena tidak ada hadis sahih yang menjelaskan keharusan tersebut.

Tata Cara Sujud Syukur

Sujud syukur memiliki tata cara yang relatif sederhana dan dilakukan di luar salat. Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai syarat kesucian, pendapat yang lebih sesuai dengan sunah Rasulullah SAW adalah tidak harus suci dari hadas dan najis, tidak juga membutuhkan takbir sebagai pembuka, atau salam sebagai penutup.

Namun, beberapa ulama berpendapat bahwa sujud syukur harus memenuhi syarat seperti salat, yaitu suci dari hadas dan najis, menutup aurat, dan menghadap kiblat. Penting untuk memahami tata cara ini agar ibadah sujud syukur dapat dilaksanakan dengan benar dan khusyuk.

Berikut adalah tata cara sujud syukur yang umum:

  • Niat: Niatkan dalam hati untuk melakukan sujud syukur. Niatnya adalah: Nawaitu sujudas syukri sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: "Saya niat melakukan sujud syukur sunnah karena Allah Ta'ala."
  • Takbir: Mengucapkan takbiratul ihram (Allahu Akbar) tanpa mengangkat tangan seperti salat.
  • Sujud: Langsung bersujud satu kali.
  • Doa Sujud: Membaca doa sujud syukur.

Dapat membaca: Subhaanallohi walhamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu walloohuakbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim.

Artinya: "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung."

Atau bisa juga membaca: Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar.

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha besar."

Atau:

Subhaanaka allahumma rabbanaa wa bihamdika allahummaghfirli. 

Artinya: "Maha Suci Engkau ya Allah, wahai tuhan kami, dengan memuji-Mu ya Allah, ampunilah aku."

  • Bangkit dan Salam: Bangkit dari sujud, lalu mengucapkan salam ke arah kanan dan kiri pada posisi duduk.

Manfaat dan Hikmah Sujud Syukur

Melakukan sujud syukur tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga mengandung banyak manfaat dan hikmah bagi seorang Muslim. Ini adalah cara untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT dan menumbuhkan kesadaran akan nikmat-Nya, menjawab lebih dalam mengapa kita harus melakukan sujud syukur.

Beberapa manfaat dan hikmah utama dari sujud syukur antara lain:

  1. Meningkatkan Rasa Syukur: Sujud syukur secara langsung melatih hati untuk senantiasa bersyukur atas setiap karunia, besar maupun kecil. Ini membantu seseorang untuk lebih menghargai nikmat yang seringkali dianggap remeh.
  2. Mendekatkan Diri kepada Allah: Dengan bersujud, seorang hamba menunjukkan kerendahan diri dan pengakuan akan kebesaran Allah, yang pada gilirannya akan mendekatkan dirinya kepada Sang Pencipta.
  3. Menghindari Sifat Sombong: Ketika seseorang mendapatkan keberhasilan atau terhindar dari musibah, ada potensi untuk merasa sombong atau menganggap itu semua karena usahanya sendiri. Sujud syukur mengingatkan bahwa semua itu adalah anugerah dari Allah.
  4. Mendapatkan Keberkahan: Rasa syukur adalah kunci untuk mendapatkan keberkahan yang lebih banyak dari Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7).
  5. Menjaga Hati dari Kelalaian: Dalam kesibukan dunia, manusia seringkali lupa akan nikmat yang telah diberikan. Sujud syukur menjadi pengingat untuk selalu mengingat dan mensyukuri nikmat tersebut, menjaga hati tetap terhubung dengan Sang Pemberi Nikmat.

FAQ

1. Apa itu sujud syukur?

Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat atau terhindarnya dari musibah.

2. Kapan sujud syukur dilakukan?

Saat mendapat kabar gembira, kemenangan, kesembuhan, kelahiran anak, terhindar dari bahaya, atau nikmat besar lainnya.

3. Apa hukum sujud syukur?

Hukumnya sunnah, mendapat pahala jika dikerjakan dan tidak berdosa jika ditinggalkan.

4. Apakah sujud syukur harus berwudhu?

Menurut sebagian ulama tidak wajib, namun ada juga yang menyarankan berwudhu seperti syarat salat.

5. Bagaimana tata cara sujud syukur?

Berniat dalam hati, takbir tanpa angkat tangan, sujud satu kali dengan doa, lalu bangkit dan salam.

6. Apa doa yang dibaca saat sujud syukur?

Bisa membaca doa umum tasbih dan tahmid, misalnya: Subhaanallohi walhamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu walloohu akbar.

7. Apa manfaat sujud syukur?

Menumbuhkan rasa syukur, mendekatkan diri kepada Allah, menjauhkan dari sombong, serta membuka pintu keberkahan.