Bukan Kelabang Biasa, Kenali Ciri Rumah Sering Didatangi Lipan Kaki Panjang

Kenali ciri rumah sering didatangi lipan kaki panjang agar penanganan yang dilakukan lebih tepat.

Diterbitkan 03 November 2026, 20:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernah menemukan lipan kaki panjang berkeliaran di dalam rumah? Kehadirannya memang bisa membuat kaget, apalagi jika sering muncul di sudut ruangan. Ada beberapa ciri rumah sering didatangi lipan kaki panjang yang patut kamu perhatikan.

Lipan biasanya menyukai tempat gelap, lembap dan jarang dijangkau manusia. Kamar mandi, gudang, hingga area bawah perabot bisa menjadi tempat favoritnya untuk bersembunyi.

Selain kondisi ruangan, lingkungan sekitar rumah juga bisa menjadi pemicunya. Tumpukan daun kering, barang bekas, atau banyaknya serangga kecil bisa membuat lipan betah berada di sekitar hunian.

Mengetahui ciri rumah sering didatangi lipan kaki panjang bisa membantu kamu mencari tahu penyebab kemunculannya. Yuk, kenali tanda-tandanya agar rumah tetap bersih, nyaman dan tidak mudah menjadi tempat persembunyian lipan, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (3/11/2026).

Mengenal Lipan Kaki Panjang, Bukan Kelabang Biasa

Bagi banyak orang, semua hewan berkaki banyak langsung disebut kelabang. Padahal, lipan kaki panjang punya ciri yang cukup berbeda dari kelabang tanah yang berbadan besar dan berwarna gelap. Nama ilmiahnya Scutigera coleoptrata dan hewan ini terkenal karena kakinya yang panjang, serta gerakannya yang sangat cepat.

Mengutip Penn State Extension, lipan rumah berasal dari kawasan Mediterania, namun secara tidak sengaja masuk ke wilayah selatan Amerika Serikat. Kini spesies ini tersebar di banyak negara, termasuk menjadi tamu tak diundang di rumah-rumah beriklim lembap.

Dari segi penampilan, lipan kaki panjang memang mudah dikenali. Tubuhnya hanya sekitar 2,5 hingga 3,8 cm, tetapi 15 pasang kakinya membuatnya tampak jauh lebih besar. Tubuhnya berwarna kuning keabuan dengan tiga garis gelap sepanjang punggung, sementara kakinya panjang dengan pita terang dan gelap yang berselang-seling. Jika kaki dan antenanya ikut dihitung, ukurannya bisa terlihat tiga hingga empat inci. Tak heran banyak orang langsung bergidik melihatnya, padahal tubuh aslinya cukup mungil.

Satu hal unik lainnya adalah bagian belakang tubuhnya yang mirip kepala. Kaki belakangnya yang panjang menyerupai antena, sehingga dari kejauhan sulit membedakan ujung depan dan belakangnya. Lipan ini juga tidak benar-benar berkaki seratus seperti sebutan centipede dalam bahasa Inggris. Saat menetas, jumlah kakinya baru empat pasang, lalu bertambah satu pasang setiap kali berganti kulit.

Ciri Rumah Sering Didatangi Lipan Kaki Panjang

Lipan kaki panjang tidak datang tanpa alasan. Hewan ini mencari dua hal utama, yaitu kelembapan dan makanan. Jika keduanya tersedia, rumah akan terasa seperti tempat tinggal yang nyaman baginya.

Berikut beberapa ciri rumah yang paling sering menjadi tempat singgah lipan kaki panjang.

  1. Area rumah terasa lembap. Lipan lebih suka tinggal di bagian lembap seperti ruang bawah tanah, lemari, kamar mandi, kolong rumah, hingga di balik kulit kayu bakar yang disimpan di dalam rumah. Kamar mandi yang jarang kering dan dinding yang rembes menjadi tempat favoritnya.

  2. Banyak serangga kecil lain di dalam rumah. Populasi lipan rumah yang besar bisa menandakan adanya masalah hama lain yang tersembunyi. Kecoa, rayap, dan gegat menjadi menu yang membuatnya betah.

  3. Banyak celah dan lubang kecil. Mengacu pada University of Kentucky Entomology, lipan bisa masuk rumah dengan merayap di bawah pintu atau lewat lubang kecil, misalnya tempat masuknya pipa atau kabel ke dalam bangunan.

  4. Ada area yang jarang dirapikan. Begitu masuk, lipan bisa berada di mana saja, tetapi cenderung memilih area yang jarang terganggu seperti garasi, kamar mandi, ruang bawah, dan kolong rumah yang menyediakan tempat sembunyi sekaligus makanan.

  5. Saluran air sering basah. Lipan rumah tertarik pada ruang lembap, termasuk saluran pembuangan air. Karena itulah lipan sering ditemukan terjebak di bak mandi atau wastafel.

