Doa Setelah Membaca Surat Yasin, Baca Untuk Melengkapi Rangkaian Zikir

Membaca doa setelah membaca surat Yasin merupakan amalan sunnah yang dianjurkan untuk memohon perlindungan dan keberkahan. Pahami lafal, makna, dan keutamaannya.

Liputan6.com, Jakarta Membaca Surah Yasin telah menjadi tradisi yang melekat kuat di tengah masyarakat Muslim, terutama di Indonesia. Banyak majelis taklim, pengajian malam Jumat, hingga tahlilan yang menyertakan pembacaan surat ke-36 dalam Al-Qur’an ini. Tidak hanya sebagai amalan rutin, membaca Surah Yasin diyakini mengandung berbagai keutamaan bagi pembacanya, terutama bila dilakukan dengan niat tulus mengharap ridha Allah SWT.

Setelah pembacaan Surah Yasin, lazimnya dibacakan pula doa sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT. Doa ini menjadi penutup yang menyempurnakan ikhtiar spiritual melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Doa tersebut berisi permintaan ampun, perlindungan, keselamatan, serta keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, hingga kaum Muslimin secara umum.

Sebagaimana dilansir dari buku Majmu’ Syarif Kamil oleh Tim Shahi, doa setelah membaca Surah Yasin merupakan bagian penting dalam rangkaian dzikir dan amalan harian. Liputan6.com akan memaparkan bacaan doa setelah membaca surat Yasin, anjuran Rasulullah SAW, serta tanya jawab seputar Surah Yasin, Selasa (15/7/2025).

Bacaan Doa Setelah Membaca Surah Yasin

Berikut ini adalah doa setelah membaca surat Yasin, dikutip dari Majmu’ Syarif Kamil oleh Tim Shahi.

اللّٰهُمَّ اِنّٓا نَسْتَحْفِظُكَ وَ نَسْتَوْدِعُكَ اَدْيَانَنَا وَاَنْفُسَنَا وَاَهْلَنَا وَاَوْلَادَنَا وَاَمْوَالَنَا وَكُلِّ شَيْءٍ اَعْطَيْتَنَا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِى كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِن كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيدٍ وَذِى عَيْنٍ وَذِى بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى شَرٍّ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اَللّٰهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلَامَةِ وَحَقِّقنَا بِالتَّقْوٰى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَاَعِذْناَ مِنْ مُوجِبَاتِ النَّدَامَةِ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِاَوْلَادِنَا وَمَشَايِخِنَا وَلِاِخْوَانِنَا ِفِى الدِّينِ وَلِاَصْحَابِنَا وَاَحْبَابِنَا وَلِمَنْ اَحَبَّنَا فِيكَ وَلِمَنْ اَحْسَنَ اِلَيْنَا وَ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَارَبَّ العَالَمِيْنَ. وَصَلِّ اَللّٰهُمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ وَظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allahumma inna nastahfidzhuka wa nastaudi'uka diinana wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai'in a'thaitanaa.

Allahummaj'alnaa wa iyyaa hum fii kanafika wa amaanika wa jiwaarika wa 'iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin' aniid wa dzii 'ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka 'alaa kulli syai'in qadiir.

Allahumma jamilnaa bil'aafiyati was salaaati wa haqqiqnaa bit taqwaa wal istiqaamati wa a'idznaa min muujibaatin nadaamati innaka samii'ud du'aa'i.

Allahummaghfirlanaa wa li waalidiina wa li aulaadinaa wa li masyaa-yikhinaa wa li ikhwaaniaa fiddiini wa li ashhaabinaa wa ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika wa liman ahsana ilainaa wa lil mukminiina wal mukminaati wal musliminiina wal muslimaati ya rabbal 'aalamiin.

Wasalallahumma ala abdika warasulika saiyadinaa wamaulanaa muhammadin wa ala lihi wasabihi wasallam. war zuqna kamalal mutaba'ati lahu dhohiron wa bathinan fi 'afiyatin wa salamatin birohmatika ya arhamar rohimina.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami mohon pemeliharaan-Mu dan kami menyerahkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta-harta kami dan segala yang telah Engkau berikan kepada kami.

