Liputan6.com, Jakarta Doa jibatan wajib dibaca oleh setiap Muslim saat akan melakukan mandi wajib setelah junub. Mandi wajib merupakan ritual penting dalam Islam yang bertujuan membersihkan diri dari hadas besar. Proses ini menjadi keharusan bagi umat Muslim yang berada dalam kondisi junub, baik laki-laki maupun perempuan.
Salah satu aspek krusial dalam pelaksanaan mandi wajib adalah membaca niat, atau yang sering disebut sebagai doa jinabat. Niat ini bukan sekadar ucapan lisan, melainkan sebuah kesengajaan hati yang menjadi penentu sah atau tidaknya proses penyucian diri dari hadas besar.
Tanpa niat yang benar, mandi yang dilakukan tidak akan dianggap sah secara syariat. Melansir dari Kementerian Agama RI, suci dari hadas besar merupakan syarat sah untuk melaksanakan berbagai ibadah, seperti shalat, itikaf di masjid, thawaf, dan menyentuh mushaf Al-Qur'an. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (23/7/2025).
Advertisement
Doa Jinabat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4365380/original/015029600_1679307616-mandi_wajib-junub-keramas-heleno-kaizer-unsplash.jpg)
Dalam konteks Islam, doa jinabat secara spesifik merujuk pada niat yang diucapkan atau diniatkan dalam hati saat seseorang hendak melakukan mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan oleh junub. Kondisi junub adalah keadaan tidak suci yang menghalangi seorang Muslim untuk melakukan ibadah tertentu sebelum bersuci.
Penyebab junub meliputi keluarnya mani baik disengaja maupun tidak (seperti mimpi basah), serta berhubungan suami istri meskipun tidak sampai keluar mani. Mandi junub atau mandi wajib adalah cara untuk kembali suci dari hadas besar ini.
Niat ini merupakan rukun pertama dan utama dalam mandi wajib yang membedakan mandi biasa dengan mandi yang bertujuan untuk ibadah. Lafal niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari janabah yang umum digunakan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala"
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
Dalam madzhab Syafi'i, niat ini harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh. Meskipun niat utamanya adalah di dalam hati, melafalkannya secara lisan juga dianjurkan untuk memantapkan niat tersebut. Penting untuk diingat bahwa niat yang benar dan tepat akan menentukan sah atau tidaknya mandi wajib yang dilakukan.
Advertisement
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Junub
Pelaksanaan mandi wajib setelah junub memiliki rukun atau syarat sah yang harus dipenuhi agar mandi tersebut dianggap sah secara syariat. Jika salah satu rukun tidak terpenuhi, maka mandi wajib tidak sah dan seseorang masih dianggap berhadas besar. Rukun mandi janabah ada dua, yaitu niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.
Niat
Niat merupakan rukun pertama dan paling fundamental dalam mandi wajib. Niat adalah kehendak atau keinginan di dalam hati untuk melakukan mandi wajib karena Allah SWT. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, niat harus diucapkan dalam hati dan disunahkan dilafalkan secara lisan, bersamaan dengan saat air pertama kali menyentuh tubuh. Niat ini membedakan mandi biasa dengan mandi yang bertujuan untuk menghilangkan hadas besar.
Mengguyur Seluruh Badan
Rukun kedua adalah meratakan air ke seluruh bagian luar tubuh, termasuk rambut dan bulu-bulunya. Air harus dipastikan mengalir sampai ke kulit dan pangkal rambut atau bulu, sehingga tidak ada bagian tubuh yang terlewat dari basuhan air. Tubuh juga diasumsikan sudah tidak mengandung najis yang menghalangi air sampai ke kulit. Jika ada sedikit saja bagian tubuh yang belum terkena air, maka mandi yang dilakukan belum dianggap sah.
Sunah Mandi Junub
Selain rukun yang wajib dipenuhi, terdapat pula sunah-sunah yang dianjurkan saat melaksanakan mandi junub. Melakukan sunah-sunah ini akan menyempurnakan mandi dan menambah pahala bagi pelakunya. Imam al-Ghazali dalam kitab Bidâyatul Hidâyah menjelaskan beberapa sunah yang dapat dilakukan saat mandi junub, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Membasuh tangan hingga tiga kali.
- Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan. Pembersihan ini sebaiknya dilakukan dengan tangan kiri.
- Berwudhu dengan sempurna sebagaimana wudhu untuk shalat, lengkap dengan doa-doanya. Ini termasuk membasuh kedua kaki di akhir wudhu.
- Mengguyur kepala sampai tiga kali, bersamaan dengan itu melakukan niat menghilangkan hadats besar. Pada saat guyuran pertama ke kepala inilah niat mandi wajib sebaiknya dilakukan atau dimantapkan dalam hati.
- Mengguyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan badan sebelah kiri juga tiga kali.
- Menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali untuk memastikan air merata dan membersihkan kotoran.
- Menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya) agar air dapat mencapai kulit kepala dan pangkal rambut.
- Mengalirkan air ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan setelah berwudhu; jika tersentuh, disunahkan untuk berwudhu lagi.
Advertisement
Daftar Sumber
- Kementerian Agama RI. "Cara Mandi Junub Lengkap dengan Niat dan Sunahnya". 21 November 2023.
FAQ
1. Apa itu doa jinabat dan kapan dibaca?
Doa jinabat adalah niat atau bacaan yang dibaca sebelum melakukan mandi wajib (mandi junub) untuk menghilangkan hadas besar setelah berhubungan suami istri, mimpi basah, atau sebab lainnya. Doa ini dibaca di dalam hati atau dilafalkan sebelum mandi dimulai.
2. Bagaimana niat mandi wajib setelah junub?
Niat mandi wajib setelah junub cukup diucapkan dalam hati dengan tujuan menyucikan diri karena Allah, contohnya: "Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari lillahi ta'ala" yang artinya, "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta'ala."
3. Apa saja tata cara mandi wajib setelah junub?
Tata cara mandi wajib dimulai dengan membaca niat, mencuci kedua tangan, membersihkan kemaluan, berwudhu seperti wudhu salat, lalu menyiram seluruh tubuh secara merata dimulai dari sisi kanan kemudian kiri, termasuk sela-sela rambut dan lipatan kulit.
4. Apakah mandi wajib sah tanpa membaca doa jinabat?
Mandi wajib tetap sah selama memenuhi rukun-rukunnya, yaitu niat dan membasahi seluruh tubuh dengan air. Membaca doa atau niat secara lisan tidak wajib, cukup dalam hati, namun tetap dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah.
5. Apakah wanita haid juga harus mandi wajib dengan doa jinabat?
Ya, wanita yang telah selesai haid atau nifas diwajibkan mandi wajib dengan niat menghilangkan hadas besar, sama seperti setelah junub. Doanya dan tata caranya pun serupa, bertujuan untuk kembali suci dan boleh melakukan ibadah seperti salat dan puasa.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102627/original/058220500_1737446569-1737444761877_cara-mandi-wajib-haid.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)