10 Kebiasaan Rasulullah yang Bisa Diamalkan Setiap Hari, Pagi hingga Malam Penuh Keberkahan

Mencontoh rutinitas harian beliau bukan hanya tentang menjalankan ritual, tetapi tentang menghidupkan setiap momen dengan kesadaran akan kehadiran Allah.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari penuh keberkahan, di mana setiap langkah dan aktivitas menjadi ladang pahala adalah dambaan tiap muslim. Sebagai ikhtiar, meneladani kebiasaan Rasulullah yang bisa diamalkan setiap hari adalah kunci untuk membuka pintu tersebut.

Nabi Muhammad SAW adalah teladan sempurna yang pola hidupnya begitu teratur, penuh makna, dan terintegrasi antara ibadah, aktivitas sosial, dan kebutuhan pribadi. Mencontoh rutinitas harian beliau bukan hanya tentang menjalankan ritual, tetapi tentang menghidupkan setiap momen dengan kesadaran akan kehadiran Allah.

Dari bangun tidur hingga kembali beristirahat, setiap detail kehidupan Nabi Muhammad SAW sarat dengan hikmah dan pelajaran berharga. Rasulullah menyeimbangkan ibadah, dakwah, dan kehidupan pribadi. "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab: 21).

Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin mengungkapkan, mengikuti sunnah Nabi adalah manifestasi kecintaan seorang hamba kepada Allah.

Merujuk ebook Sunnah Sehari-hari karya Abdullah Hamud al Furaij, buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, dan sumber relevan lain, berikut ini adalah kebiasaan Rasulullah yang bisa diamalkan setiap hari, dari pagi hingga malam.

Fase Pagi: Awal Hari yang Penuh Berkah

1. Bangun Sebelum Subuh dengan Qiyamul Lail

Rasulullah SAW memulai harinya bukan dengan tergesa-gesa, tetapi dengan bangun di sepertiga malam terakhir. Beliau biasa melaksanakan shalat Tahajjud, sebuah amalan yang sangat mulia.

Abu Hurairah RA meriwayatkan Rasulullah bersabda: "Tuhan kita turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, dan berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa yang memohon kepada-Ku pasti Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, pasti Aku ampuni.” (HR Al-Jama'ah).

Setelah itu, beliau memandang ke langit sambil merenungi kebesaran Allah SWT. Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa beliau membaca ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190).

Kebiasaan ini mengajarkan kita untuk memulai hari dengan kesadaran spiritual yang tinggi. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa tahajjud adalah sunnah yang sangat dianjurkan karena menjadi sebab doa dikabulkan dan kedekatan dengan Allah.

2. Membersihkan Diri: Bersiwak dan Berwudhu

Sebelum memulai aktivitas, Rasulullah SAW sangat memperhatikan kebersihan. Beliau menggosok gigi dengan siwak. Ini bukan sekadar kebersihan fisik, tetapi juga ibadah.

Dalam kitab Hadiah Indah, Abdullah Hamud al Furaij menyebutkan bahwa bersiwak termasuk sunnah fitrah yang sangat ditekankan, bahkan dianjurkan setiap kali hendak shalat dan saat masuk rumah. Menjaga kebersihan gigi dengan bersiwak adalah kebiasaan yang dapat dilakukan berkali-kali dalam sehari, termasuk setiap kali hendak shalat.

Kemudian, beliau berwudhu. Wudhu adalah pensucian diri dari hadas dan dosa-dosa kecil. Rasulullah SAW menggambarkan bahwa orang yang berwudhu lima kali sehari seperti orang yang mandi lima kali sehari, sehingga tubuhnya bersih dari kotoran dan penyakit. Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menekankan pentingnya menjaga wudhu sebagai salah satu amalan yang dicintai Allah.

3. Shalat Subuh Berjamaah dan Berdzikir hingga Matahari Terbit

Rasulullah SAW sangat menjaga shalat Subuh berjamaah di masjid. Ini adalah amalan yang sangat berat bagi orang-orang munafik, tetapi penuh keberkahan bagi orang-orang beriman. Seusai shalat, beliau tidak langsung pergi.

Beliau tetap duduk di tempat shalatnya sambil berzikir kepada Allah hingga matahari terbit. Imam Bukhari meriwayatkan: “Nabi SAW apabila selesai shalat Fajar (Subuh), beliau duduk bersila di tempat shalatnya hingga matahari terbit dengan indah.” (HR Bukhari).

Pada waktu ini, beliau membaca dzikir pagi. Salah satunya adalah doa: "Allahumma Bika Asbahna, Wa Bika Amsayna, Wa Bika Nahya, Wa Bika Namutu, Wa Ilaikan-nushur" (Ya Allah, dengan-Mu kami berpagi hari, dengan-Mu kami bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kami kembali). Ini adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan memohon perlindungan.

4. Shalat Dhuha

Setelah matahari terbit, Rasulullah SAW biasa melaksanakan shalat Dhuha. Beliau melakukannya secara konsisten. Aisyah RA meriwayatkan: “Rasulullah SAW biasa shalat Dhuha empat rakaat dan menambahnya sesuai yang dikehendaki Allah.” (HR Muslim).

Shalat Dhuha adalah kunci rezeki dan penolak kemiskinan. Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa shalat Dhuha adalah wasiat Nabi kepada para sahabatnya, dan minimal dikerjakan dua rakaat.