  6. Dekat kebun, tumpukan kayu, atau daun kering. Rumah yang dikelilingi tanah terbuka, kompos, dan serasah daun lebih mudah dikunjungi. Kayu bakar dan area lembap di sekitar fondasi juga menjadi titik favoritnya.

  7. Banyak sudut gelap dan tersembunyi. Lipan biasanya aktif di malam hari dan bersembunyi di celah atau di bawah benda. Rumah dengan banyak tumpukan barang dan pencahayaan minim akan terasa ideal baginya.

  8. Kondisi cuaca sedang basah. Masalah lipan sering bertepatan dengan cuaca yang terlalu basah, dan kondisi yang lebih kering biasanya akan membantu mengatasinya. Itulah sebabnya kemunculannya sering meningkat saat musim hujan.

Apakah Lipan Kaki Panjang Berbahaya bagi Penghuni Rumah?

Pertanyaan ini wajar muncul, terutama bagi keluarga yang punya anak kecil. Kabar baiknya, lipan kaki panjang tergolong hewan yang tidak agresif terhadap manusia. Hewan ini lebih memilih kabur dan bersembunyi ketika merasa terganggu. 

Ukuran organ penyengatnya juga menjadi alasan mengapa kasus gigitan jarang terdengar. Lipan rumah hanya menimbulkan risiko gigitan yang minim karena forcipule-nya sangat kecil sehingga sulit menembus kulit manusia. Kalaupun berhasil menggigit, efeknya kira-kira seperti sengatan lebah, meski bisa menimbulkan masalah bagi orang yang alergi terhadap racunnya.

Perlu diingat juga bahwa lipan kaki panjang berbeda dengan kelabang besar yang hidup di luar ruangan. Kelabang besar seperti Scolopendra dengan tubuh kebiruan dan kaki lebih pendek jauh lebih mencolok. Kelabang jenis inilah yang perlu diwaspadai lebih serius, sehingga mengenali perbedaannya akan membantu penghuni rumah tetap tenang.

Cara Membuat Rumah Tak Lagi Jadi Tempat Favorit Lipan

Setelah memahami ciri rumah yang disukai lipan kaki panjang, langkah berikutnya adalah mengubah kondisi tersebut. Kuncinya bukan sekadar membasmi, tetapi membuat rumah tidak lagi nyaman untuk ditinggali lipan. Pendekatan ini juga sejalan dengan gaya hidup ramah lingkungan yang makin populer.

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba di rumah.

  • Segera perbaiki pipa bocor, biasakan mengeringkan kamar mandi setelah digunakan, dan pastikan udara bisa mengalir lancar. Rumah yang tidak terlalu lembap cenderung kurang disukai lipan, terutama saat musim hujan.
  • Periksa bagian dinding, bawah pintu, hingga lubang di sekitar pipa dan kabel. Jika ada retakan atau celah terbuka, segera tambal agar lipan dan hama lain tidak mudah masuk ke dalam rumah.
  • Lipan biasanya memangsa serangga kecil seperti kecoak dan semut. Jadi, jaga kebersihan rumah, jangan biarkan sisa makanan berserakan, dan segera atasi jika mulai muncul hama lain.
  • Letakkan perangkap serangga lengket di beberapa sudut rumah. Cara ini bisa membantu mengetahui jenis serangga yang sering berkeliaran dan berpotensi menjadi makanan lipan.
  • Jangan biarkan kayu bekas, daun kering, atau pot tanaman menumpuk terlalu dekat dari dinding. Area seperti ini bisa menjadi tempat persembunyian lipan, terutama jika kondisinya lembap.
  • Perhatikan kondisi tanah di sekitar rumah. Atur kemiringannya agar air mengalir menjauh dari fondasi dan tidak membuat area sekitar hunian terus basah.
  • Menyemprotkan obat serangga di sepanjang dinding atau sudut ruangan belum tentu efektif mengatasi lipan. Lebih baik benahi kondisi rumah, kurangi kelembapan, dan tutup akses masuknya agar lipan tidak mudah kembali.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lipan Kaki Panjang

Apa bedanya lipan kaki panjang dengan kelabang biasa?

Lipan kaki panjang punya tubuh kecil berwarna kuning keabuan dengan garis gelap dan 15 pasang kaki yang sangat panjang. Kelabang biasa umumnya bertubuh lebih besar, berwarna gelap, dan kakinya lebih pendek, sehingga perlu lebih diwaspadai.

Mengapa lipan kaki panjang sering muncul di kamar mandi?

Kamar mandi adalah area paling lembap di rumah, dan lipan membutuhkan kelembapan untuk bertahan hidup. Selain itu, saluran air dan sudut yang jarang kering juga sering menjadi tempat persembunyian serangga kecil yang dimangsanya.

Apakah lipan kaki panjang harus langsung dibunuh?

Tidak harus, karena lipan ini membantu memangsa hama seperti kecoa dan gegat. Jika merasa terganggu, cukup tangkap dengan wadah tertutup lalu lepaskan di luar, kemudian benahi kelembapan dan celah rumah agar tidak datang lagi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6