Jatma Aswaja Ajak Kawal Pancasila dan NKRI Lewat Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Helmy menilai, di tengah dinamika global dan tantangan domestik, seluruh elemen bangsa perlu memperkuat ikatan persaudaraan agar potensi perpecahan yang timbul dari faktor ekonomi, politik, hingga budaya dapat dicegah.

Diperbarui 11 Agustus 2025, 16:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah Ahlussunnah Wal Jamaah (JATMA ASWAJA) KH. Helmy Faishal Zaini menegaskan, salah satu pesan utama Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal adalah menjaga dan mengawal Pancasila serta NKRI sebagai kesepakatan final bangsa.

"Pesan pertama adalah kita berkomitmen untuk mengawal Pancasila dan NKRI sebagai bentuk final. Kedua, kita harus terus membangun kohesi sosial di masyarakat agar ancaman disintegrasi dapat diredam," kata Helmy, Minggu (10/8/2025).

Ia menilai, di tengah dinamika global dan tantangan domestik, seluruh elemen bangsa perlu memperkuat ikatan persaudaraan agar potensi perpecahan yang timbul dari faktor ekonomi, politik, hingga budaya dapat dicegah.

Kehadiran tokoh lintas agama, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu, menurutnya menjadi bukti kuat bahwa persatuan lintas iman adalah fondasi penting menjaga keutuhan Indonesia.

Helmy mengajak masyarakat menjadikan cinta tanah air sebagai bagian dari ibadah, serta menjaga kerukunan sebagai amanah kebangsaan yang diwariskan para pendiri republik. Acara ini juga membawa pesan pemberdayaan ekonomi sebagai bagian integral dari bela negara.

Ia mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas program-program pro rakyat seperti koperasi desa dan MBG.

"Ini sejalan dengan spirit kita malam ini, yaitu cinta Tanah Air sekaligus pemberdayaan ekonomi. Dalam Al-Qur’an disebutkan, janganlah harta itu berputar-putar pada segelintir orang kaya. Presiden Prabowo memiliki komitmen agar hasil pembangunan dirasakan seluruh warga, bukan segelintir orang saja," ujarnya.

 

Dihadiri Puluhan RIbu Jemaah

Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara ini dihadiri lebih dari 50 ribu jemaah dari berbagai kota di Indonesia, termasuk keluarga, orang tua, dan anak muda.

Siti Rahma (35), jemaah asal Yogyakarta, mengaku terharu melihat banyak generasi muda yang antusias mengikuti acara tersebut. "Biasanya anak-anak muda ramai di konser, tapi kali ini mereka semangat hadir di Zikir Nasional. Saat acara dimulai, hati ini adem. Ada momen haru saat zikir," kata Rahma.

Bagi Rahma, menempuh perjalanan ratusan kilometer ke Jakarta menjadi pengalaman berharga untuk berzikir dan berdoa bersama demi kemaslahatan bangsa.