Cara Membasmi Ular Masuk Pekarangan sampai Tuntas dan Aman

Cara membasmi ular masuk pekarangan sampai tuntas yaitu tangani ular dengan aman, hilangkan sumber makanan, tutup celah, dan hindari mitos pengusir ular.

Diterbitkan 05 November 2026, 16:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara membasmi ular masuk pekarangan sampai tuntas tidak cukup dengan mengusirnya. Kamu juga perlu menghilangkan faktor yang menarik ular datang, seperti sumber makanan, air, dan tempat persembunyian.

Langkah pertama, tetap tenang dan jaga jarak jika menemukan ular. Mintalah bantuan petugas profesional, terutama jika ular diduga berbisa. Selanjutnya, lakukan perawatan halaman dan tutup celah yang berpotensi menjadi akses masuk ular.

Mengacu pada panduan Utah State University, sebagian besar ular yang biasa ditemukan di halaman rumah tidak berbisa. Meski begitu, kamu tetap perlu berhati-hati karena jenis ular sulit dikenali dari jarak jauh.

1. Tangani Ular yang Sudah Ada di Pekarangan dengan Aman

Bagian terpenting dalam cara membasmi ular masuk pekarangan sampai tuntas adalah memastikan keselamatan semua orang saat ular ditemukan. Risiko gigitan dapat meningkat ketika seseorang mencoba menangkap, menyentuh, atau membunuh ular.

Mengacu pada panduan CDC, ular sebaiknya dibiarkan dan diberi ruang untuk menjauh. Jika menemukannya di sekitar rumah, hubungi petugas pengendalian satwa untuk membantu proses evakuasi.

Jaga jarak dan amankan keluarga: Mundur pelan-pelan, minimal 2 sampai 3 meter. Bawa anak-anak dan hewan peliharaan masuk ke dalam rumah, lalu tutup pintu yang mengarah ke halaman.

Pantau dari jauh: Mengutip AOL, perhatikan arah pergerakan ular saat menjauh. Jika ular masuk ke bawah teras atau melalui celah fondasi, ingat lokasi terakhir kemunculannya agar petugas lebih mudah menemukan dan mengevakuasinya.

Biarkan ular tidak berbisa pergi sendiri: Menurut panduan Humane World for Animals, ular tidak berbisa yang ditemukan di luar ruangan, termasuk pekarangan rumah, sebaiknya dibiarkan pergi dengan sendirinya tanpa diganggu.

Semprot dengan selang jika yakin aman: Menurut panduan This Old House, jika ular sudah dipastikan tidak berbisa, kamu bisa mengarahkannya menjauh dengan menyemprotkan air secara perlahan dari jarak aman. Jangan mendekat atau mencoba menyentuhnya.

Hubungi petugas untuk ular berbisa: Untuk penanganan, kamu bisa menghubungi pemadam kebakaran setempat, dinas terkait, atau komunitas penyelamat reptil. Jika memungkinkan, ambil foto ular dari jarak aman agar petugas lebih mudah mengidentifikasi jenisnya.

Tips singkat: Ular memiliki ciri pupil dan bentuk kepala yang berbeda-beda, tetapi jangan mendekat hanya untuk memastikannya. Anggap saja semua ular berbahaya sampai ada orang yang paham memastikannya.

2. Hilangkan Sumber Makanan, Air, dan Tempat Sembunyi

Bayangkan pekarangan rumah seperti warung yang buka 24 jam bagi ular. Selama tersedia tikus, kodok, genangan air, dan tumpukan barang, ular akan memiliki alasan untuk datang. Karena itu, cara membasmi ular masuk pekarangan sampai tuntas perlu dimulai dengan menghilangkan sumber makanan, air, dan tempat persembunyiannya.

Mengacu pada panduan Utah State University, rumput tinggi, semak lebat, tumpukan kayu, batu, papan, dan puing dapat menjadi tempat persembunyian ular. Keberadaan tikus serta sumber air juga berpotensi menarik ular masuk ke pekarangan.

Potong rumput secara rutin: Ular cenderung menghindari rumput pendek karena tubuhnya lebih terlihat oleh pemangsa seperti burung hantu dan elang. Rumput pendek juga membuat ular lebih mudah kamu temukan.

Pangkas semak dan dahan rendah: Menurut panduan Utah State University, sisakan jarak bebas sekitar 24–36 inci (60–90 cm) di bawah pohon dan semak. Area terbuka ini dapat mengurangi tempat persembunyian yang disukai ular.

Kendalikan tikus dan katak: Simpan pakan ternak atau makanan hewan peliharaan di wadah tertutup. Tutup tempat sampah dengan rapat dan segera bersihkan sisa makanan.

Jangan menyiram halaman berlebihan: Air yang terlalu banyak bisa menarik cacing, siput, dan katak. Hewan-hewan inilah yang kemudian mengundang ular datang untuk berburu.

Angkat barang dari tanah: Menurut panduan The Home Depot, barang-barang di luar rumah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular, seperti selang tergulung dan tumpukan kayu, sebaiknya disimpan di rak atau tempat yang lebih tinggi dari permukaan tanah.

Kurangi tumpukan batu dan mulsa tebal: Tumpukan batu dan mulsa yang tebal bisa menjadi tempat ular bersembunyi dan berkembang biak. Ratakan atau pindahkan jika tidak diperlukan.