Ya Allah, jadikanlah kami dan juga mereka berada di dalam pemeliharaan-Mu, keamanan-Mu dan perlindungan-Mu dari setiap gangguan syetan pendurhaka, orang-orang takabur yang keras kepala, orang yang mempunyai pandangan jahat, kedhaliman dan dari pada kejahatan setiap orang yang mempunyai kejahatan. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Ya Allah, perindahkanlah kami dengan keselamatan dan kesejahteraan. Karuniakanlah kepada kami ketakwaan dan istiqomah. Lindungilah kami dari perkara-perkara yang menyebabkan kami mendapat penyesalan. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar sesuatu doa.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama kami, sahabat-sahabat karib kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kami, dari kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, wahai Tuhan yang mengatur alam semesta.

Ya Allah, curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada hamba-Mu dan utusan-Mu, junjungan kami dan tuan kami Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan para sahabatnya. Karuniakanlah kepada kami kesempurnaan mengikuti ajarannya, secara dhahir dan batin, di dalam kesejahteraan dan keselamatan dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih sebaik-baik yang mengasihi."

Anjuran Rasulullah SAW Membaca Surah Yasin

Surah Yasin dikenal sebagai "jantung Al-Qur’an". Hadis riwayat Anas bin Malik menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati, dan hatinya Al-Qur’an adalah Surah Yasin. Barangsiapa membaca Surah Yasin, maka Allah akan mencatat baginya pahala seperti membaca seluruh Al-Qur’an sebanyak sepuluh kali." (HR. at-Tirmidzi No. 2812)

Hadis ini memang diperdebatkan status keshahihannya oleh sebagian ulama, namun tetap menjadi landasan dalam menyemarakkan pembacaan Surah Yasin dalam tradisi keagamaan umat Islam.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi disebutkan:

"Barang siapa yang membaca Yasin pada suatu malam dengan mengharap wajah Allah maka ia akan diampuni pada malam itu." (HR. Ad-Darimi: II/457)

Membaca Surah Yasin juga dianjurkan untuk orang yang sedang sekarat atau menjelang kematian. Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Bacakanlah Surah Yasin pada orang yang akan meninggal." (HR. Abu Dawud)

Keutamaan lain disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud:

"Barang siapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah akan mengabulkan permintaannya."

Dari berbagai riwayat ini, kita dapat melihat bahwa Surah Yasin memang memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan spiritual umat Islam. Walau sebagian hadits tersebut dinilai lemah oleh sebagian ulama, para ulama besar seperti Imam Nawawi tetap menganjurkan pembacaannya karena kandungan maknanya yang kuat dan manfaatnya dalam membentuk ketenangan jiwa.

FAQ Seputar Surah Yasin

1. Apa saja keutamaan Surah Yasin?

Beberapa keutamaan yang diyakini antara lain:

  • Diampuni dosanya bila dibaca dengan ikhlas.
  • Dapat menenangkan jiwa, terutama saat dibacakan untuk orang yang sakit keras.
  • Menjadi syafa’at bagi pembacanya di hari kiamat.
  • Melunakkan hati yang keras dan menjadi pembuka rezeki.

2. Apakah Surah Yasin hanya dibaca saat malam Jumat?

Tidak. Surah Yasin dapat dibaca kapan saja. Namun, malam Jumat memang menjadi waktu yang populer karena kebiasaan masyarakat dan sebagian hadits yang menyebutkan keutamaannya.

3. Bolehkah membaca Yasin untuk orang yang sudah meninggal?

Boleh. Dalam hadits disebutkan bahwa membaca Yasin di sisi orang yang sedang sakaratul maut dapat meringankan proses kematiannya. Sebagian ulama juga membolehkan pembacaan untuk orang yang telah wafat sebagai bentuk doa dan kiriman pahala.

4. Apa tujuan membaca doa setelah Surah Yasin?

Doa setelah Surah Yasin menjadi bentuk penyempurna dari amalan yang dilakukan. Tujuannya adalah meminta ampunan, perlindungan, keselamatan, dan keberkahan kepada Allah SWT, sekaligus menegaskan tawakal dan ketergantungan hamba kepada Sang Pencipta.

5. Apakah ada dalil kuat untuk membaca Surah Yasin setiap malam?

Sebagian hadits yang menguatkan hal ini bersifat dhaif, namun tetap banyak ulama yang menganjurkan pembacaan Surah Yasin setiap malam sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah dan latihan ketenangan hati.