Cara Menanam Kacang Tanah dari Persiapan Lahan hingga Panen Melimpah

Cara menanam kacang tanah dari olah lahan, pilih benih, rawat, sampai panen. Panduan praktis menanam di lahan maupun polybag agar hasil polong melimpah.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 14:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam kacang tanah sebenarnya tidak rumit dan bisa dilakukan di lahan luas maupun pekarangan rumah. Kuncinya ada pada tanah yang gembur, benih bermutu, serta paparan sinar matahari yang cukup.

Prosesnya mencakup pengolahan lahan, penanaman benih, perawatan, hingga pemanenan. Dengan menerapkan cara menanam kacang tanah yang tepat, polong yang dihasilkan akan lebih padat dan melimpah.

Kacang tanah adalah tanaman legum dengan keunikan tersendiri, yaitu bunganya mekar di atas permukaan tanah, sementara tangkai bakal buah atau ginofor justru menembus ke bawah hingga polong kacang tanah terbentuk di dalam tanah. Karena itulah struktur tanah yang gembur menjadi syarat penting agar ginofor mudah masuk dan polong berkembang sempurna.

Cara Menanam Kacang Tanah di Lahan Terbuka

Menanam di hamparan kebun atau sawah sangat cocok untuk Anda yang mengincar hasil dalam jumlah besar. Berikut tahapan cara menanam kacang tanah di lahan terbuka yang bisa diikuti langkah demi langkah.

  1. Olah dan Gemburkan Tanah: Cangkul atau bajak tanah sedalam 20-30 cm hingga remah, lalu campurkan kompos atau pupuk kandang matang. Kacang tanah menyukai tanah berpasir (sandy loam) yang gembur, berdrainase baik, dengan pH ideal 5,8-6,5. Anda juga bisa membuat bedengan agar drainase semakin lancar.

  2. Pilih Benih Berkualitas: Gunakan kacang mentah yang masih dalam cangkang, lalu kupas dengan hati-hati agar kulit ari merahnya tidak rusak. Pilih biji yang utuh, tidak keriput, dan bebas jamur.

  3. Tentukan Waktu Tanam: Tanam saat suhu tanah hangat, minimal sekitar 18 derajat Celsius, serta pada lokasi yang mendapat sinar matahari penuh 6-8 jam sehari. Hindari menanam saat tanah masih dingin atau terlalu basah.

  4. Buat Lubang dan Tanam Benih: Buat lubang sedalam kurang lebih 5 cm, dengan jarak antarbenih 15-20 cm dan jarak antarbaris sekitar 50 cm. Masukkan satu hingga dua biji per lubang, lalu tutup dengan tanah tipis.

  5. Inokulasi dan Penyiraman Awal: Jika memungkinkan, lapisi benih dengan inokulan bakteri Rhizobium untuk membantu pengikatan nitrogen. Setelah ditanam, siram hingga media lembap, tetapi tidak sampai tergenang.

Dilansir dari Almanac, untuk menanam kacang tanah Anda harus mulai dari kacang mentah segar yang belum dimasak dan masih berada di dalam cangkangnya, karena biji yang sudah diolah tidak akan berkecambah. Pemilihan lokasi pun ikut menentukan, sebab tanaman ini tumbuh paling baik di iklim tropis yang hangat dengan suhu sekitar 25-30 derajat Celsius. Mengacu pada riset Utah State University Extension, kacang tanah ditanam langsung dari biji dan bukan dari bibit pindah tanam; biji yang sudah dikeluarkan dari cangkang memang lebih cepat berkecambah, tetapi bila kulit ari tipisnya retak, biji tersebut biasanya sudah mati.

 

Cara Menanam Kacang Tanah di Polybag atau Pot untuk Lahan Sempit

Cara menanam kacang tanah tetap bisa dilakukan meski Anda hanya memiliki pekarangan sempit, yakni dengan memanfaatkan polybag atau pot. Metode ini praktis, hemat tempat, dan cocok untuk pemula yang baru belajar berkebun di rumah.

  1. Siapkan Wadah yang Tepat: Pilih wadah atau pot dengan tinggi minimal 30 cm dan diameter yang lapang. Pastikan ada lubang drainase di bagian dasar agar air tidak menggenang dan akar tidak membusuk.

  2. Racik Media Tanam Gembur: Campurkan tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1 agar media gembur dan poros. Formula serupa juga dipakai untuk media tanam di galon bekas, atau Anda bisa menambahkan media tanam dari daun kering yang telah terurai.

  3. Tanam Benih ke Media: Buat lubang sedalam 3-5 cm di tengah media, lalu masukkan satu sampai dua biji kacang tanah. Tutup dengan tanah tipis, tekan perlahan, dan siram menggunakan semprotan halus agar benih tidak bergeser.

  4. Atur Pencahayaan: Letakkan wadah di tempat teduh sampai tunas muncul, kemudian pindahkan ke area terbuka yang terkena sinar matahari langsung minimal enam jam. Cahaya yang cukup membuat batang kokoh dan daun rimbun.

Berdasarkan data National Peanut Board, satu tanaman kacang tanah dapat menghasilkan 30-40 butir kacang, dan untuk budidaya dalam pot sebaiknya gunakan wadah berukuran minimal 45-50 cm agar akar dan bakal polong punya ruang berkembang. Dengan ukuran wadah yang memadai, hasil panen di lahan sempit pun tetap bisa memuaskan.

 

Cara Merawat Tanaman Kacang Tanah agar Tumbuh Optimal

Perawatan rutin menjadi bagian penting dalam cara menanam kacang tanah agar tanaman tumbuh sehat dan polong terisi penuh. Beberapa langkah berikut perlu dilakukan sejak tunas muncul hingga menjelang panen.

  1. Penyiraman Teratur: Jaga kelembapan media secara konsisten, terutama pada fase berbunga dan pembentukan polong. Hindari genangan karena kacang tanah peka terhadap kelebihan air yang memicu pembusukan.

  2. Penyiangan Gulma: Bersihkan gulma secara berkala agar tidak bersaing menyerap hara dan air. Lakukan penggemburan ringan di permukaan tanah supaya tetap remah.

  3. Pembubunan Tanah: Saat tanaman mulai berbunga, timbunkan tanah di sekitar pangkal batang. Teknik ini membantu ginofor menembus tanah sehingga polong lebih mudah terbentuk.

  4. Pemupukan yang Bijak: Hindari pupuk tinggi nitrogen karena kacang tanah mampu mengikat nitrogen sendiri; nitrogen berlebih hanya menyuburkan daun, bukan polong. Prioritaskan fosfor dan kalsium, misalnya dari pupuk organik dari sisa dapur atau pupuk kompos yang sudah matang.

  5. Pemberian Mulsa: Taburkan mulsa tipis untuk menjaga kelembapan dan mencegah permukaan tanah mengeras. Jangan menumpuk mulsa terlalu tebal agar ginofor tetap bisa masuk ke tanah.

Mengutip Harvest to Table, pemberian mulsa di sekitar kacang tanah menjaga permukaan tanah agar tidak membentuk kerak keras, sehingga ginofor lebih mudah menembus ke dalam tanah dan sekaligus menekan pertumbuhan gulma. Untuk kebutuhan hara, Anda dapat memanfaatkan pupuk organik alami dari bahan rumah tangga, termasuk mengolah sampah sayur menjadi kompos yang menyuburkan tanah.

Cara Memanen dan Mengeringkan Kacang Tanah

Tahap akhir yang paling ditunggu adalah pemanenan, pelengkap dari seluruh rangkaian cara menanam kacang tanah. Ketepatan waktu panen sangat menentukan kualitas biji yang dihasilkan.

  1. Kenali Tanda Panen: Kacang tanah umumnya siap dipanen pada umur 90-150 hari, ditandai dengan daun yang menguning dan mulai layu. Polong yang matang terisi penuh dan urat di bagian dalam cangkang berwarna gelap.

