Niat dan Tata Cara Mandi Idul Adha, Perhatikan Urutannya

Simak tata cara mandi sunnah Idul Adha yang dianjurkan sebelum sholat Id, lengkap dengan niat, waktu terbaik, dan keutamaannya untuk menyambut hari raya kurban dengan suci dan khusyuk.

Diterbitkan 16 Mei 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Hari Raya Idul Adha adalah salah satu momen agung dalam kalender Islam. Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia merayakannya dengan penuh khidmat melalui pelaksanaan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. Tidak hanya sebagai ajang spiritual, Idul Adha juga menjadi sarana penyucian diri, baik secara fisik maupun batin.

Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha adalah mandi sunah Idul Adha. cara mandi Idul Adha ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan bagian dari persiapan ibadah yang menunjukkan penghormatan terhadap hari besar umat Islam. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha."

Melalui cara mandi Idul Adha, seorang Muslim diajak untuk membersihkan diri secara menyeluruh dari hadas dan kotoran, sehingga hadir dalam ibadah dalam keadaan suci dan nyaman. Berikut penjelasan lengkap tentang niat dan cara mandi Idul Adha yang telah Liputan6.com rangkum, Kamis (16/5/2025).

Niat Mandi Idul Adha

Berbeda dari mandi pada umumnya, mandi sunnah Idul Adha memerlukan niat khusus agar sah sebagai bagian dari ibadah. Niat ini menjadi pembeda antara mandi biasa dan mandi yang diniatkan sebagai bentuk pelaksanaan sunnah Rasulullah SAW.

Berikut adalah dua versi niat mandi Idul Adha yang dikenal dalam literatur Islam,

1. Niat umum mandi Idul Adha:

نَوَيْتُ سُنَّةَ الْغُسْلِ لِعِيْدِ الْأَضْحَى

Nawaitu sunnatal ghusli li ‘Idil Adlha

Artinya: Saya niat sunnah mandi Idul Adha.

2. Niat dengan penyebutan hari:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْاَضْحَى سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالٰى

Nawaitul ghusla liyaumi 'idil Adha sunnatan lillahi ta'aalaa

Artinya: Saya niat mandi pada hari Raya Idul Adha sunnah karena Allah Ta’ala.

Niat boleh diucapkan secara lisan ataupun dibaca dalam hati, yang terpenting adalah menghadirkan kesadaran dan keikhlasan untuk melaksanakan amalan sunnah ini karena Allah SWT.

Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan mandi Idul Adha dimulai sejak tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah. Namun, yang paling utama adalah dilakukan setelah masuk waktu Subuh dan sebelum berangkat ke tempat shalat. Bila dilakukan sebelum tengah malam atau setelah waktu shalat, maka tidak termasuk mandi sunnah Idul Adha.

Sebagaimana disebut dalam Hasyiyah al-Bajuri Jilid 1:

غُسْلُ (الْعِيدَيْنِ) الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى Artinya: “Dan mandi dua hari raya, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.”

Tata Cara Mandi Idul Adha

Secara umum, tata cara mandi Idul Adha sama seperti mandi wajib, hanya berbeda pada niat dan waktu pelaksanaannya. Berikut adalah langkah-langkah mandi sunnah Idul Adha sebagaimana dijelaskan oleh para ulama dan buku panduan fikih:

1. Membaca Niat

Sebelum masuk ke kamar mandi, niatkan mandi untuk sunnah Idul Adha.

2. Membasuh Kedua Telapak Tangan

Basuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebagai permulaan.

3. Membersihkan Najis

Bersihkan bagian tubuh yang terkena najis atau kotoran jika ada.

4. Berwudu Seperti Hendak Shalat

Lakukan wudu lengkap seperti akan melaksanakan shalat.

5. Menyiramkan Air ke Kepala

Siramkan air ke kepala sebanyak tiga kali, sambil menyela rambut dengan jari agar air mencapai kulit kepala.

6. Menyiramkan Air ke Seluruh Tubuh

Mulailah dari sisi kanan, lalu kiri. Pastikan seluruh bagian tubuh terkena air, termasuk bagian tersembunyi seperti lipatan tubuh, telinga, pusar, sela jari, dan bawah ketiak.

7. Mandi Seperti Biasa

Setelah seluruh tubuh tersiram, boleh menggunakan sabun, sampo, dan lainnya untuk membersihkan badan secara menyeluruh.

8. Membilas Ulang

Bilas seluruh tubuh terakhir kali dengan air bersih, lalu bisa menutup dengan wudu kembali jika ingin langsung menunaikan shalat.

Sunnah Idul Adha Lainnya

Selain mandi sunnah, terdapat beberapa amalan sunnah lain yang dianjurkan pada Hari Raya Idul Adha. Berikut di antaranya:

1. Tidak Makan Sebelum Shalat Id

Berbeda dengan Idul Fitri, pada Idul Adha disunnahkan untuk tidak makan sebelum shalat. Nabi SAW bersabda:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ SAW لَا يَأْكُلُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Artinya: “Rasulullah SAW tidak makan pada hari Idul Adha sampai beliau kembali dari shalat dan memakan hasil kurbannya.” (HR. Ahmad)

2. Memakai Pakaian Terbaik

Umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik yang bersih dan sopan, mencerminkan semangat hari raya.

3. Menggunakan Wewangian

Terutama bagi laki-laki, memakai wewangian sebelum ke masjid adalah bagian dari sunnah.

4. Mengumandangkan Takbir

Takbir dimulai dari malam 10 Dzulhijjah (setelah maghrib 9 Dzulhijjah) hingga 13 Dzulhijjah setelah shalat.

5. Berangkat Lebih Awal dan Berjalan ke Masjid

Dianjurkan untuk datang lebih awal ke tempat shalat dan, jika memungkinkan, berjalan kaki.

6. Melewati Jalan yang Berbeda Saat Pulang

Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, pergi dan pulang dari shalat melalui jalan yang berbeda.

7. Mengikuti Shalat Id secara Berjamaah

Shalat dua rakaat ini dilakukan di tanah lapang atau masjid secara berjamaah dan diikuti khutbah.

8. Menyembelih Hewan Kurban

Bagi yang mampu, menyembelih kurban adalah ibadah utama di hari raya ini sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT.