Bacaan Doa Buka Puasa Arafah Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya

Pahami bacaan doa buka puasa Arafah dalam tulisan Arab, Latin, dan artinya, serta selami keutamaan luar biasa dari ibadah sunah ini untuk meraih ampunan.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 15:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan momen wukuf jemaah haji di Padang Arafah yang menjadi puncak rangkaian ibadah haji.

Selain mendatangkan pahala, puasa Arafah juga memiliki keutamaan istimewa, seperti penghapusan dosa serta menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT. Berbuka puasa menjadi momen penuh syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Karena itu, membaca doa buka puasa dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT sekaligus melengkapi ibadah puasa Arafah yang penuh keberkahan.

Bacaan doa buka puasa Arafah umumnya sama dengan doa berbuka puasa sunah lainnya dan mengandung makna mendalam tentang harapan, keberkahan, serta pengakuan atas nikmat Allah SWT. Berikut bacaan doa buka puasa Arafah lengkap dalam tulisan Arab, latin, arti, hingga keutamaannya agar dapat diamalkan dengan lebih khusyuk, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (26/5/2026). 

Pengertian Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan puasa sunah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Nama “Arafah” diambil dari Padang Arafah, tempat para jemaah haji melaksanakan wukuf yang menjadi puncak ibadah haji. Pada hari tersebut, umat Islam yang tidak sedang berhaji dianjurkan menjalankan puasa Arafah sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya” (HR. Muslim no. 1162). Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkan hari istimewa ini untuk memperbanyak ibadah, doa, dzikir, dan amal saleh agar memperoleh pahala serta ampunan dari Allah SWT.

Selain menjadi amalan yang penuh keutamaan, puasa Arafah juga menjadi momen untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, waktu berbuka puasa menjadi saat yang mustajab untuk berdoa dan memohon keberkahan. Membaca doa buka puasa Arafah pun menjadi bagian penting untuk menyempurnakan ibadah sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.  

Bacaan Doa Buka Puasa Arafah

Pada dasarnya, bacaan doa buka puasa Arafah sama dengan doa berbuka puasa sunah lainnya. Doa yang paling umum dibaca adalah "اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ". 

Dalam Latin, "Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar raahimin." 

Artinya, "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."

Sunah dan Tata Cara Berbuka Puasa Arafah

Selain membaca doa, terdapat beberapa amalan sunah yang sangat dianjurkan saat berbuka puasa Arafah. Menyegerakan berbuka puasa begitu waktu Magrib tiba adalah salah satu sunah yang ditekankan. Hal ini menunjukkan ketaatan dan kesigapan dalam menjalankan perintah Allah.

Disunahkan pula untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, seperti kurma, saat berbuka. Konsumsi makanan manis ini tidak hanya mengikuti sunah Rasulullah SAW, tetapi juga membantu mengembalikan energi tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa.

Momen berbuka puasa adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, perbanyaklah memohon ampunan, kesehatan, kelancaran rezeki, serta kebaikan dunia dan akhirat di detik-detik menjelang azan Magrib berkumandang. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta.

Tata cara pelaksanaan puasa Arafah sendiri pada dasarnya serupa dengan puasa sunah lainnya. Niat puasa dapat dibaca sejak malam hari atau pada pagi hari sebelum waktu zawal (Dhuhr), asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. 

Langkah-langkahnya meliputi membaca niat, melaksanakan sahur sebagai sunah untuk menguatkan tubuh, menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, dan berdoa sepanjang hari, serta membaca doa berbuka puasa saat waktu Magrib tiba.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam yang melaksanakannya. Keutamaan ini menjadi motivasi utama bagi banyak Muslim untuk tidak melewatkan ibadah sunah ini.

  • Penghapusan Dosa Dua Tahun: Salah satu keutamaan paling masyhur adalah kemampuannya menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa ini merujuk pada dosa-dosa kecil, selama seseorang menjauhi dosa besar dan terus bertaubat kepada Allah.
  • Waktu Mustajabnya Doa: Hari Arafah, termasuk saat berbuka puasa, adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa terbaik adalah doa pada Hari Arafah, menunjukkan betapa besar peluang doa dikabulkan pada hari tersebut.
  • Pembebasan dari Api Neraka: Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah. Allah mendekat dan membanggakan mereka di depan para malaikat, bertanya, "Apa yang mereka inginkan?"
  • Pelipatgandaan Pahala Amalan: Setiap amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, termasuk saat puasa Arafah, akan dilipatgandakan pahalanya. Ini menjadi kesempatan untuk meraih ganjaran berlimpah.
  • Mendekatkan Diri kepada Allah: Puasa Arafah menjadi latihan spiritual untuk membersihkan hati, meningkatkan ketakwaan, serta mempersiapkan diri menyambut hari Arafah yang penuh keberkahan. Ibadah ini juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama.
  • Tidak Dianjurkan bagi Jamaah Haji: Penting untuk dicatat bahwa bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, berpuasa pada hari tersebut hukumnya 'khilaf al-aula' atau meninggalkannya lebih utama. Ini karena jamaah haji dianjurkan untuk menjaga kekuatan fisik agar dapat lebih maksimal dalam melaksanakan wukuf dan memperbanyak bacaan doa.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Bacaan Doa Buka Puasa Arafah

1. Apa itu Puasa Arafah?

Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Iduladha dan bertepatan dengan wukuf jemaah haji di Padang Arafah.

2. Apa saja bacaan doa buka puasa Arafah yang umum diamalkan?

Doa buka puasa Arafah umumnya sama seperti doa berbuka puasa sunah lainnya, seperti “Allahumma laka shumtu” dan “Dzahabazh zhama’u”, atau gabungan keduanya.

3. Apa keutamaan Puasa Arafah?

Puasa Arafah memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim. Selain itu, waktu berbuka puasa juga menjadi momen mustajab untuk berdoa.