  2. Cek Sampel Tanaman: Sebelum memanen seluruh lahan, cabut satu tanaman dan periksa kondisi polongnya. Cara ini memastikan kacang benar-benar matang dan tidak dipanen terlalu dini.

  3. Panen Saat Cuaca Kering: Pilih hari yang kering dan tidak hujan beberapa hari sebelumnya. Gemburkan tanah dengan garpu atau sekop di sekitar tanaman, lalu cabut perlahan agar polong tidak tertinggal di dalam tanah.

  4. Keringkan dan Simpan: Kibaskan sisa tanah, lalu jemur atau gantung tanaman selama 1-2 minggu di tempat berangin dan terlindung hujan. Setelah cangkang kering renyah, lepaskan polong dan simpan di wadah kering sebelum diolah.

Para ahli pertanian menyarankan agar tanaman tidak dicabut paksa langsung dari tanah karena polong mudah terlepas dan tertinggal; sebaiknya gemburkan dulu tanah di sekelilingnya. Kacang yang dipanen pada tahap muda cocok untuk direbus, sedangkan yang benar-benar matang lebih pas untuk disangrai, sehingga hasil panen bisa dinikmati sebagai kacang tanah rebus yang empuk.

Manfaat Kacang Tanah bagi Kesehatan

Selain mudah dibudidayakan, kacang tanah menyimpan segudang manfaat untuk tubuh. Kandungan gizinya yang padat membuat kacang ini layak menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.

Mengonsumsi kacang tanah secara teratur, menurut sejumlah studi, dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah, berkat kandungan lemak sehat dan antioksidannya. Berikut beberapa manfaat kacang tanah bagi kesehatan.

  • Kaya Nutrisi Penting: Kacang tanah mengandung vitamin E, asam folat, protein, magnesium, serat, serta beragam antioksidan yang baik bagi tubuh.

  • Menjaga Kesehatan Jantung: Kandungan asam oleat dan lemak tak jenuh membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko kardiovaskular.

  • Membantu Menurunkan Kolesterol: Kandungan lemak tak jenuh tunggal dinilai bermanfaat menurunkan kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).

  • Sumber Protein Nabati: Kacang tanah merupakan salah satu jenis kacang yang ampuh mengurangi kolesterol jahat sekaligus pemasok protein nabati yang mengenyangkan.

  • Mendukung Fungsi Otak: Kandungan niacin dan resveratrol dipercaya melancarkan sirkulasi peredaran darah ke otak sehingga baik untuk daya ingat.

  • Camilan Sehat: Dikonsumsi dalam porsi wajar, kacang tanah menjadi camilan sehat yang membantu kerja metabolisme tubuh.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Kacang Tanah

Berapa lama kacang tanah bisa dipanen?

Umumnya kacang tanah dapat dipanen pada umur sekitar 90 hingga 150 hari, tergantung varietas dan kondisi cuaca. Tanda umum siap panen adalah daun yang menguning serta polong yang terisi penuh dengan urat bagian dalam berwarna gelap.

Apakah kacang tanah bisa ditanam di polybag?

Bisa, kacang tanah sangat cocok ditanam di polybag atau pot bagi Anda yang memiliki lahan terbatas. Gunakan wadah berukuran cukup besar dengan lubang drainase serta media tanam gembur campuran tanah, kompos, dan sekam agar polong berkembang optimal.

Berapa biji kacang tanah dalam satu lubang tanam?

Setiap lubang tanam sebaiknya diisi satu hingga dua biji kacang tanah. Jarak antarlubang yang ideal sekitar 15-20 cm agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup dan tidak saling berebut nutrisi.

Dengan memahami setiap tahapan, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan benih, perawatan, hingga pemanenan, siapa pun bisa berhasil membudidayakan kacang tanah sendiri. Terapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, sesuaikan dengan kondisi lahan atau wadah yang Anda miliki, dan nikmati hasil panen kacang tanah yang sehat serta melimpah dari kebun sendiri.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6