Liputan6.com, Jakarta Menjelang Hari Raya Idul Adha, sebagian umat Islam mulai mempersiapkan diri dengan berbagai amalan, termasuk menjalankan ibadah puasa sunnah. Salah satu yang cukup sering ditanyakan adalah niat puasa 2 hari sebelum Idul Adha, terutama karena hari-hari tersebut memiliki keutamaan tersendiri. Persiapan ini tidak hanya bersifat lahiriah, melainkan juga mencakup kesiapan batin dalam menyambut momen penuh berkah.
Banyak ulama menyarankan agar kaum Muslimin tidak melewatkan kesempatan berharga untuk beribadah menjelang hari besar tersebut. Salah satunya dengan memahami bacaan niat puasa 2 hari sebelum Idul Adha, di mana kerap dilakukan pada tanggal 7 dan 8 Dzulhijjah. Kedua hari tersebut memiliki nilai spiritual tinggi, karena termasuk dalam deretan hari-hari mulia yang sangat dianjurkan untuk berpuasa.
Selain memperbanyak amal saleh, umat Islam juga berupaya melengkapi niat dan doa sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah. Tak heran jika banyak yang mencari tahu niat puasa 2 hari sebelum Idul Adha agar dapat menjalankannya dengan tepat. Dengan memaknai ibadah ini secara menyeluruh, puasa yang dijalani tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana meraih ridha Ilahi.
Advertisement
Berikut ini niat puasa 2 hari sebelum Idul Adha yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (12/5/2025).
Niat Puasa 2 Hari Sebelum Idul Adha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990640/original/002536700_1730716657-tata-cara-sholat-idul-adha.jpg)
Setidaknya ada tiga macam puasa yang dilakukan sebelum Idul Adha, yaitu sebagai berikut:
Puasa Dzulhijjah
Puasa ini dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, tepatnya pada tanggal 1-7 Dzulhijjah. Disebutkan dalam hadits yang berasal dari Ibnu Umar Ra tentang keutamaan puasa Dzulhijjah.
Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dari pada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)." (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)
Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang dilakukan pada hari ke-8 bulan Dzulhijjah. Adapun keutamaan dari puasa Tarwiyah ini tercantum dalam sebuah hadits, berikut ini:
"Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun." (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).
Puasa Arafah
Puasa Arafah merupakan puasa yang dikerjakan pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah. Tepat sehari sebelum Idul Adha. Adapun keutamaan puasa Arafah yang datang dalam hadits shahih, Rasulullah Saw bersabda:
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).
Adapun pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dimulai dengan niat saat malam hari hingga terbitnya fajar. Berikut lafal niat puasa Tarwiyah dan Arafah:
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”
Advertisement
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3502307/original/029273200_1625554411-pexels-photo-837274.jpeg)
Keutamaan melaksanakan puasa tarwiyah dan arafah di bulan Dzulhijjah sebagai penggugur dosa dan pendorong mustajabnya doa. Setiap keutamaan ini telah tertulis dalam suatu riwayat di dalam hadits.
1. Penggugur Dosa Setahun
Allah menjanjikan penghapusan dosa untuk umat-Nya yang menjalankan puasa di hari Arafah. Dari Abu Qatadah ra:
“Puasa hari Arafah merupakan puasa yang aku harapkan dengan puasa tersebut Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa di tahun yang telah lewat dan dosa-dosa di tahun yang akan datang,” (HR. Tirmidzi)
Dalam riwayat lain dari Hadits Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Aku berharap kepada Allah supaya puasa di hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya,” (HR. Muslim)
2. Harapan Terkabulnya Doa
Umat Islam yang melaksanakan puasa di hari Arafah disarankan untuk berdoa sebab di hari itu Allah SWT menjanjikan terkabulnya doa bagi yang berpuasa.
Hal tersebut lantaran puasa di hari Arafah tersebut bersamaan dengan pelaksanaan ibadah wukuf yang dilakukan para jamaah haji di Padang Arafah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baiknya doa ialah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baiknya yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan ‘Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ala kulli sya’in qadiir’. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu’,” (HR. Tirmidzi)
3. Harapan Terbebas dari Siksa Api Neraka
Keutamaan lainnya yakni janji Allah untuk membebaskan umat Islam dari siksa api neraka bagi yang menjalankan puasa arafah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada hari Arafah,” (HR. Muslim)
Tata Cara Puasa 2 Hari sebelum Idul Adha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210969/original/067795200_1746521381-48245f82-ed09-40ef-883e-a15efe7e07c5.jpg)
Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam sangat dianjurkan untuk menjalankan dua puasa sunnah yang utama, yaitu puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Kedua puasa ini memiliki keutamaan besar yang tidak hanya membawa pahala melimpah, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa. Agar pelaksanaan puasa ini sesuai dengan tuntunan syariat, berikut adalah tata cara mengamalkannya secara benar:
1. Membaca dan Menetapkan Niat Berpuasa
Langkah pertama dalam menjalankan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah adalah meniatkan diri untuk berpuasa. Niat merupakan unsur yang sangat penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa, karena ibadah tidak sah tanpa adanya niat. Niat ini cukup dilakukan di dalam hati tanpa harus dilafalkan secara lisan, meskipun tidak dilarang untuk mengucapkannya.
Pada puasa sunnah seperti Tarwiyah dan Arafah, waktu niat lebih fleksibel dibandingkan puasa wajib. Seseorang masih diperbolehkan berniat puasa di pertengahan hari, asalkan sejak terbit fajar belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa. Ini memberikan kemudahan bagi umat Islam yang mungkin belum sempat berniat pada malam harinya.
2. Melaksanakan Sahur Sebelum Fajar
Sebelum memulai puasa, sangat dianjurkan untuk melaksanakan sahur, meskipun puasa sunnah tetap sah tanpa sahur. Sahur termasuk sunnah muakkad, yaitu amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Sahur tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberi kekuatan fisik bagi tubuh dalam menjalani puasa sepanjang hari. Meskipun hanya dengan seteguk air atau sepotong kurma, sahur tetap bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
3. Menahan Diri dari Segala yang Membatalkan dan Merusak Puasa
Saat menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, seseorang diwajibkan untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, serta hubungan suami istri, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, selain menahan dari perkara yang membatalkan secara hukum, umat Islam juga dituntut untuk menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa.
Ini termasuk menjaga lisan dari berkata kasar, menghindari kemarahan, iri hati, serta menjauhkan diri dari perbuatan buruk lainnya. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bentuk latihan spiritual untuk menundukkan hawa nafsu dan memperbaiki akhlak sehari-hari.
4. Memperbanyak Amal Ibadah di Siang Hari
Waktu berpuasa adalah saat terbaik untuk meningkatkan amal ibadah, seperti memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak doa. Khusus pada hari Arafah, disunnahkan untuk memperbanyak doa karena pada hari tersebut Allah SWT banyak mengabulkan doa-doa hamba-Nya.
5. Menyegerakan Berbuka Puasa ketika Maghrib Tiba
Ketika waktu berbuka telah tiba, yakni saat matahari terbenam, maka disunnahkan untuk segera membatalkan puasa. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka puasa, karena dalam hal itu terdapat keberkahan dan sunnah yang perlu dijaga. Berbuka dapat dilakukan dengan sesuatu yang manis terlebih dahulu, seperti kurma atau air putih, kemudian dilanjutkan dengan makan malam. Jangan lupa untuk membaca doa berbuka puasa agar ibadah lebih sempurna.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4482598/original/059567800_1687838786-8978160.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4482816/original/057401700_1687846159-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187902/original/089581000_1595477323-eid-al-fitr-concept-with-people-eating-table_23-2147799467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6928390/original/095302700_1779698423-11824465049152326948.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196071/original/033486800_1779075609-Gemini_Generated_Image_qgai7cqgai7cqgai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3343121/original/038184100_1610024393-asian-young-woman-praying-with-al-qur-prayer-beads_8595-1178.jpg)