Kalau ingin menambah penghalang alami, kamu bisa mencoba tanaman pengusir ular seperti serai wangi atau lidah mertua di dekat pintu. Meski begitu, tanaman ini hanya pelengkap, bukan pengganti kebersihan halaman.

3. Tutup Jalur Masuk dan Pasang Penghalang Fisik

Setelah halaman bersih, cara membasmi ular masuk pekarangan sampai tuntas berlanjut ke tahap pencegahan fisik. Manfaat utama langkah ini bagi kamu adalah ular tidak bisa lagi menyelinap ke kolong teras, gudang, atau rumah.

Periksa celah di sekeliling rumah: Cek fondasi, dinding, area sekitar pipa, ventilasi, dan bagian bawah pintu. Tutup lubang dengan dempul, semen, atau kawat kasa.

Pasang kawat ram di kolong bangunan: Berdasarkan panduan This Old House yang sama, gunakan kawat ram berlubang 1/4 inci (sekitar 6 mm). Tanam kawat sedalam 20 sampai 30 cm dengan ujung bawah ditekuk berbentuk huruf L.

Tutup lubang bekas hewan lain: Menurut AOL, ular umumnya tidak menggali liang sendiri, tetapi memanfaatkan lubang bekas mamalia kecil sebagai tempat berlindung. Lubang berdiameter sekitar 1–2 inci (2,5–5 cm) juga berpotensi menjadi tempat persembunyiannya. Tutup lubang tersebut menggunakan tanah padat atau kerikil.

Lindungi kandang ayam: Menurut panduan pemerintah daerah Northern Beaches, Australia, kandang ayam dan hewan kecil sebaiknya dilengkapi jaring berukuran rapat untuk mencegah ular masuk. Telur dan anak ayam juga perlu terlindungi karena dapat menarik perhatian ular.

Gunakan perangkap ember untuk ular kecil: Jika ular kecil atau sedang melingkar, letakkan ember kosong di atasnya secara perlahan, lalu beri pemberat sampai petugas berpengalaman datang. Lakukan ini hanya jika kamu yakin ular tidak berbisa.

Untuk panduan lanjutan, kamu bisa membaca cara mengusir ular agar tidak kembali ke rumah sebagai pelengkap langkah di atas.

Mitos Pengusir Ular dan Tanda Ular Masih Bersarang

Banyak cara tradisional untuk mengusir ular beredar di masyarakat, tetapi tidak semuanya terbukti efektif. Beberapa justru berpotensi membahayakan. Menurut para ahli Blue Ridge Poison Center yang dikutip Northwest Exterminating, kapur barus tidak efektif untuk mengusir ular.

Jessica Warren, agen pertanian dan sumber daya alam, juga menegaskan melalui UGA Cooperative Extension bahwa anggapan kapur barus dapat menjauhkan ular dari pekarangan hanyalah mitos.

Garam tidak mengusir ular: Taburan garam hanya berpengaruh pada hewan berlendir seperti bekicot atau lintah. Ular tidak terganggu oleh garam.

Kapur barus berisiko bagi keluarga: Kapur barus mengandung naftalena atau paradiklorobenzena yang berbahaya bagi manusia dan hewan. Uapnya bisa memicu pusing serta iritasi mata dan paru-paru.

Aroma menyengat hanya bersifat sementara: Amonia, minyak cengkeh, atau kayu manis kadang dipakai sebagai penangkal. Namun, bahan seperti ini harus sering dioleskan ulang dan belum tentu ampuh untuk semua jenis ular.

Kulit ular yang terlepas: Ular berganti kulit saat tumbuh. Jika kamu menemukan kulit ular di ranting atau kandang, berarti ada ular di sekitar pekarangan.

Kotoran memanjang: Kotoran ular mirip kotoran burung, bentuknya memanjang seperti tabung. Temuan ini membantu kamu menebak lokasi yang sering didatangi ular.

Jejak berkelok di tanah: Ular meninggalkan jejak dangkal berkelok di rumput atau permukaan berdebu. Periksa terutama di dekat gudang dan pagar.

Telur ayam yang hilang: Jika telur di kandang sering hilang tanpa sebab, ular bisa jadi pelakunya. Segera periksa kandang dan tutup celahnya.

Jika seseorang tergigit ular, segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Mengacu pada panduan pertolongan pertama pemerintah daerah Northern Beaches, hindari mencuci, mengisap, menyayat, atau mengikat area gigitan. Usahakan bagian tubuh yang tergigit tetap diam untuk mengurangi pergerakan bisa.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ular Masuk Pekarangan

Apakah ular yang masuk pekarangan harus dibunuh?

Tidak perlu. Ular tidak berbisa justru membantu mengendalikan tikus, sedangkan ular berbisa sebaiknya ditangani petugas. Mencoba membunuh ular sendiri malah memperbesar risiko tergigit.

Apakah menabur garam bisa membuat ular pergi?

Tidak. Garam tidak terbukti mengusir ular. Cara yang lebih efektif adalah menghilangkan sumber makanan dan tempat bersembunyi di pekarangan.

Kapan sebaiknya memanggil petugas profesional?

Panggil petugas jika ular berbisa, jenisnya tidak bisa dikenali, ular masuk ke dalam rumah, atau berada di dekat area bermain anak. Sambil menunggu, jaga jarak dan pantau posisi ular dari tempat yang aman.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6