Fase Siang: Aktivitas dan Interaksi Sosial

5. Aktivitas Produktif dan Sosial

Di siang hari, Nabi SAW sangat aktif. Beliau mengawasi kehidupan masyarakat, mengunjungi pasar-pasar, dan hadir dalam pertemuan-pertemuan penting. Beliau juga menyempatkan diri menjenguk orang sakit dan membantu mereka yang membutuhkan.

Ini mengajarkan kita pentingnya keseimbangan antara ibadah dan muamalah (interaksi sosial). Islam bukan agama yang mengisolasi diri, tetapi agama yang mendorong umatnya untuk terlibat aktif dalam kemaslahatan masyarakat.

6. Adab Makan dan Minum

Dalam aktivitas makan, Rasulullah SAW mengajarkan banyak adab. Beliau makan dan minum dengan tangan kanan, membaca basmalah sebelum makan, dan tidak berlebihan. Beliau juga minum dalam tiga tegukan.

Abdullah Hamud al Furaij dalam Hadiah Indah menjelaskan bahwa adab makan ini mengandung banyak hikmah, termasuk menjaga kesehatan dan mensyukuri nikmat Allah.

7. Menjaga Shalat Rawatib

Rasulullah SAW sangat menjaga shalat-shalat sunnah rawatib yang mengiringi shalat fardhu. Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa shalat sunnah rawatib yang paling utama adalah shalat sunnah fajar (qabliyah Subuh).

Shalat-shalat ini adalah pelengkap yang menyempurnakan kekurangan dalam shalat wajib.

Fase Malam: Penutup Hari yang Penuh Makna

8. Shalat Maghrib dan Isya

Rasulullah SAW sangat menjaga shalat Maghrib dan Isya. Beliau tidak suka berbincang-bincang setelah shalat Isya tanpa keperluan yang mendesak. Dalam Hadiah Indah, dijelaskan bahwa hal ini untuk menghindari tidur yang larut malam sehingga tidak kehilangan keberkahan waktu Subuh.

9. Amalan Sebelum Tidur

Sebelum tidur, Rasulullah SAW memiliki serangkaian amalan yang sangat terjaga. Beliau bersiwak, berwudhu, dan membaca doa sebelum tidur. Doa yang dibaca adalah: "Allahumma bismika ahya wa amut" (Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan aku mati).

Beliau juga membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Ayat Kursi. Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa amalan ini adalah benteng perlindungan dari gangguan setan sepanjang malam.

10. Tidur di Awal Malam

Rasulullah SAW terbiasa tidur di awal malam, tidak begadang tanpa keperluan. Beliau tidur dalam keadaan suci dan berbaring di sisi kanan. Kebiasaan ini sangat baik untuk kesehatan dan memastikan kita dapat bangun di sepertiga malam terakhir untuk beribadah.

Hikmah Mengamalkan Kebiasaan Harian Rasulullah

1. Mendapat Keberkahan Waktu

Dengan mengatur waktu sesuai sunnah, setiap momen menjadi produktif dan bernilai ibadah. Rasulullah SAW mendoakan keberkahan bagi umatnya di waktu pagi. Ini adalah kunci kesuksesan dunia dan akhirat.

2. Terjaga dari Gangguan Setan

Amalan dzikir pagi dan petang, termasuk bacaan sebelum tidur, adalah perisai yang melindungi seorang muslim dari godaan dan kejahatan setan sepanjang hari.

3. Mendapatkan Kesehatan Jasmani dan Rohani

Kebiasaan seperti bangun pagi, berwudhu, makan dengan adab, dan tidur awal adalah pola hidup sehat yang terbukti manfaatnya secara medis. Tubuh yang sehat memungkinkan ibadah yang lebih optimal.

4. Mendekatkan Diri kepada Allah

Setiap amalan sunnah yang dilakukan dengan niat ikhlas akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Ini adalah jalan untuk meraih cinta dan ridha-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits qudsi tentang amalan sunnah.

5. Menjadi Teladan bagi Keluarga dan Masyarakat

Dengan mengamalkan sunnah, seorang muslim secara tidak langsung mengajarkan dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Ini adalah dakwah bil hal yang sangat efektif.

Pertanyaan Seputar Sunnah Harian 

Apa saja sunnah harian yang paling mudah diamalkan?

Beberapa sunnah yang paling mudah adalah membaca basmalah sebelum melakukan aktivitas, bersiwak, makan dan minum dengan tangan kanan, serta membaca dzikir pagi dan petang.

Bagaimana cara Rasulullah SAW memulai harinya?

Rasulullah SAW memulai harinya dengan bangun di sepertiga malam terakhir untuk shalat Tahajjud, kemudian bersiwak, berwudhu, dan melaksanakan shalat Subuh berjamaah.

Apa yang dilakukan Rasulullah SAW setelah shalat Subuh?

Beliau duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit, kemudian melaksanakan shalat Dhuha.

Doa apa yang dibaca Rasulullah SAW sebelum tidur?

Beliau membaca: "Allahumma bismika ahya wa amut" (Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan aku mati), serta surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Ayat Kursi.

Mengapa Rasulullah SAW tidur di awal malam?

Tidur di awal malam memungkinkan beliau untuk bangun di sepertiga malam terakhir untuk beribadah. Ini juga merupakan pola hidup sehat yang menjaga stamina tubuh.